01

8 2 0
                                        

"Semua yang pergi, apa bisa kembali lagi? "

🦋

Lagi.

Lagi.

Dan lagi.

Kejadian ini terulang, dimana dia berada di sebuah ruangan yang luas yang sangat gelap dan hanya ada dirinya sendiri lagi. Dia melihat ke atas yang hanya ada kegelapan tidak ada cahaya sedikitpun di ruangan ini, dia melihat sekitarnya tidak ada apa apa tidak ada benda lainnya hanya dirinya sendiri.

"Aku lelah". Dia menundukkan kepalanya. Dia berpikir, kenapa semua ini terjadi padanya? Dia tidak menginginkan ini semua, dia hanya mau hidup seperti orang biasa lainnya.

" Apa yang kau inginkan dariku..... Lagi" Dia berkata pelan, walau begitu suaranya masih bisa kedengaran atau lebih tepatnya bergema.

"Aku hanya merindukanmu" Kata seseorang yang tidak menampakkan dirinya.

"Kita selalu bertemu"

"Tidak, apa kau tidak
menyadarinya? " Kata seseorang yang belum menampakkan dirinya itu.

"Begitu yah? , syukurlah". Dia menunduk, dirinya hampa tatapannya kosong.

" Kau begitu sibuk rupanya sampai tidak menyadari keberadaan ku "

"Tidak"Katanya pelan.

" Kalau begitu, mengapa kau mengabaikan ku?! Selama ini aku selalu mengawasi mu walau itu dari atas sekalipun!! "

"Maaf" Hanya itu yang bisa dia katakan. Dia melihat kedepan ada sebuah tangan yang mengarah kepadanya, tangan itu langsung mengarah ke lehernya. Dia diam memandang itu dengan dingin, dia memberikan reaksi yang datar.

"Kau sudah dewasa rupanya, hahahaha".

" Diam lah! " Dia berteriak dengan keras. Tangan itu sudah hilang dari lehernya tapi meninggalkan sedikit bekas.

"Hahahaha kembali lah ke tempat mu, ingat bahwa aku mengawasi mu! "

🦋


Seorang gadis membuka matanya dari tidurnya yang lelap.

"Aku bermimpi buruk lagi" Dia bangun dari tempat tidurnya lalu pergi ke kamar mandi untuk memulai ritual mandinya.

Setelah selesai mandi, dia melihat sekeliling ruangan tempat tidurnya, dinding tempat tidurnya bergambarkan kupu kupu raksasa yang berwarna biru dan hitam, dan di bawah gambar itu ada sebuah nama yah itu nama dia, yang diukir dengan cantik. Bukan cuman itu banyak stiker kupu kupu yang menempel di setiap sudut ruangan itu. Dia menyukai kupu kupu.

Dia melihat dirinya dicermin, dia melihat lehernya disana ada sedikit bekas yang berwarna biru tua, dia menghela nafas.

Wush

Drak drak

Dia terkejut karena suara yang keras itu, lalu dia melihat ada yang datang.

"Haha apa kau tau apa yang ku temukan di pagi ini gray? "

Dia melihat jendela kamarnya sudah terbuka dengan kencang gorden nya melayang layang mengikuti angin yang masuk, cahaya dari luar bersinar dengan terang, yah itu sudah pagi.

Not SpecialWhere stories live. Discover now