•GROSVENER•

31 1 0
                                        

Dengan ekspresi marah, Laki laki berjaket coklat itu menepis kasar tangan laki laki di depannya, "Gua gak pernah takut sama lo"

"Oh ya? Kita lihat nanti!" sambil pergi meninggalkan Laki laki berjaket coklat. Langkahnya terhenti, "Oh ya, pukul tiga sore datang ke tempat yang udah gua kasih tau!. Terlambat satu menit saja lihat apa yang akan gua perbuat!" sambil tersenyum penuh kemenangan.

Cowok itu pergi membawa motor besar nya. Lambang Singa di punggungnya mulai menghilang.

"Sialan"
                       
           ***
"Heh bidak catur lo bikin sarimi buat lo sendiri? kita kita kagak dibuattin? jahat lu" ujar Bisma

"Nama gua Fatur bukan bidak catuk bis mangkok!"

"Bis mangkok apaan tuh? Gua kaga pernah lihat bis mangkok, lo liat dimana Tur? Kata Bima kembaran Bisma

"lo pengen liat bis mangkok?" sambil menatap Bima "tuh liat aja kembaran lo badan udah kayak makok gedhe abis"

"Si Bisma mah emang gedhe jelek lagi" kata Bima

"Lo lebih jelek Bim"

"Aelah lo bedua sama aja kalik. Yang satu jelek ya jelek semua gantengan juga  Aa Raffa" celutuk Raffa

"Najis gua Fa, badan udah kek rambak gitu ganteng. Kotak kotak" ujar Bisma

"Ini sispex bukan badan rambak" kesal Raffa

"Hey" sambil menggembrok meja

"Kaget gua Bim, ada apa sih?"

"Katanya si Fatur kan bidak catur tapi dia kok kulitnya putih semua? Harusnya kan hitem putih. Ya kan?"

"Betul juga lo Bim. Otak lo encer juga. Gimana kalau kita cat Fatur jadi kek bidak catur pasti tambah ganteng dah Aa Faturr" tambah Bisma

"Betul lo Bis. Kita pinter ya" tambah Bima

"Pinter dari mana lo, otak 99 gitu lo pikir pinter. Heh Bim, tau gak, bedanya lo sama Bima di pewayangan?" Bima menggeleng "nama lo tuh Bima. Bima dalam wayang itu kuat, berani, pinter, kaga bloon. Lah lo badan kek lidi, kering, Oon nya minta ampun" ujar Fatur

"Bodo amat penting banyak yang naksir" celutuk Bima

"Yang naksir orgil depan ruko, cocok tuh Bim"

"Ya kali gua sama orgil"

   Deru motor mendekat.

"Heh liat siapa yang datang, si kutub utara dan Pak Wakil" ujar Bisma

"Pak wakil, pak ketuanya kemana kok pak wakil bareng sama beruang kutub?" ujar Bima

"Siapa beruang kutub Bim?" tanya Indra

"Ya lo lah sapa lagi. Lo kan dingin" celutuk Fatur. Dan yang dibilang beruang kutub hanya berdehem.

"Gua gak tau Gavin kemana katanya ada urusan bentar, tapi bentar lagi dia kemari, bikinin kopi gih buat Gavin. Tau kan kalau Gavin kemari belum ada minuman buat dia kek gimana?" kata Vino

"Lu aja Vin gua malas" kata Bisma

"Gua capek nih. Lu bikinin sana Tur"

"Kok gua?"

"Udah sana keburu Bos Gavin datang"

"Ya lah"

Deru motor yang tak asing menghampiri warung Kopi Pak Orga. Pak Orga  adalah Pangkalan Orang Ganas. Siapa yang berani kesana akan habis oleh pemilik warung.

"Woy pak ketua datang. Tur cepetan dikit bikin kopinya" ujar Raffa

"Iye iye ini udah"

"Eh pak ketua tumben telat pak habis dari mana? Tanya Bisma setelah laki laki berjaket coklat dengan lambang Elang di punggung itu sampai di warung.

"Berisik,"

Bisma menelan slavinanya. Jika ketua mereka sudah seperti ini jangan pernah diganggu, jika diganggu dia bisa merusak segala yang ada di sekitarnya.

"Ini Vin, buat lo" kata Fatur.

   Hening sesaat

"Kita ditantang"  kata Gavin tiba tiba, setelah meneguk kopi buatan Fatur

"Hah? Siapa Vin?" Tanya Fatur

"Siapa lagi kalau bukan Leontios. Iya kan Vin? Dan yang ditannya hanya menggangguk sebagai jawaban.

"Wah beneran cari mati tuh geng nya si Laskar. Kapan Vin? Dimana?" tanya Bima

"Di tempat biasa,"

"Bawa semua anak GROSVENER ke lapangan" ucap Alvino

"Gak No, mereka ngasih syarat kalau harus ketujuh inti GROSVENER yang kesana"

"Terus mereka?" tanya Raffa

"Duel, 7 lawan 7"

"Oke, gua gak takut" kata Bisma

"Kita Bis kita, bukan lo doang yang gak takut" celutuk Indra yang sedari tadi hanya diam.

"Eh mas beruang kutub bicara" kata Bisma, dan Indra hanya ber oh

"Oke kita susun strategi sekarang," kata Alvino

"Tenang, kalau ketuanya Aa Gavin mah tenang kita bakal menang karna ada Bima ganteng" kata Bima

"Lo gimana sih? Mau muji Gavin apa diri lo sendiri" celutuk Fatur

"Eh bidak catur, suka suka Bima dong"

"Bodo"

"Udah cepet bikin strategi sekarang" Ucap Alvino

"Noh pak wakil dah ngomel, cepet nanti keburu pak ketua ikut ngomel" ujar Raffa

Selesai membuat strategi, dering nada memecah keheningan. Buru buru Gavin sang Ketua GROSVENER mengambil benda pipih di saku celananya.

Laskar : gua tunggu lo besuk!!! Lo bakal kalah.

Gavin : GROSVENER gak pernah kalah sama pengecut kaya Leontios!!

Laskar : lihat aja besuk bangsat.

Gavin : gak usah banyak bacot lo!

Laskar : bacotin dulu baru mempraktikkan. Elang lo bukan tandingan Singga gua.

Gavin tak menjawab pesan terakhir dari Laskar.
Sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku "Gua cabut" ucap Gavin

"Kemana Vin cepet banget" ujar Alvino

"Balik" kata Gavin singkat

"Pak ketua capek kalik No, pen istirahat, besuk perang" kata Bisma asal

"Perang perang palamu peak, besuk duel" kata Bima

"Sama aja, perang duel sama!" kata Bisma tak mau kalah

"Beda"

"Sama"

"Beda"

"Sama"

"Berisik" Kata Indra

"Eh beruang kutub bisa marah" kata Bisma dan Bima bersamaan

"Apaan sih ikut ikut" kata Bisma layaknya anak perempuan

"Cih najis" kata Bima

"Gue cabut," Kata Gavin disertai Alvino yang melangkah mendekatinya

"Ti ati, Laskar ada di perempatan kedua jalanan Bandung"sambil membisikkan di telingga Gavin

"Thanks No"

"Yoi"

Gavin melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata rata melewati jalanan Bandung.

    
         •GROSVENER•

                   
Hai hai, maaf yaa ini ada perpindahan akun ceritaa. Maaf selama 1 bulan aq vakum wattpad hehe 

~GROSVENER~Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang