chapter 1 : janji

50 6 0
                                        

Pagi itu sinar matahari menerobos masuk ke kamar jerin melalui jendela kamrnya untuk membangunkan jerin.dan benar saja,jerin terbangun ,dilihatnya alarm disampingnya. sudahjam 7.30

"haiss masih jam segini aja" jerin langsung menutup kembali wajahnya dengan selimut

"tunggu tunggu 7.30 ? ADUHHH AKU TELATTTTTTTTT" jerin langsung meloncat dari tempat tidurnya dan berlari ke depan kaca untuk merapikan wajahnya,sesekali ia melihat ke arah jam untuk memastikan bahwa ia tidak pantas untuk mendapatkan amarah dari bu jihyo lagi.mati akuuu batin jerinn.jerin langsung menuruni tangga rumahnya sembari membetulkan rok belakangnya

"jer-"

"DADAH IBUUUU AKU SUDAH TELAT MUAHH" ibunya kebingungan ada perlu apa anaknya bangun jam segini? Memakai seragam lagi,hari ini kan hari minggu

"jerinnn jerinnnn" ibu jerin memanggil jerin dengan suara lantang khasnya,ia keluar untuk memastikan bahwa anak semata wayangnya itu tidak kemana mana

" ifyah..ihbhu thidhak pherlu huang jhajan" seru jerin sambil mengunyah telur gulung buatan ibunya.sebelum jerin membuka pagar dan berangkat,ibunya sudah duluan menariknya

" ADA APA IBUUU ? AKU SUDAH TELAT,IBU JIHYO AKAN MENGELUARKAN KATA KATA MUTIARA MURNINYA JIKA AK-"

"hari ini hari minggu,aku yakin bu jihyo sedangkan berjalan dengan pacarnya sekarangg,mungkin jika ibu boleh berbangga hati,anakku ini sudah dapat gelar anak terrajin disekolah sopa " plakkk ! Jeri memukul jidatnya astagaaa betapa cerobohnya aku batin jerin,dengan muka masam ala jeruk nipisnya,jerin masuk ke rumah lagi sambil mengacak acak rambutnya.

"aigoooo....kau kurang tidur sepertinya jer...." seru ibunya sambil menyusul jerin ke dalam.jerin duduk di ruang makan dengan wajah lemah letih lesunya "sia sia sudah waktuku" gerutunya.diambilnya lagi satu gulung telur dan dimakannya dengan kasar,ibunya tau dia sedang kesal,sehingga ibu jerin mencari akal untuk membuat anaknya itu bersemangat lagi

" mau ke pantai?" seru ibu jerin sambil mencomot telur gulung 

" PANTAII ? IBU SERIUS ?" jerin terbelalak,ia hampir saja menjatuhkan telur gulung buatan ibunya.tanpa jawaban,ibunya hanya mengangguk angguk penuh arti

"ayo sekarang kita bersiap untuk kepantai,kalau tidak cepat bisa bisa kita tidak dapat parkiran" seru ibu jerin.senyum jerin melebar,ia cepat cepat naik ke kamarnya,diambilnya tas serta perlengkapan lain yang dibutuhkannya disana dengan semangat,tidak lupa ia membaw airpodsnya.

Akhirnya jerin dan ibunya berangkat ke pantai yang tidak jauh dari rumahnya,pantai permata namanya,jerin memandang ke pantai itu dengan dalam

"ah sudah lama tidak ke sini. Aku rindu sate kerang bibi hann" seru jerin,memang pantai ini adalah pantai seribu kenangan,disana jerin belajar berenang,disana pula ia mencoba memakan kerang pertama kalinya,tak lupa insiden bersejarah tenggelamnya kapal yang menewaskan banyak siswa disana.

" jer "

"hoh" seru jerin dengan wajar bengong

" kenapa kamu ?" tanya ibunya kwahatir

"ah ngga ada ma.kita makan kerang bibi hann yuk" seru jerin mengalihkan topik pembicaraan

Jarak antara parkiran dengan kedai bibi hann tidak terlalu jauh.sebagai bonus,disepanjang jalan banyak sekali turis yang tampan dan cantiknya tidak usah diperdebatkan lagi

"bibi hannnnnnnnnnnnnn " jerin berseru ke arah seorang bibi" tua yang sedang menjaga kasirnya

" jerin ?" bibi hann tergopoh gopoh keluar dari bilik kasir,diliatnya jerin dari atas hingga bawah.tak disangkanya monster pemangsa kerang ini kini sudah tumbuh sangat dewasa ditambah lagi wajahnya yang cantik jelita

untill we meet againStories to obsess over. Discover now