1

27 5 1
                                        

Kriiingggg...

Alarm berbunyi, sudah berkali-kali berdering dengan berisik, tetapi pemiliknya terus saja terlelap. Sesekali wanita itu bergerak guna menutupi kupingnya jangan berharap ia akan terbangun, mustahil baginya untuk bangun tidur tepat waktu. dasar kebo.

Cklek'

Lelaki jangkung bernama Angga winata menghampiri wanita cantik bernama Alea winata sang adik kesayangan saking sayangnya sampai ingin membuang adik laknatnya itu.

"WOY BANGUN, UDAH JAM BERAPA INI? LU GAK BANGUN GUE TINGGAL" Teriak Angga dengan heboh

"APASI LU BANG BERISIK BANGET, ALE MASIH NGANTUK TAU GA SIH" tak kalah teriakan melengking dari Alea

"Bangun le bangun, liat jam berapa?" Geram Angga sama adiknya itu, bosan rasanya harus membangunkan adiknya terus, untung ia sabar.

"Ish berisik, iya iya ini Ale bangun" ucap Alea dengan ketus sambil mengusap matanya, siapa tau ada beleknya nanti ia tak cantik lagi kan bahaya

"Le, liat jam coba, jangan santai gitu napa, lu kalau lama gue tinggal" Angga memutar bola matanya jengah melihat kelakuan Alea

Alea memiringkan kepalanya untuk melihat jam yang berada di dinding kamarnya "APA?? GILA KESIANGAN LAGI" teriak ale dengan oktaf yang sangat tinggi lalu ia lari ke kamar mandi

"MANA PERNAH SIH LO GAK KESIANGAN?? KEZEL GUE SAMA LO" teriak Angga agar terdengar adiknya itu

"ABANG IH BERISIK" teriak Alea dari kamar mandi

"Sabar kan hati Angga ya allah" melas Angga dengan gerakan tangan seperti berdoa, lalu ia cekikikan sendiri, sepertinya adik dan kakak itu tidak waras.

-----------------------------------------------------------

Di koridor sekolah terlihat dua orang, adik dan kakak itu berlari menuju kelas masing-masing, karena bel telah berbunyi 15 menit yang lalu, untung saja mereka bisa merayu pak bejo, satpam sekolah dengan selembar duit berwarna hijau, dasar satpam mata duitan.

"Gara-gara lu kan le, ceban gue melayang, padahal kan gue mau makan baso 3 mangkok hari ini" protes Angga, iya Angga siapa lagi yang sering berantem dengan Alea

"Perut mulu lo, yang penting bisa masuk sekolah kalau alfa lo bisa dicoret papah dari Kartu Keluarga bang, hih serem" ucap Alea dengan gelagat pura-pura ketakutan

"Sabar gue sama lo le" ucap Angga lalu ia pergi meninggalkan alea dan menuju koridor kelas 12 untuk masuk kekelasnya, lelah ia berhadapan dengan Alea

"Hufft, daku ditinggal" ucap Alea dan langsung pergi ke koridor kelas 11 menuju ke kelasnya 11 Ipa 1, sebenarnya ia harusnya masih berada di kelas 10 tetapi karena ia sangat pintar akhirnya ia mendapatkan kelas akselarasi satu tingkat jadilah ia berada di kelas 11, akhirnya ada yang bisa dibanggakan.

Cklek'

Alea membuka pintu kelas nya dengan takut, takut gurunya sudah dikelas karena guru di jam pertamanya adalah pak rehan yang merupakan guru killer disekolah ini, betapa dag dig dugnya jantung Alea untuk menerima kenyataan. Dan wow nya ternyata pak rehan belum datang, sekarang terlihat anak-anak kelasnya asa yang sedang bercanda ria, mengutek kuku, baca buku. Dan kabarnya pak Rehan sedang ada dinas keluar sekolah, sungguh kebaikan apa yang telah ia lakukan sampai seberuntung itu.

Setelah itu ia melihat-melihat keliling kelas mencari sosok paling ter-terbaik dalam hidupnya, karena tak menemukannya ia menelungkup kan kepalanya di lipatan tangan yang bertumpu pada meja. Tak berapa lama ia merasa kepalanya di elus-elus oleh seseorang, Alea tau itu pasti sosok yang ia cari tadi, Arka revano sahabat kecil Ale yang selalu bersama nya sampai sekarang. Ale mendongak lalu tersenyum cerah melihat tebakannya benar, ya tentu saja benar, dari tk sampai sekarang mereka sama-sama, sama sama juga mendapatkan kelas akselarasi, sangat hebat bukan?.

"Lo dari mana ka?" Ucap Alea dengan mengintrogasi dengan bibir cemberut

"Toilet, kenapa tuh bibir?" Ucap Arka dan juga menyubit bibir Alea, ia gemas melihat kelakuan perempuan itu.

"Gue sebel sama bang Angga, kenapa sih ngomel-ngomel terus, mana suka teriak-teriak kayak di hutan juga kan kuping gue sakit ka" ucap Alea dengan menggerutu sambil mengusap kupingnya seakan-akan kupingnya bener-bener sakit

Arka hanya melihat Alea dengan tangan kiri menumpu kepalanya dimeja dan menghadap Alea lalu yang ia lakukan hanya senyum yang tak tertahankan melihat betapa lucunya sahabatnya itu kalau menggerutu seperti itu.

"Ih Arka kenapa malah senyum senyum doang ih" kesal Alea merasa tak didengar kan

"Lo cantik kalo lagi marah gitu"

ALEA.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang