"Gue sebenernya suka sama lo, terus lo mau ya jadi cewek gue" ucap manusia yang lama menghilng entah kemana
Namun, Ayahhh!!!
Akankah aku tetap mencintainya?
Tetapi dia hampir membunuhmu, yahh...
Akh mungkin perasaan ini harus ku pendam sendiri.
Ha...
"Perkenalan memang biasanya sangat mengesalkan, sama-sama belum tahu sifat aslinya."
**********
Rissa's Pov
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Namaku Rissa Queentanisha, panggilan akrabku Rissa. Aku anak kedua dari pasangan suami istri bernama Lisa dan William. Aku berumur 16 tahun, aku merasa bahwa sudah cukup besar, tetapi hari-hariku tidak sebebas kalian. Ya, karena kedua orang tuaku melarangku bepergian sendiri, entah apa ysng membuat mereka seperti itu.
Hari ini hari sabtu aku ingin sekali keluar untuk bermain dengan teman-temanku. Mulailah aku merayu bunda dengan tatapsn manja.
"Bund, Rissa mau main sama temen boleh yaa..." bujukku tersenyum kecil.
"Ngga boleh!" sahut ayah dengan nada tinggi.
"Tapi yaah, Rissa udah besar. Udah 16 tahun juga." jelasku, aku mulai kesal dengan keadaan ini.
"Nah, Rissa baru 16 tahun. Belum punya SIM, 'kan? Nanti juga kalo ada penculik, gimana?" ucap Ayah panjang lebar.
"Bundaaa..." rengekku dan aku mulai kesal dengan keadaan ini.
"Sayang, semua yang dibilang ayah itu benar nak." perkataaan bunda semakin membuatku kesal.
"Mending gini aja, nanti malem temen ayah sama anaknya dari Amsterdam mau ke sini, kamu sama Pak Aziz jemput mereka jam 19.00."
"Tapi kan yaahh, Rissa belum kenal merekaa..." rengekku, siapa orang yang dimaksud ayah? Ah, biarlah.
"Rissa lupa ya? Dulu Om Gavin pernah ajak kamu jalan-jalan sama Kenzie anaknya." jelas bunda.
"Ha? Kapan? Rissa ngga tau." elakku.
"Dulu. Intinya kamu nanti malem jemput aja mereka ikutin kata ayah." bunda menatapku dengan sinis, hingga aku tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti kata mereka.
"Iya bund."
🌈
Tanpa kata-kata lain akupun langsung pergi ke kamar untuk mencari baju yang cocok untuk ku pakai nanti malam. Sambil menunggu azan maghrib berbunyi ku tunggu dengan membuka Instagramku, aku berniat untuk mencari akun milik kenzie namun tidak menemukannya karena aku tidak mengetahui nama lengkap Kenzie. Tak selang lama azan maghrib pun berkumandang, aku segera mengambil air wudhu dan melaksanakan tugasku sebagai seorang muslim.
Rissa's POV end.
🌈
Setelah Rissa melaksanakan sholat maghrib ia langsung bersiap dengan memakai kaos berwarna abu-abu dan celana jeans berwarna biru dongker dan memakai sepatu berwarna pink.