gua mau ceritain gimana gua bisa sesuka itu sama Rain, gimana gua gabisa idup tanpa Rain, gimana seorang cinta bisa ngelakuin apa aja demi Rain.
saat masih di bangku SD, Cinta adalah teman satu sekolah Rain. Cinta gadis kecil yang sangat menyukai hujan, suka menari ditengah derasnya hujan, menikmati setiap butir air yang menempel pada badan yang mungil itu. Cinta masih kecil. Namun, cobaan tidak pernah melihat dirinya yang masih kecil, yang masih membutuhkan kasihsayang dan pelukan. Cinta yang masih kecil juga ingin bermain dengan teman, tertawa, dan bahagia. Namun, lagi-lagi tuhan selalu berkata lain. Cinta dari kecil tidak mempunyai teman. karena Cinta dari orang yang tidak punya teman-teman selalu merendahkan Cinta, Namun, bukan tanpa alasan Cinta terlahir dari keluarga yang tidak mampu. Ibu Cinta, Ibu yang paling Cinta sayangi di dunia ini, teman terbaik Cinta. Ibu sakit keras saat Cinta masih sangat kecil, dari Cinta kelas 1SD sampai Cinta kelas 5SD, Cinta tumbuh sendiri bersama Ayah. Namun, Ayah sibuk untuk mencari uang untuk membayar biaya rumah sakit Ibu yang tentu tidak murah. Ayah berangkat pagi sebelum Cinta bangun dan pulang ketika Cinta udah tidur. Cinta bangun sendiri, Cinta bersihin rumah sendiri, lalu Cinta siap - siap berangkat ke sekolah. tentu, cinta si gadis mungil tidak bisa caranya berdandan dengan baik, Cinta tidak mengerti caranya menata rambut seperti anak-anak lainnya yang rapi karena mereka mempunyai Ibu disisi mereka. Cinta berangkat naik sepeda ontel yang jaraknya dari rumah ke sekolah cukup jauh.
Singkat cerita, banyak teman yang selalu menghina Cinta, yang katanya Cinta jelek, miskin, bodoh, dan sebagainya. mereka juga suka menyuruh-nyuruh Cinta seperti pembantu. tapi Cinta tetap harus tahan karena bagaimanapun Cinta harus tetep sekolah. Sampai pada suatu hari, Cinta benar-benar sudah tidak kuat, Cinta lelah, Cinta ingin menangis. Cinta berdoa agar tuhan menurunkan hujan karena Cinta ingin menangis bersama hujan, Cinta ingin dipeluk angin dan rintihan hujan. tak lama hujan pun turun dengan derasnya. Cinta yang sedang perjalanan pulang dari sekolah itupun langsung menjatuhkan sepedanya dan berdiri di tengahnya hujan, menangis se kencang-kencangnya di tengah derasnya hujan. hingga ia melihat seorang laki-laki yang mungil berjalan menghampirinya dengan baju yang basah. mungkin, ia habis menikmati indahnya hujan. hujan juga indah buat Cinta. Namun, saat itu Cinta sedang sedih sampai lupa akan indahnya hujan. iya, dia Rain. lelaki yang menghampiriku dengan senyuman manisnya, dengan mata indahnya, dan dengan kelembutan hatinya. Rain menghampiri Si gadis kecil Cinta dengan senyuman dibibirnya dan berkata "hai aku Rain, mau main ujan-uhan an?ayok main ujan-ujan an sama aku, Rain suka hujan, makannya nama ku Rain, nama kamu siapa? sepertinya aku pernah melihatmu" ucap si Rain yang masih polos dan manis itu. "namaku Cinta, aku memang satu sekolah denganmu aku dari kelas 4c" kata Cinta pada Rain. "owh Cinta, hehe kamu lucu rambutmu seperti oranggila yang berantakan tapi kamu lucu (sambil tersenyum dan tertawa kecil)" ujar si Rain yang dengan polosnya, "kamu kenapa disini? ayo main hujan, hujannya indah" belum usai aku menjawab pertanyaannya Rain menarik tanganku, mengajakku berlari menikmati indahnya rintihan hujan, mengajakku menari dan merasakan tertawa ditengah derasnya hujan. dan sejak saat itu aku sangat menyukai hujan, dan sangat menyukai mu Rain.
YOU ARE READING
RAIN
Teen FictionIya, benar. Aku tidak bisa menyalahkan siapapun. Cukup mengetahui bahwa tuhan menciptakan seseorang sepertimu, aku bahagia Aku Cinta Cantikka Anggiya, iya nama yang cantik dan penuh kasih sayang. Namun, tidak secantik dan seindah hidupku.. Penasaran...
