Chapter 1 - Kau Bukan Rumah

42 8 16
                                        

Cuma mau bilang, INI SPESIAL ULTAH TEMAN A.K.A SEO MYEONGHO A.K.A THE8🎉🎊💙 Udah yuk Let's gidit 😄
.
.
.
🏡🏡🏡

Kukira kau rumah..
Nyatanya kau cuma aku sewa..

-Yein POV-
Hujan turun lagi. Membasahi bumi dan seisinya. Aku menatap jendela kelasku. Lelehan air hujan mengalir disana. Langit berwarna kelabu. Entahlah.. mereka sangat menarik dan mengalihkan seluruh atensiku hingga aku tidak lagi mengerti apa yang sedang dibicarakan dosen tua itu didepan kelas.

"Nona Lee?"

"Ah ya, Sir?" Aku berdiri dari kursiku merasa dosen tua tadi memanggilku . Namun yang kudapati adalah temanku, Seo Myeongho sedang tertawa terbahak-bahak dan menunjuk tepat didepan wajahku.

"HAHAHAHAHAHA KAU ITU! EKSPRESIMU ITU LUCU SEKALI HAHAHAHAHA!!" Dia masih terus tertawa. Oke, aku mulai sebal padanya.

"Ya, terus saja tertawa seperti itu." Myeongho tau aku mulai kesal, ia pun menghentikan tawanya dan tersenyum.

"Habisnya kamu sih. Aku panggilin dari tadi tapi kau tidak menyahut. Ku panggil 'Nona Lee' kau langsung berdiri lalu menjawab seolah aku ini dosen. Sebegitunya kau hormatnya yaa kau sama dosen tadi? Hahahaha,"

"Aku bahkan tidak tau kau memanggil, Seo Myeongho. Kupikir benar-benar dosen yang memanggilku tadi. Ternyata semua sudah keluar," Ujarku sedikit kesal karena Myeongho terus menggodanya.

"Apa sih yang sedang kau perhatikan sampai tidak sadar kelas sudah bubar 15 menit yang lalu?"

"Tidak ada." Jawabku singkat.

"Eyy~ kau bohong. Pasti ada pria tampan yang kau suka dibawah sana kan?" Tanya Myeongho sambil menunjuk ke arah jendela. Saat ini aku berada di kelas atas.

"Tidak."

"Bohong, yaaa?" Myeongho masih menggodaku.

"Kubilang tidak ada." Aku pun mengambil tas ku dan segera beranjak keluar kelas.

Seo Myeongho bodoh, pikirku.

"Hey, Yein! Tunggu!"

Myeongho mengejarku. Dan ketika aku hampir sampai ke depan pintu kelas, ia menarik tanganku. Aku yang refleks berhenti kemudian berbalik menatapnya. Pria tinggi itu berdiri di hadapanku sambil tersenyum. Sial. Dia semakin menawan dengan senyumnya itu.

"Hey, jangan marah. Aku hanya bercanda,"

"Aku tidak marah," Aku menunduk. Tidak. Bukan aku menghindarinya, tapi wajah sialan itu benar-benar membuatku terpana.

Ya. Aku jatuh cinta dengan teman dekatku sendiri.

Myeongho menarik daguku lembut membuatku harus bertatapan dengannya. Ya Tuhan Myeongho, tidak sadarkah kau dengan apa yang kau perbuat pada hatiku? Aku berteriak didalam hati.

"Tatap aku, Yein. Aku tau kau marah. Maafkan aku, ya?" Ujarnya, sedikit mengacak rambutku pelan kemudian menyusurinya. Mengelusnya dengan lembut dan tetap mempertahankan senyum menawannya itu. Aku menikmati setiap perbuatannya.

"Ayo, kau mau makan apa? Aku traktir. Sebagai permintaan maafku, hehe," Ia menggandeng tanganku lalu mengajakku keluar kelas. Aku masih terdiam.

Sesampainya di parkiran, Myeongho langsung mengambil motornya dan kami pergi ke cafe De Caratnity-- yang terbilang cukup jauh dari area kampus.

"Kau mau pesan seperti biasanya?" Tanya Myeongho begitu kami sudah sampai di dalam cafe. Aku hanya menganggukkan kepala.

"Oke baiklah, princess tunggu disini saja ya. Akan ku ambilkan pesananmu." Ia mengusap rambutku kemudian berjalan menuju tempat pemesanan. Jantungku hampir lepas dari tempatnya. Tidak taukah ia bahwa setiap perlakuannya padaku selalu membuatku hampir pingsan ditempat? Aku mendengus kecil.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 26, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

RUMAH 🏡 [Xu Minghao SVT]Stories to obsess over. Discover now