Sakura sudah menunggu cukup lama, sang belahan jiwa belum juga pulang kedesa. Kenapa juga ia tetap setia menunggu kepulangannya ?
FanFiction Naruto
Main Pair : SasuSaku
DC : MK
Rate : T
"Hei Sakura...apa kau tidak lelah menunggunya ? Mungkin saja dia pergi lalu menikah dengan orang lain diluar sana" Kata Ino, ia melirik sejenak Sakura takut-takut bahwa sahabatnya akan meledak dengan gurauan tak lucunya itu, tapi nyatanya tidak, Sakura hanya terdiam, seperti terhenyak dalam pikirannya. "Aku percaya dia akan pulang. Dia hanya pergi sejenak untuk kembali suatu hari nanti" timpalnya tenang. 'Dia sudah dewasa ternyata' kata Ino dalam hati. "Bagaimana kau yakin ?" tanyanya lagi "Aku bisa melihat itu dari matanya saat aku melepas dia pergi" "Aku dan Sai akan segera menikah, Naruto dan Hinata juga tinggal menghitung bulan, jangan menunggunya lama-lama, atau kau hanya akan berubah menjadi wanita tua hahahaa" "Diamlah, Ino. Aku yakin dia akan menerimaku apa adanya hahaa" "Hei, naif sekali kau Saku. Padahal aku yakin jika didepannya kau hanya bisa membatu karena gugup" Sebuah percakapan rahasia dua orang wanita. . . . . Sementara itu ditempat lain. Seorang pemuda sedang berjalan menelusuri hutan, lalu iapun duduk sejenak sembari bersandar dibawah pohon sambil membuka bekalnya, sungguh sarung warna hijau muda bergaris orange itu tidak cocok dengan image pria tersebut yang notabene nya memakai baju warna gelap dan berwajah dingin, sepertinya bento tersebut memang pemberian dari seseorang. Ia mulai memakan isi bento sambil tersenyum tipis, toh ia hanya satu-satunya manusia disana maka tak ada yang protes jika ia senyum-senyum begitu. Tiba-tiba seekor burung elang pembawa surat datang menghampirinya, seakan patuh elang itu seakan sudah mengerti apa yang harus ia lakukan pada pemuda tersebut, sang elang sedikit menunduk agar majikannya bisa membuka sesuatu yang ada di belakang lehernya, yaa sebuah botol bambu berisikan kertas. 'Ditemukan sebuah artefak bergambarkan Kaguya dan pohon cakra disebuah desa kecil dekat kawasan Iwagakure, tolong selidiki' ucapnya dalam hati. Sang pemuda segera menyelesaikan acara makannya kemudian bergegas pergi melanjutkan perjalanannya. 'Tunggulah aku, Sakura' . . . *5 bulan kemudian "Selamat menikah, Naruto. Aku terharu kau bisa menikahi seorang gadis hahaha" "Ucapanmu menyakitkanku, Sakura-chan. Oh ya, bagaimana dengan Sasuke ? Aku harap dia datang ke acara pernikahanku" kata Naruto. "Ahh..aku tidak tahu, mungkin ia...memang tidak bisa datang" timpal Sakura sedikit kecewa. Naruto jadi tak enak hati. "Hmmm...Sa-Sakura-chan jangan bersedih begitu, ini hari pernikahanku, tersenyumlah" Kata Naruto dengan cengiran khasnya. "Maaf Naruto, aku sedikit melamun tadi. Aku baik-baik saja haha" Ucapnya kikuk. Sakura baru sadar satu hal, ia memang satu-satunya yang pergi sendirian. Bahkan Ino sudah bersama dengan Sai, Temari terlihat gugup dengan Shikamaru, sungguh manis. Sakura iri, Sakura memang merindukan Sasuke walau sang pujaan hati tidak seekspresif Naruto, tidak seromantis Sai, atau tidak seterencana Shikamaru tapi jangan main-main dengan pesona seorang Uchiha Sasuke yang mampu membuat predikat-predikat tadi tidak ada apa-apanya, Sakura memang mengakui hal tersebut. . Sakura berjalan kecil dengan wajah sedikit cemberutnya, tak lama kemudian seekor gagak hitam pembawa surat menghampirinya. Ia sangat hafal gagak itu milik siapa, ia yakin ini adalah perbuatannya. Sakura mengeluarkan perlahan surat yang sedari tadi dibawa gagak tersebut pada belakang sayapnya. 'ada dua lembar ?' batinnya bingung. Sakura membaca lembaran pertama dan tak lama kemuadian ia tersenyum manis seakan beban dipundaknya hilang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Begini kira-kira isi suratnya... 'Hai Sakura, apa kabar ? Aku akan datang dalam beberapa bulan lagi Maaf membuatmu sedikit menunggu kali ini. You are the apple of my eye....'
Bahagia ? Ya Sakura bahagia walau kata-kata tersebut tidak diucapkan langsung oleh belahan hatinya. 'Apple of my eye, katanya. Aku tak percaya' ucapnya dalam hati. Sakura mulai membuka lembaran kedua. 'Selamat'
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ia baru sadar hari ini tanggal 28 Maret yang notabenenya adalah ulang tahunnya. Bagaimana mungkin ia lupa, dan apa benar Sasuke menulis lembaran kedua dengan maksud mengucapkan selamat ulang tahun padanya ?. Apapun itu Sakura sangat bersyukur. Penantiannya tidak sia-sia. Walau dirinya jauh, dia pasti kembali. Karena Sakura sangat berarti untuk Sasuke.
#End#
Heiii....Nana here xD Salam kenal untuk yang baru baca fanfic Nana, btw 93% fiction hanya sebatas imajinasi Nana saja 7% nya diambil dari beberapa scene anime nya.
Sebenernya Nana buat ini untuk latihan menulis.... So...jangan sungkan untuk memberi kritik dan sarannya Thx gaes 💜💕