Prolog.

129 14 10
                                        

Untuk kesekian kalinya.lagi lagi orang tuanya mengarahkanya seperti robot mengatur semua kehidupannya dengan kehendak mereka sendiri, sejak kecil semua tujuan hidupnya sudah ditentukan, yahh tidak heran ia dibesarkan dalam keluarga kaya raya yang memiliki aturan hidup yang sudah dijalankan turun temurun dikeluarga itu.

"Papa dan Mama sudah memutuskan untuk menjodohkan kamu dan tidak ada penolakan."

"Apaaaa? Dijodohkan?" Bentak Tae seraya berdiri dari kursi yang didudukinya. Wajah yang kini tengah memerah, nafas yang menggebu-gebu menunjukan bahwa ia sudah sampai pada batas kesabarannya, kali ini ia tidak bisa menahan emosi lagi sudah cukup hidupnya dikekang .

Selama ini ia sudah melakukan yang terbaik untuk menuruti semua keinginan orang tuanya tanpa celah sedikitpun, menjadi siswa terpintar di sekolahnya , memenangkan hampir semua penghargaan eks-school, pandai dalam setiap bidang olahraga, dan mengikuti hampir setiap les dengan tutor pribadi yang memang sengaja dibayar oleh orang tuanya untuknya, pertemanan yang dibatasi, semuanya telah ia lakukan dan sekarang ketika ia baru saja lulus SMA dan memasuki usia 20 tahun, dimana dirinya sudah menjadi orang dewasa. Waktu telah dia tunggu-tunggu selama ini akhirnya tiba, pikirnya dengan usianya yang sekarang ia bisa menajalani hidupnya dengan kehendaknya sendiri namun yang terjadi, bencana yang lebih besar akhirnya datang lagi padanya.

....

.

.

.

Praaaannnggggg.......

"Dasar pembawa sial! Enyahlah dari hadapanku." Bentak pria itu.

Gadis yang sudah bangun sejak pagi buta hanya untuk menyiapkan sarapan dan segala perlengkapan kerja suaminya itu , kini hanya menunduk dihadapan suaminya , badan yang gemetar dan tangan yang menutupi mulutnya menahan isakan tangis. Gadis itu kini berlutut membersihkan pecahan piring dilantai akibat ulah suaminya. sedangkan sang suami berlalu begitu saja.

"non, biar bibi saja yang membersihkanya, tangan non bisa terluka." Seorang wanita paruh baya datang menghampiri dan membantunya membersihkan pecahan beling yang sejak tadi memang telah melukai jari cantiknya.

Sudah dua tahun pernikahannya, namun ia masih tetap menjadi orang asing dirumah itu, terutama bagi suaminya, bukanya ia tidak menyadari alasan mengapa suaminya sangat membencinya, dia sangat paham , bahwa perjodohan kedua orang tua mereka adalah bencana bagi suaminya.

Jisoo , gadis manis dengan manik yang indah rambut panjang yang membuat dirinya terlihat sangat anggun tidak ada cacat sedikitpun pada fisik wanita itu, siapapun yang melihatnya tidak dapat memungkiri betapa cantik wajahnya. Namun mengapa suaminya sangat membencinya , baiklah katakanlah karena perjodohan tapi mengapa status pernikahan mereka, hubungan mereka, ia dilarang oleh suaminya mempublikasikan pada orang-orang bahwa mereka adalah suami istri?

 Namun mengapa suaminya sangat membencinya , baiklah katakanlah karena perjodohan tapi mengapa status pernikahan mereka, hubungan mereka, ia dilarang oleh suaminya mempublikasikan pada orang-orang bahwa mereka adalah suami istri?

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Kim TaeHyung  (suami jisoo)

Kim TaeHyung  (suami jisoo)

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Jisoo (Istri Tae)

(Vsoo) PromiseStories to obsess over. Discover now