'prolog,

281 10 1
                                        


i need ur vote, please.


Namaku Lilith. It is a simple name?
Yaiyy,, sesimple itu namaku. Dan aku benci sekaligus suka.

Apa kalian tahu arti namaku yang super simple itu.
Oke, biar kuberi tahu dahulu.

Menurut artikel yang aku baca,,,
Lilith artinya malam atau kegelapan. Dia seperti aspek spiritual kegelapan yang tidak terkendali. Dalam sejarahnya, dia adalah seorang pencuri bayi dimalam hari. Banyak orang menggunakan jimat dan menyembunyikan orang hamil agar Lilith tidak bisa mencuri bayinya.

Tapi bukan itu point pentingnya.

Aku benci namaku atas ketidak sinkronannya nama yang simple itu dengan kisah hidupku yang super rumit ini. Dan sesuai dengan makna namaku yang berarti malam atau kegelapan, sekelam itu juga kisah hidupku.

Aku juga suka namaku, malam. Aku suka pekat malam!

****
"Persetann!!" Aku teringat tentang percakapan singkatku dengan kakakku semalam.

Dek, kalau misal ayah nikah lagi menurut kamu gimana??” Spontan kakakku menanyakan itu. Aku meringis.
“Haha.. yaa terserah toh?” Jawabku enteng hingga kakakku merasa gemas.

“Ihh, kok terserah sii.. kan kakak lagi nanya sama kamu, jadi pendapatmu gimana?”
“Yaa terserah dong kak, itu kan haknya? Lagian nggak ada pengaruhnya juga kan buat aku?” Ya, benar. Itu semua memang tidaklah berpengaruh untukku selagi hal itu tak mengusikku. Apapun yang mereka ingin lakukan sekarang, apapun itu. Aku tidak lagi peduli.

“Dek, kalau misal ibu ketangkap polisi respon kamu gimana?” Lagi, kakakku menanyakan sesuatu hal dengan spontan. Aku diam sejenak, sedikit mencerna pertanyaan kakakku barusan. Rasanya otakku sedikit konslet sekarang. Banyak hal harus aku pahami meski enggan.
“Apa karena problem waktu itu??” Jawabku yang malah balik bertanya.

“Hmmm… gimana??” Tanya kakak sekali lagi.

“Entahlah? Aku nggak tau nantinya semua ini akan gimana..”

Sungguh, dari banyaknya abjad huruf A sampai Z yang bisa aku rangkai menjadi kata bahkan kalimat, aku sama sekali tidak mampu lagi mengekspresikan hati dan pikiranku dengan dialog yang panjang.

Aku berhenti. Aku ingin berhenti dititik dimana aku tidak ingin lagi memusingkan hal hal yang membuatku penat. Cukup sampai saat itu..

And then, game over?

****
Tuk tuk tukk..

Detak jarum jam terdengar cukup keras sekarang. Tak kalah bisingnya dengan kicauan merdu binatang malam. Aku mendengarkannya saksama. Meresapi segala hal yang hanya dapat kurasakan dalam hening. Menikmatinya.
Apapun tentang malam, aku suka. Gelapnya yang mendekapku erat, dinginnya yang menusukku dalam, hingga sesaknya yang menuntutku mati perlahan. Apapun itu. Karena bagiku, malam adalah tempatku berlabuh diujung penat. Karena malam adalah tempatku singgah diujung sesal. Karena malam,, Adalah tujuan terakhirku diujung kehancuran.

Kupersembahkan segala rasa syukur untuk Tuhan yang telah menciptakan malam untuk bisa kunikmati segala keelokannya. Kuucapkan terimakasih untuk langit malam yang teramat. Hadirmu, penyelamat. Ya, kau penyelamat. Disaat sunrise pagi menikamku dengan harapan. Disaat siang tanpa ampun menghempasku jauh dalam kesal. Disaat senja mencampakkanku dalam kekecewaan. Maka diujung malam, kulabuhkan kerapuhan.

Okey, sekian buat ceritaku hari ini. Semoga terkesan :)
Aku harap kalian berkenan memberi vote untuk ceritaku ini. Terima kasih pula atas kebaikan hatinya menyempatkan waktu membaca cerita ini. Doakan aku agar bisa konsisten melanjutkan cerita ini dengan lebih kreatif dan membuat kalian selalu terkesan.

Salam hangat
'taringkelinci,

LILITHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang