Kisah ini menceritakan tentang sepasang insan yang dimana salah satu diantara mereka harus pergi lebih cepat.
***
Namaku Aldebaran Caelum orang orang biasa memanggilku Baran. Aku bukan keturunan orang kaya, tampangku juga tidak terlalu tampan, aku juga tidak terlalu pintar, mereka melihat ku sebagai manusia SEDERHANA seperti manusia lainnya tidak ada yang spesial.
***
Masa masa SMA adalah masa dimana aku yang tadinya tidak pernah merasakan apa itu cinta kini mulai ku rasakan semenjak bertemu dia. Siapa dia? Dia adalah Natasha Rigel, aku memanggilnya dengan nama Asya karena aku ingin berbeda dari orang orang yang biasa memanggilnya tasha. Asya merupakan kebalikan dari aku dia adalah anak orang kaya, dia cantik, manis, lucu, baik, pintar pokoknya kalo dideskripsi kan dengan satu kata dia itu SPESIAL.
***
Awal pertemuan ku dengannya adalah saat kita sedang melakukan MPLS atau masa pengenalan lingkungan sekolah. Dia dan aku diletakkan di gugus yang sama dan juga duduk bersebelahan karena saat itu kakak kelas meminta untuk duduk berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Aku dengan gugup nya mulai memperkenalkan diriku "Hai perkenalkan namaku Aldebaran Caelum" kataku "Halo namaku Natasha Rigel" Sahutnya.
***
Masa MPLS pun selesai dan saatnya pengumuman untuk pembagian kelas disini aku sangat mengharapkan sekelas denganya "Ya Tuhan aku berharap bisa sekelas denganya" kataku. Waktu pun terus berjalan namaku terpanggil dan mendapatkan kelas X IPA 9 setelah itu nama Asha pun juga dipanggil. Aku saking senang nya sampai berkata seperti ini "Nikmat Tuhan mana lagi yang telah kau dustakan".
***
Ini hari saat pertama kali sekolah setelah pembagian kelas aku pun datang lebih awal dari yang lain agar aku besar kemungkinan nya duduk dengan nya lagi. Dan tak disangka sangka dia duduk lagi bersebelahan denganku "Harus tetap santai, rileks, dan jangan gugup" kataku didalam hati. Suasana pun canggung aku mulai memberanikan diri untuk memulai pembicaraan "Asya masih inget aku kan" kataku "Tentu saja masih inget bagaimana aku bisa melupakan mu yang ngomong sendiri di depan guru" sahutnya.
***
Ternyata dia mengingat ku karena kebodohan ku saat itu aduh malunya. Dan semenjak saat itu juga kami menjadi teman sebangku yang tidak bisa dipisahkan karena memang tidak ada pergiliran tempat duduk di sekolah ini. Aku pun bertanya tanya padanya seperti hobinya, makanan yang dia suka, warna yang dia suka hal itu kulakukan untuk mengenalnya lebih jauh.
***
Hari pun terus berlalu hubungan kami semakin dekat seiring berjalan nya waktu. Dan sampai suatu ketika aku mengajaknya untuk bermain di taman "Asya main ke taman yuk" ajaku "Mau ngapain emang Baran ke taman?" sahutnya "Ya memang mau ngapain lagi mencari udara segar lah" Jawabku "Baiklah kalau begitu ayo kita pergi ke taman".
***
Kita pun pergi ke taman Antares dimana taman tersebut terkenal akan kesejukan dan kerindanganya karena banyak sekali pohon. Aku dan Asya berjalan kesana kemari sampai akhirnya bertemu abang es krim "Asya Asya kamu mau es krim tidak?" kataku "Mauuu, tapi aku bayar sendiri aja ya Baran" sahutnya "Tidak usah sudah sekalian saja dengan es krim yang ku beli" kataku "Bener nih?" sahutnya "iyaaa Asya" kataku "asikkkk Baran baik banget deh". Es krim pun kami makan, Asha memakan es krim rasa vanila kesukaannya dan aku memakan es krim rasa coklat.
***
Hari pun telah sore dan aku harus mengantarkan Asya pulang ke rumah. Sesaat aku sampai di rumahnya aku pun kaget melihat rumah nya yang sangat besar seperti istana raja. "Asya ini benar rumahmu?" kataku "iya kok benar Baran" Kata Asya "Rumah mu besar sekali mungkin aku bisa tersesat jika aku masuk ke rumah mu" kataku "Ah bisa saja kamu Baran hehehe, yasudah terimakasih ya untuk hari ini Baran kapan kapan kita main lagi" kata Asya "Iya sama-sama, pasti main lagi kok, dadah Asya" kataku "Dadah Baran".
VOCÊ ESTÁ LENDO
Aku, Kamu, Dan
ContoKisah ini menceritakan tentang pertemanan 2 Insan dimana yang satu dikenal karena kesederhanaan nya dan yang satu sangat lah spesial.
