Byun Baekhyun : The Omega Colored

7.9K 601 57
                                        

Omega kecil itu masih berusia enam tahun ketika sang ayah meninggalkannya seorang diri di sebuah tempat yang tidak diketahuinya. Omega itu hanya bisa memeluk lututnya dengan udara malam yang sangat tidak pantas untuk seusianya.

Kini, aroma asing menyeruak memasuki indera penciumannya. Begitu menyesakkan hidung kecilnya. Awalnya biasa saja tapi lama-lama tidak mengenakkan. Seperti itulah kira-kira.

Lalu dia berdiri dan berjalan untuk memasuki ruangan yang seluruhnya bercat putih. Terlihat banyak pria dewasa berjas putih berjalan kesana kemari sembari membawa beberapa kertas di tangan mereka.

Pertanyaannya hanya satu.
Siapa mereka semua?

Kehadirannya membuat atensi salah satu pria dewasa disana teralihkan. Terkejut dengan hadirnya bocah kecil yang cantik dan menggemaskan itu. Lama-lama kehadirannya dirasakan oleh seluruh pria dewasa itu dan membuat banyak pasang mata hanya terfokus pada dirinya.

Pandangan itu terasa menakutkan baginya. Maka secara perlahan kaki kecilnya melangkah bergerak mundur.

Salah satu professor berjalan mendekatinya. Menatap lebih dekat pesona menakjubkan si omega.
Matanya berwarna merah pekat, seperti darah.
Rambut pirangnya terlihat sangat cocok dengan kulit putih bersihnya.
Kombinasi yang sempurna.

Professor itu berjongkok, menyesuaikan tingginya dengan omega itu. "Namaku, Yunho. Siapa namamu, omega?" tanya professor itu seraya tersenyum. Perlahan dia membalas senyuman si professor.

Menyadari hanya gelengan yang didapat sebagai jawaban, professor tampan itu bertanya kembali.

"Wajahmu terlihat tidak asing. Mirip dengan seseorang...."

"Kenapa kau berada disini? Dimana orangtuamu, sayang?" tanya Yunho lagi. Tetap saja, jawaban omega itu tidaklah lebih dari sekadar keterdiaman.

Yunho menghela napas. Sepertinya ada masalah hingga membuat omega itu terdampar di Laboratorium miliknya malam-malam seperti ini.

"Kau cantik sekali. Bahkan lebih cantik daripada putraku." pujian sang professor membuat kedua pipi omega kecil nan menggemaskan itu merona hingga menjalar ke telinganya.

"Mulai sekarang aku angkat kau menjadi anakku. Namamu adalah Byun Baekhyun."

Byun Baekhyun?
Nama yang begitu indah.

Tanpa tahu bahwa nama itu akan menghapus sisi kelam dari kehidupan masa lalunya.

.

Baekhyun melangkahkan kakinya memasuki halaman sekolah. Para murid disana memandang kagum karena kecantikan omega itu. Pujian yang membuatnya sudah bosan dan jenuh itu tidak ditanggapi lagi.

Rambutnya pirang dan matanya hitam kelam. Siapa yang tidak terpesona melihatnya?
Walaupun hanyalah hal yang sederhana, tapi mampu menghipnotis semua orang agar selalu tertuju pada dirinya.

Meski wajah yang ditunjukkannya datar-datar saja, tetapi Baekhyun tetap seperti biasanya. Secantik biasanya. Semanis biasanya. Seimut biasanya.

"Bukankah dia bukan warga asli disini? Kenapa dia bisa bersekolah disini?" suara itu menghentikan langkah Baekhyun yang hanya tinggal beberapa langkah lagi akan memasuki kelas.

Baekhyun berbalik dan memandang dua omega yang berdiri tak jauh darinya dengan tatapan tajam. Tangannya sudah meraih dan memegangi gagang pedangnya, sudah siap menikam mereka kapan saja.

Mungkin kalian berfikir sekolah seperti apa yang memperbolehkan muridnya membawa senjata? Tetapi disini adalah hal yang biasa. Bahkan kedepannya kalian akan menemukan sesuatu yang bisa dibilang lebih dari ini.

"Benar sekali. Bukankah sekolah kita melarang keras orang asing untuk menimba ilmu disini?" sahut salah seorang omega lainnya.

Baekhyun semakin memanas. Hatinya gerah, matanya mengkilap marah. Tangannya masih setia memegangi gagang pedang miliknya.

"Jangan-jangan dia memohon-mohon kepada pemerintah agar memperbolehkannya bersekolah disini. Dia bahkan omega tak berguna-"

"Katakan itu sekali lagi dan pedangku akan menembus jantung kalian berdua begitu saja."

Ancaman itu membuat kedua omega yang asik bergosip ria itu membeku. Mereka membalikkan badan dan mendapati Baekhyun tengah mengarahkan pedang miliknya kearah mereka. Sekaligus bergidik ngeri akibat tatapan menusuk dari omega itu.

Mereka berdua lari begitu saja. Meninggalkan Baekhyun yang mendengus kesal seraya memasukkan kembali pedangnya.

Tapi langkahnya terhenti kembali. Ketika teringat akan perkataan dua omega itu mengatakan bahwa dirinya tak berguna, membuat Baekhyun terdiam.

Orang-orang hanya tidak tahu bahwa kekuatan Baekhyun sangat berbeda dari yang lain.

.

Baekhyun ditarik dengan begitu kuat memasuki ruangan gelap dan kotor. Beberapa omega yang membencinya mengelilingi dirinya dengan seringaian sekeji iblis.

Ini menyakitkan, sekaligus melelahkan.
Setiap hari tanpa henti. Membuat Baekhyun benar-benar muak dengan tingkah para omega disekolahnya itu.

"Siksa saja dia! Bukankah dia selalu mencari perhatian para alpha disekolah? Menjijikan sekali!" ujar salah satu omega.

"Bagus sekali dia meninggalkan senjatanya dikelas! Dia tidak akan bisa melawan bukan?" sahut omega lain.

Dan terjadi lagi.
Siksaan-siksaan yang tak pernah berhenti, bahkan terus bertambah yang membuat Baekhyun merasa tak sanggup menerimanya lagi.

Dipukuli.
Ditampar.
Disiram dengan air dingin.
Bukankah mereka begitu kejam? Menjadikan omega yang tak bersalah menerima akibat dari perbuatan keji mereka.

"Tinggalkan saja dia! Sekarang ayo pergi."

Begitu selanjutnya. Tanpa rasa iba, mereka meninggalkan Baekhyun yang tak berdaya seorang diri didalam ruangan yang gelap itu.

Namun, tak ada satupun dari mereka yang menyadari bahwa warna mata Baekhyun yang awalnya hitam kelam telah berganti menjadi merah sepekat darah.

Merah.
Ya, itu dia.
Sisi Baekhyun yang begitu lemah.

.

.

.

.

Siapapun yang baca terima kasih!1!1!
Untuk penjelasan lebih lanjut akan ada dichap selanjutnya!1!1!

02/01/20

ACTIVATION : Hidden Power | chanbaekWhere stories live. Discover now