" persahabatan"

4 0 0
                                        

  Hujan tidak terlalu deras namun cukup untuk membuat basah baju Sia gadis berumur 20 tahun,sia berteduh di bawah pohon rindang bersama tas lusuh yang ia taduh diatas kepalanya untuk menahan air hujan mengenai kepalanya.

   Didepan Sia melintas seorang lelaki,hanya sekilas Sia melihat lelaki tersebut, namun pandangan Sia tidak bisa lepas dari lelaki muda yang tenggah berlari menghindari hujan.

  

   Duduk dikursi  ditemani cemilan Sia menyelesaikan pekerjaannya,ingantan Sia tentang lelaki muda yang melintas didepannya saat hujan tadi menghentikan tangannya mengetik.

   Sia mengacak-ngacak rambutnya hingga seperti singga bangun tidur.

"Pagi datang matahari tepat dimuka Sia "

  Sia menutupi   dengan jari jemarinya yang imut.

   Manajer Aka memanggil sia untuk keruangannya ,mereka membahas tentang product baru yang sedang mereka kerjakan bersama dengan klien yang sangat mereka percaya.

   Sia berjalan pulang sambil berjalan dibawah trik matahari sore ditenggah ia berjalan ia melihat cafe baru diujung jalan dari kejauhan Sia berdiri,sia melihat lelaki muda yang tampan sedang membersihkan cafe.

  "  Dinda  "  nama yang muncul dilayar hp SIA

    Sia mengerutkan  alisnya dan mukanya  ia berpikir berkali kali sambil melihat nama yg tertera diponselnya.

  Sia akhirnya mengangkat telpon Dinda,Sia terjaga sepangjang malam yang membuat dinda terlambat kekantor.

  Sia  makan di cafe lelaki muda yg ia temui waktu hujan lalu,Selama Sia minum coffe latte  ia menikmati wajah rupawan lelaki itu tanoa tau namanya,

    Hingga sahabat Sia datang membangunkan Sia dari hipnotis kerupawanan lelaki muda itu

  Dinda dan Sia mulai mengobrol hingga larut.....,

      Suara hujan mulai menyamarkan suara tanggis Sia yang mengeras bersama hujan yg melebat seharian Sia berbaring ditempat tidur ditemani selimut hangat di sekujur tubuhnya,hingga suara pintu  terketuk

Tok.... Tok.... Tokkk..

  ............?????Sia... Sia.... Marchelia

Ting.... Tong..... Ting tong..... "suara bel pintu apartment sia"

Tiiit.... Tiiit.... Tiit " suara kode kunci kamar sia sedang dibuka "

    Jack masuk kedalam apartment Sia yg rapi seperti tidak ada kehidupan didalam apartment,jacki  meletakan sekantong makanan dimeja dapur dan segera memasak bubur untuk Sia,jacki menyiapkan makanan untuk Sia.

    Jack mengetuk pintu kamar sia

  Menarik selimut Sia yang menutupi mukanya dengan lembut menarik Sia kedapur untuk menyatap makanan yg jack buat.

   Sia duduk dimeja makan dengan badan seperti baju tanga hanger seperti tubuh tanpa tulang seperti daun terkena air panas,jacki menegakan bahu Sia dan menyuruh Sia makan.

  Sia pun makan walaupun hanya sedikit sambil menagis seperti anak kecil yang makan dipaksa..

  Jacki mendekat memeluk Sia mencoba menenangkan Sia namun tangisan Sia makin membesar seperti balon yang ditiup.

  Jacki dan sia duduk di sofa Sia menceritakan semua masalah yg ia lalui akhir akhir ini ia juga bercerita tentang lelaki rupawan yang bekerja di cafe depan kantornya hingga manajer dikantornya yang menyukai sia.

  Lelaki rupawan yang bekerja di "cafe alkasia " tepat didepan kantor Sia adalah teman sewaktu "SIA SMA"  Sia yang fokus bercerita tentang Al    jacki melamun menginggat moment sma mereka bertiga.

  Jack... Jack.... Jacki wijaya anak bapak kepala direktur

   Suara  sia yang keras membuat lamunan jacki buyar ambyar kemana mana..

  Setelah semua masalah ia ceritakan pada jack sia merasa sesikit lega dibanding awal tadi jack membawa Sia keluar ketaman untuk mencari udara segar.

  Sia tidak sengaja berpapasan dengan AL FRANS JAYA  tetapu Al tampak tak mengenali Sia yang membuat muka sia binggung beberapa langkah Al melewati Sia Al menghentikan langkahnya dan memanggil sia dan menanyakan tentang dirinya.

  Dari hari itu Sia dan Al semakin sering bertemu dan berbagi suka duka bersama tidak lupa juga dengan Dinda, Jack bersama mereka,.

mereka melewati semua bersama dari konflik persahabatn sewaktu mereka Sma konflik keluarga Sia hingga masalah besar yang menimpa mereka masing masing,membuat  mereka terpecah hingga sekarang menyatu kembali.

Flashback..... Pada telfon Dinda

   Ditelfon tersebut dinda menjelaskan semua masalah yang membuat  mereka terpecah... Yang membuat Sia memikirkan masalah tersebut hingga berhari hari sia tidak makan bahkan bangun dari tidurnya.

   Dinda mengatakan jack dan Al bertengkar karna Sia sewaktu Sma kelas 2 mereka bertengkar tentang siapa yang akan menjaganya.

   Kedua orang tua Sia sudah berpisah tidak ada yang mau mengasuh Sia yang membuat Sia berjuang sendiri hingga menemukan  tiga sahabat konyol yang melengkapi hidupnya.

Dan akhirnya semua masalah terselesaikan dan Sia kembali bersama sahabatnya dan mendapatkan lelaki yg ia cintai


End'~

  

   

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 22, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

SIAStories to obsess over. Discover now