"Hal yang membuat ku kukuh untuk tetap bersama mu ,adalah kekurangan yang kamu miliki. Disaat semua mengabaikan mu tapi aku mencoba untuk selalu berada didekatmu dan tak pernah meninggalkan walau hanya sedetik."
Rei hanya bermenung menatap bayangan yang membuatnya ingin menangis sendiri ditengah heningnya malam yang begitu menyengat.
Rei tak tau entah setan apa yang meracuni otak nya hingga tanpa sadar kata itu terucap dari mulutnya .
Ternyata rei sadar bahwa rasa yang ia mliki itu benar tulus untuk biel.
Setelah kejadian tadi siang. Biel di keroyok oleh teman teman nya yang berbeda kelas namun mereka juga terkenal dengan keberandalannya. Tapi,mereka kompak.
Akan tetapi,biel hanya sendiri dan tak satu pun dari temannya yang sanggup untuk membela apalagi menolong biel.
Saat itu rei sedang berada dikantin yang cukup jauh dari kelas biel. Tapi alangkah terkejutnya rei saat salah satu teman sekelasnya memberi tau bahwa biel sedang berada diruang guru dan dikeroyok .
Kala itu reina bagai dihantam sesuatu yang membuat emosinya meluap seakan ingin menerkam dan menghajar balik orang yang mengeroyok biel. Jelas demgan perasaan berkecamuk rei mencari biel bahkan merasa tak tenang hingga ia bertemu dengan biel dan melihat keadaannya.
Rei mengkhawatirkan biel bukan karena dia menganggap nya sebatas sahabat , akan tetapi biel adalah seseorang yàng spesial dihatinya, meskipun hub an mereka masih dirahasiakan.
Akhirnya, bel menandakan istirahat selesai berbunyi.
Namun,rei masih berdiri dibalkon kelasnya , sambil menatap kelas biel dengan perasaan berkecamuk,ingin rasanya ia menampar orang yang dengan beraninya menyentuh biel.
Karena disana, rei dikenal oleh siapa saja . Apalagi cowok. Karena rei, anak yang cerdas dan dikenal ramah . Tak hanya teman temannya bahkan guru pun mengenal rei.
"Rei, masuk gih, gurunya dah dateng tuh"
Vena sahabat rei menganggetkan reina yang sedang melamun.
"Eh,iya ven. Udah dateng ya gurunya? Ohh ya ven, ntar temenin gua ke kelas gabiel lo mau nggak?"
Dengan tatapan mengiba , ven pun akhirnya luluh. Padahal vena juga tidak suka dengan keadaan kelasnya gabiel.
"Iya-iya rei. Apa sih yang nggak buat sahabat gua yang satu ini"
Senyum ven.
"Makasih ya ven".
Akhirnya mereka memasuki kelas.
Akan tetapi, saat dikelas reina hanya mendengarkan teman temannya membicarakan gabiel yang dikeroyok hati rei kembali gelisah memikirkan itu. Rei mencoba untuk menanyakan siapa yang mengkoroyok biel.
Akhirnya rei tau siapa pelakunya.
Emosi rei kembali meluap alan tetapi ia mencoba meredamnya karena ia tau gak mungkin dia melampiaskan kemarahannya sendiri,apalagi dia cewek.
15 menit sebelum istirahat sholat, rei mengajak ven untuk keluar. Sebelumnya ven dulu yang mengajak rei,
Ven ngajakin rei itu keluar untuk nemenin dia ke toilet, yaa rei nurut aja . Tapi tiba-tiba biel muncul dan menabrak rei .. rei kaget bukan kepalang, meliat biel yang lusuh, mata merah dan rambut acak-acakan .
Akhirnya istirahat sholat, saat rei berdiri diluar dan selesai menunggu ven dari wc. Rei bergegas masuk ke kelas biel. Semua cewek yang ada di kelas biel hanya bungkam seribu bahasa tak mampu berkutip. Malu malu dan sedimit segan ven sahabat rei mengikuti gadis manis itu memasuki kelas biel.
" biel, kamu nggak apa apa kan?, kemana teman teman kamu ? Kemana mereka, kenapa kamu sendirian biel?"
Biel hanya menundukkan kepalanya di meja dan menangis. Tanpa menjawab perkataan sepatah kata pun.
" biel, ada yang sakit? Bersihin dulu baju nya yang kotor itu ke toilet gih"
Namun masih tak ada jawaban dari biel .
Tak berapa lama teman laki laki biel bergerombolan masuk ke kelas dan menyapa rei, seakan tak terjadi apa apa.
Dengan tatapan kesal rei menatap teman temannya yang jahat itu, berlalu meninggalkan kelas biel, dengan vena.
Hai guyssss gimana ceeita barunya ??
Tolong dikasi votement yaa terimakasih❤
Assalamualaikum ..
YOU ARE READING
About You
Romanceitu hanya lelucon bagi mereka. yang menganggap semua yang aku lakukan itu bodoh! disaat itu yang aku butuhkan hanya kehadiranmu yang mampu menenangkan.
