"Revan"
Revan yang merasa di panggil, menoleh ke sumber suara.sunguh Revan tidak mau paginya yang cerah harus rusak oleh gadis yang bernama bianca. Sejak kejadian itu Revan sangat membencinya,tak ingin mood paginya hilang Revan melangkahkan kakinya meninggalkan parkiran. namun seberapa Revan lari menjauh tapi gadis ini selalu mengejarnya
"Revan! Aku mau ngomong." Satu panggilan lagi dari Bianca,namun Revan tak juga memberhentikan langkahnya, jangan berhenti meliriknya saja tidak.
"Revan! Sampai kapan kamu ke gini ke aku Van."
Kata Bianca yg matanya sudah berkaca - kaca.
Revan memberhentikan langkahnya dan melepaskan earphone di telinganya.Revan menoleh pada gadis yang si sampingnya
"Gua tanya sama lo sekarang ! Mau Lo apa sih Bianca?" Kata Revan dengan nada naik satu oktaf
"Mau aku kita kaya dulu fan."kata Bianca sambil menatap bila mata revan
"Mmmm" dengan senyum smriknya Revan. "Kaya dulu kata lu? Setelah apa yang gua liat di taman hah."
"Tapi Van,kasih aku kesempatan kali ini"kata Bianca dengan mata sudah mengeluarkan setetes air mata
"Bianca! Hubungan kita sudah berakhir dan ga akan berubah!"
"Van gua mohon"
Sani mengehela nafasnya"bi ingat kita sudah selesai dan gada lagi kata aku dan kamu semuanya selesai bi."
Tes
Kata itu membuat cairan bening keluar dari mata Bianca. Rasanya dada Bianca sesak setelah mendengar ucapan revan.bianca menyesal telah mengkhianati Revan yang benar - benar cinta pertama nya
"Usahaku cukup di sini saja, berjuang untukmu hanya menumbuhkan luka bagiku dan juga bagimu"batin Revan
Setelah percekcokan dengan Bianca,Revan menyusuri setiap kelas yang ia lewati dengan ciri khasnya Tangan yang selalu di masukan ke saku celananya baju Keluar dan di tambah jaket Levis berwarna hitam menambah kadar ketampanan sekarang Revan Aditama.
Hari ini Revan memutuskan tidak masuk kelas,pada jam pertama. Tempat yang tepat untuknya sekarang adalah rooftop.
Brukk
Bukan hanya Bianca saja yang merusak paginya sekarang,di tambah lagi gadis yang membuat ia kesal hari ini.
"Maaf." Kata gadis berambut cokelat itu, Namaun permintaan maaf nya percuma Karena Revan meliriknya pun tidak ia langsung meninggalkan terlebih dahulu.
" Yey songong banget si udh minta maaf juga"teriak seorang gadis dengan kesal
"Huftt sabar nan ini hari pertama masuk sekolah oke"batin seorang gadis.
Sekarang Revan berada di rooftop Tritama high school,memang tempat ini yang paling tepat untuk menetralisir harinya yang begitu kacau.
*****
Nanda sedang kebingungan mencari ruangan kepala sekolah, sebenarnya ia tadi ingin bertanya kepada laki - laki yang ia tabrak tadi tapi ia urungkan ketika mengetahui dia seorang laki-laki yang songong.
Sudah hampir setengah jam Nanda menyusuri sekolahan ini, namun ruangan yang ia cari tak kunjung ketemu.akhinrnya dia menemukan seorang laki-laki yang berperawakan tinggi dan rahang yang keras,pakain yang rapi dan bola mata yang coklat,dan sekarang ada di hadapan Nanda
"Lo,anak baru ya."tanah lelaki itu kepada Rani
"Ehh iya bener"ucap Rani gugup
"Kenalin nama gua Septian pradan," kata lelaki itu sambil sambil memajukan tangan pertanda untuk berkenalan
"Mmm nama aku Nanda Pradipta" jawab Nanda dengan gugup
"Ngomong- ngomong lu di sini ngapain"
" Ohh iya aku lupa,aku lagi nyari ruangan kepala sekolah,kamu tau?"
"Ohh iya gua tau,ayo gua anter sekalian gua juga ada keperluan di sana"
" Makasih ya"kata nanda sambil mengeluarkan senyumannya
Manis.batin Septian
******
Bianca yang dari tadi menghiraukan pangilan teman- temanya.dia malah menenggelamkan kepalanya di meja tidak menjawab panggilan teman temanya.perasaanya sekarang benar benar hancur,Bianca masih merutuki kebodohannya sendiri karna terlalu bodoh memakan ucapan lelaki itu.
Mata bianca sekarang sudah tersembab akibat merutuki penyesalanya.
"Bianca lo kenapa sih di panggil malah ga nyaut,punya kuping Lo?"kata Mauren teman Bianca
"Kenapa lo gara gara dia lagi hah,bi inget lu itu cantik dan di dunia ini masih banyak cowo lain,dan elu bisa dapetin nya?"tanya cery sahabat bianca yg manis
Setelah mendengar ucapan Nadin Bianca menatap Nadine dengan nanar
"Gua cuman pengen Revan nan"ucap Bianca tegas
"Terserah elo deh bi gua cuman ngingetin kalo jangan stuck di satu cowo Karan nanti lu akan menyesal untuk ke dua kalinya."ucap cery karna sudah geram dengan sifat Bianca yang keras
Bianca tersenyum miring"Revan cuman milik gua selamanya kan tetap begitu,gada yang bisa rebut dia dari gua"
"Tapi bi Revan kan"
"Gua tekanin sekali lagi Revan tetep milik gua"ucap bianca dengan penuh penekanan
*****
Hai gais part pertama ku selesai bagaimana menurut kalian?jika ada kekurangan atau apa komen saja biar aku memperbaiki ya
Bagaimana dengan Nanda?
Bagaimana dengan Revan?
Kalian pendukung nya siapa
- revan dan Nanda?
-revan dan Bianca?
Ig@ria_ Karamoy
Jangan lupa vote dan komen biar aku semangat untuk lanjutin part selanjutnya oke teman teman ku salam cinta dari aki moymoy dahhhhh
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Second Love
RastgeleDua seseorang yang berbeda dengan Masalah yang sama. Kasih sayang seorang ibu dan ayah itu penting tapi apakah Nanda dan revan mendapatkanya? Nanda si gadis yang manis dan putih baik nan polos, telah melakukan hal yang fatal sehingga di benci oleh...
