Aku tulis puisi disini sebagai bentuk luapan atas tragedi yang ada dalam perjalanan hidup ini, tapi lebih tepatnya untuk belajar menulis saja, khususnya puisi.
Jika ada penulisan ataupun kata yang salah itu artinya proses belajar ini berjalan sesuai...
Elegan nan indah kau duduk disana Pada kursi-kursi kosong tak berpenghuni Tuhan sedang memperlihatkan keagungan-Nya Menguji para pemuja dan pemuji
Pandangan disulap menjadi pusaran Hilang tenggelam entah kemana Dalam, jatuh, dan terpendam Hingga tak lagi nampak dimuka
Terpenjara dalam rasa Justru mempelihara nelangsa Keluar dan terbuka Malah diintai nestapa
Hati meronta melihat diri Tak berdaya akan bayang-bayang Hari demi hari silih berganti 408 hari berlalu tanpa arti
🥀
Kosa kata maupun frasa yang aku gunakan masih terbilang standar, yah namanya juga baru belajar dan ohh iya, tulisan ini adalah yang pertama aku buat dan sama sekali tidak ada unsur copas, murni aku yang rangkai katanya. Mungkin saja ada kata yang salah atau tidak nyambung silahkan di komen. Saran dan kritik kalian menjadi alasan aku untuk tetap menulis. Satu hal, manusia akan pergi dan meninggalkan jejak dengan tulisan, maka sudah sepatutnya manusia yang membaca juga meninggalkan jejak dengan memberikan vote untuk sebuah bacaan, thanks!
Gambar bunga dibawah ini aku ambil di sebuah dusun yang jauh dari pemukiman warga yang ramai, bagiku gambar bunga ini dapat mengilustrasikan dia yang waktu itu duduk terbelakang.
Rất tiếc! Hình ảnh này không tuân theo hướng dẫn nội dung. Để tiếp tục đăng tải, vui lòng xóa hoặc tải lên một hình ảnh khác.
Những tác phẩm khiến độc giả say mê. Hãy khám phá bây giờ