Prolog

9 2 0
                                        

London, september 2018.

Amara terlihat sedang sibuk mengemasi barang-barangnya kedalam koper besar yang sudah di siapkanya semalam. Hari ini seperti yang di katakan oleh Pak Beni kepala sekolahnya di Indonesia, ia sudah bisa kembali ke jakarta siang ini, dan besok ia sudah mulai bisa bersekolah kembali di SMA-nya yang lama. Tentu Amara sangat senang mendengar hal itu, ia sangat rindu jakarta, termasuk kepada kedua sahabatnya Vandra dan Lala.

Amara merupakan salah seorang siswa berprestasi yang berhasil mengikuti pertukaran pelajar ke London. Walaupun hanya dua tahun, setidaknya itu merupakan kebanggan tersendiri bagi dirinya.

Setelah mengemasi semua barang-barangnya, dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Amara mulai melangkahkan kakinya meninggalkan kamar apartemenya, beberapa menit lagi pesawatnya akan take off ia harus bergerak cepat jika tidak ingin ketinggalan pesawat.

"AMARA! AMARA! AMARAAA!".

Teriakan melengking itu berhasil menghentikan Amara. Dengan cepat, Zosi menghampiri Amara yang masih berada di pintu masuk bandara.

"AMARAAA! LO BENER-BENER YA, MAU PERGI NGGAK PAMIT DULU SAMA GUE. LO BENER-BENER TEGA YA!".

Amara hanya bisa meringis mendengar suara toa gadis tak tahu malu di hadapanya ini.

"SAKIT NIH HATI GUE. UNTUNG GUE KAGAK TELAT. KALAU TELAT, SAYANG DONG LO KAGAK BISA LIAT MUKA CANTIK GUE YANG LIMITED EDITION INI".

"ELLO TA... "

Sebelum Zosi semakin menjadi, Amara membekap mulut Zosi dengan kedua tanganya.

"Diem Zosi, ini bukan hutan. Kagak usah teriak-teriak. Lo nggak malu di lihatin banyak orang?".

Zosi mengendarkan pandanganya kesana kemari, dan benar saja saat ini mereka berdua telah menjadi pusat perhatian oleh beberapa orang yang berada di bandara ini. Zosi baru menyadari itu.

"Jadi, jangan berisik lagi oke?"

Zosi mengangguk. Amara mulai melepaskan bekapanya.

"Lo beneran mau pergi ra? Kasian dong gue, disini sendirian" ujar zosi sambil memasang tampang sok sedihnya.

"Kagak usah mulai nge-drama deh. Temen lo di sini banyak, bukan cuman gue doang"

"Tapi, Gue maunya ello"

"Kalau guenya nggak mau gimana?"

"Yaudah. Pergi aja sono!"

"Yakin nih? Gue pergi lo jangan nangis ya?"

"Idih. Siapa juga yang mau nangisin manusia kayak lo. Yang ada lo kali yang nangis nggak mau pisah sama gue"

"Ah, enggak tuh. Buktinya nih gue kagak nangis"

"Udah, lo nangis aja kalau mau nangis" timpal Amara lagi.

"Ishhh lo tuh bener-bener ya."

Amara terkekeh melihat wajah kesal Zosi.

"Sini dong peluk gue. Bentar lagi gue udah cabut nih".

Zosi menuruti kemauan Amara. " Zo, makasih ya selama gue di sini lo udah mau jadi temen gue. Makasih banget. Gue senang bisa kenal sama lo" ucap Amara disela-sela pelukan mereka.

"Sama-sama. Gue juga senang kok punya temen kayak lo. Ya, walaupun lo sedikit ngeselin sih".

Lagi-lagi amara terkekeh. " maaf gue nggak pamit sama lo"

"Nggak apa-apa. Yang penting sekarang kita udah ketemu".

"Jaga diri lo baik-baik ya disini. Inget makan, gue nggak mau ya, pas gue balik kesini lo malah makin kurus kayak tiang listrik".

"Makasih lo pujiannya. Sangat berkesan"

Amara tertawa, kemudian mulai melepaskan pelukanya.

"Gue cabut ya?"

"Bentar, gue mau ngasih sesuatu buat lo. Bentar ya", Zosi mulai mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah kotak berwarna merah muda dengan sebuah pita kecil di depanya. Zosi kemudian menyerahkan kotak itu kepada Amara.

"Bukanya jangan sekarang. Nanti aja pas lo udah sampe di jakarta"

Amara menatap kotak itu, tanpa di sadari kedua matanya sudah mulai berkaca-kaca.
Sekali lagi ia mulai memeluk Zosi. " Makasih banget Zo, gue ga bakal lupain semua kebaikan lo",

Zosi menepuk-nepuk punggung belakang Amara lembut. " Sama-sama. Gue juga nggak bakal lupain lo kok".

Amara melepaskan pelukanya kembali. " Gue cabut ya,"

"Iya, hati-hati"

"Bye Zo"

Amara mulai pergi meninggalkan zosi yang saat ini masih setia berdiri di depan pintu Bandara. Sedangkan zosi hanya tersenyum manis menatap kepergian Amara.

"KALAU UDAH SAMPE JANGAN LUPA KABARIN GUE YAAA"

Amara hanya melambai-lambaikan tangannya.

"SEE YOU YAA, GUE TUNGGU KEDATANGAN LO LAGI"  teriaknya sebelum Amara mulai hilang di pandanganya.

"Bye - bye Amara" batin Zosi kemudian mulai meninggalkan tempat ini.

***

Haloooo selamat datang di cerita pertama  saya. Saya harap kalian suka ya. Jangan lupa vote + komen juga. Terimakasih :))

Tertanda,

Si penulis amatir.

Follow ig : @wattpadKece buat spoiler part berikutnya hehe😂


Hai finito le parti pubblicate.

⏰ Ultimo aggiornamento: Nov 23, 2019 ⏰

Aggiungi questa storia alla tua Biblioteca per ricevere una notifica quando verrà pubblicata la prossima parte!

SCENARYDove le storie prendono vita. Scoprilo ora