Prolog (Shadow Ballerina)

27 3 2
                                        

Aku hanya ingin menari. Di ruang yang penuh dengan kesunyian sambil mendengar lantunan melodi yang suaranya abadi.

Hentakan hati ini, takkan pernah terhenti. Di malam hari yang gulita ini, bulan bintang sedang menanti.

La la la la la...

Saatnya aku harus berdiri. Walaupun di sini aku menyendiri tanpa seseorang yang menemani. Bibirku mulai bernyanyi. Suara bell berbunyi pertanda hari silih berganti.

Aku senang sekali menyepi. Semua takkan pernah peduli. Ucapan dengki yang mereka lontarkan, semuanya akan kuatasi dan kuhadapi.

Di akhir nanti, semua akan mengerti perasaanku. Luapan benci yang mereka ekspresikan, takkan pernah berarti bagiku.

Cobaan ini seakan-akan terus menghantui. Apakah ini hidup yang akan terus kujalani?

Shadow BallerinaWhere stories live. Discover now