Sang mentari belum muncul sama sekali di ujung timur sana, namun sang Ratu sudah terbangun dari tidur nya yang sama sekali tidak nyenyak itu. Rasa sakit yang begitu luar biasa di perutnya berulang kali membuat nya terbangun dari tidurnya. Dari tengah malam hingga fajar, dia hanya bisa menggigit bibirnya keras dan mengelus perutnya yang sudah cukup besar itu.
Umur kandungan nya masih 8 bulan, tapi malam ini dia merasakan perutnya seakan akan sudah siap untuk meledak. Tak tahan dengan rasa sakit itu, dia pun menjerit kesakitan dan berhasil membuat sang Baginda Raja terbangun pula dari tidur nyenyak nya.
Rasa panik disertai rasa takut dan juga dinginnya pagi hari membuat sang Raja kalang kabut, dengan kencang dia berteriak memanggil para penjaga dan juga tabib istana untuk menolong istri tercintanya.
Para tabib berhamburan memasuki kamar sang Raja untuk langsung mengecek kondisi kandungan sang Ratu.
Rupanya air ketuban sang Ratu sudah pecah. Sang penerus kerajaan mau tidak mau sudah harus di keluarkan dari rahim sang Ratu. Dia terlahir prematur, namun dia lahir dengan kondisi sehat.
Ya, dia seorang putri. Dia lahir dengan mata berwarna biru yang begitu indah, kulit putih bersih bagaikan salju, dan juga rambut pirang tipis bak Surai singa itu pun sudah tumbuh di kepala mungilnya itu.
Dia lahir bertepatan dengan munculnya sang mentari pagi. Bahkan sang mentari pagi pun sudah menyambut kedatangannya ke dunia ini.
"Selamat datang putri cantikku, Emma. Terlalu bosan ya berada di dalam sana ?" Ucap sang Baginda Raja kepada Putrinya sambil di susul gelak tawa. "Sayangku, lihatlah betapa cantiknya putri kita, bukankah dia melebihi cantiknya bidadari surga ? Terimakasih sayang sudah memberikan kecantikan mu padanya." Goda sang Raja pada istri tercintanya sang Ibunda Ratu.
Ya, tak sia sia perjuangan mereka selama 5 tahun untuk mendapatkan seorang penerus.
Emma tumbuh menjadi seorang putri yang cukup tomboy dari kalangan Putri² kerajaan lain. Dia jauh lebih sering berlatih untuk berperang dan berburu di bandingkan harus berlatih menjahit dan juga untuk di lukis.
Fisiknya memang secantik dan sesempurna bidadari. Namun mental dan juga perilaku nya benar benar seperti seorang panglima perang.
Jangan ragukan juga bakat berburunya, bahkan dia bisa membunuh seekor serigala dengan satu kali memanah dari atas pohon Pinus yang tingginya lebih dari 25 meter itu.
Bahkan pelatih kerajaan saja sampai kewalahan karena Emma selalu memintanya untuk selalu melatihnya setiap hari.
Tapi jangan khawatir. Emma juga menguasai hal hal lain, seperti menjahit,memasak, melukis, memahat,dan banyak lagi.
Kerajaan mana yang tidak menginginkan penerusnya menjadi penerus yang tidak berbakat dan tidak berguna sama sekali ? Tentu saja tidak ada kan.
Memang, Emma cukup jarang menggunakan Gaun, dia selalu menggunakan kemeja dan juga celana panjang kemanapun ia pergi. Jangan lupakan pedang kesayangannya yang selalu ada di pinggang sebelah kirinya itu.
Sang Raja sebenarnya sangat sangat ingin melihat putrinya berjalan dengan anggun dengan mahkota yang selalu terpasang di kepalanya dan juga melihat putrinya merias dirinya sendiri di kamar megahnya.
Berbeda dengan sang Raja, sang Ibunda Ratu justru sangat sangat membebaskan putri satu satunya itu ingin berpenampilan seperti apa. Tapi juga diam diam ia juga ingin putrinya berpenampilan begitu cantik menggunakan gaun gaun yang selalu Baginda Raja buatkan untuk putri tercintanya itu.
Tak bosan bosan sang Ratu selalu berkata pada sang Raja untuk bersabar menunggu waktu yang tepat. "Suamiku, percaya padaku. Anak kita pasti akan berubah drastis jika dia bertemu dengan yang namanya cinta." Ucap sang Ratu.
"Tak pernah bosan aku mendengar nasihatmu. Aku juga percaya itu, karena aku masih ingat perjuangan seorang tuan putri yang berjuang menjadi feminim untuk mendapatkan diriku." Balas sang raja sambil tertawa. Sang ratu hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa malu.
YOU ARE READING
Jasmine Tea
FantasySemua orang selalu memanggil ku si bidadari ber-rambut pirang. Tapi bagiku fisikku ini sangatlah tidak cocok dengan semua hobi dan juga sebagian besar bakatku. Tapi entah bagaimana ceritanya,aku bertemu seseorang yang membuatku memiliki keinginan u...
