1

5 1 0
                                        

Hari ini di Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah ramai dikelilingi oleh para manusia entah berpergian atau kedatangan  dari luar negeri maupun luar kota

tepat di tempat dan tanggal ini pula kedatangan seorang gadis yg sangat menawan dengan menggunakan dres selutut bewarna peach di padukan dengan sepatu berwarna putih menambah kesan manis dan juga anggun,jangan lupakan dengan kacamata yg dipakainya dan membawa koper di masing-masing tangan nya..

"Haiiii Indonesiaaa apa kabarrrrr" yap seperti itulah teriakan pertama yg keluar dari mulut gadis cantik itu tidak menghiraukan bisik-bisik semua orang yg sedang mengomentari nya

ia pun menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak juga melihat seseorang yg mungkin akan menjemputnya membawanya ke istana yang akan disinggasanahi oleh nya

sampai ada seseorang lelaki yg menggunakan baju serba hitam membawa kertas bertuliskan namanya

ia pun tersenyum menghampiri seseorang itu
"Hai pak udin,apa kabar" sapanya kepada seseorang itu

"ehh iya non saya baik,non bagaimana?" pak udin bertanya kikuk kepada orang yang sudah menyapa nya tadi,dia bingung sekaligus heran

gadis itu pun hanya tersenyum dengan lebar menanggapi pertanyaan pak udin

"ayo pak udin aku udah cape ini pengen tidur " eluh sang gadis

sehingga dengan gerakan cepat pak udin membawakan koper yang dibawa oleh gadis itu melangkah lebih dulu untuk menunjukkan jalan dimana kendaraan yg akan membawa mereka.tidak lama setelah sampai dihadapan mobil mereka pak udin segera membukakan pintu untuk gadis itu dan segera memasukkan koper ke dalam bagasi dan langsung masuk ke dalam kemudi,yap pak udin adalah supir yg diutus keluarganya untuk menjemput nya

"terimakasih" kata nya dengan senyum yg tak pernah pudar dari bibir nya

setelah mobil melesat untuk bergabung dengan kendaraan lain gadis itu hanya melihat lihat ke luar kaca ia sedang memandangi gedung gedung yang menjulang tinggi di hadapannya

"jakarta tidak pernah berubah,masih sama seperti dulu,hanya saja sepertinya kota ini lebih padatt" gumam sang gadis

"iya non seperti inilah keadaan kota jakarta,jangan heran kalau sekarang terdapat macet dimana mana" balas sang supir

"berapa lama kita sampai dirumah pak" tanya sang gadis,karena menurut nya dulu jakarta tidak semacet ini bahkan sekarang dia hampir kebosanan karena macet yg sangat panjang

"seharusnya hanya 2 sampai 3 jam perjalanan dari bandara ke rumah kalau tidak macet,karena sekarang macet mungkin bisa sampai 4-5 jam" jelas sang supir

gadis itu pun lebih memilih mengeluarkan iphone terbarunya dan sedang membuka sosial media nya,namun karena masih bosan akhirnya ia pun memilih tidur

"pak nanti bangunin saya ya klo udah sampai "

"siap non"

                              ****
"KAKAK KU SAYANGG"

gadis itu pun langsung berlari dan menghampiri seorang pria yg sedang duduk santai di depan ruang tv,tanpa aba aba gadis itu pun langsung memeluknya,pria itu pun kaget karena belum siap menerima serangan dadakan ini namun ia juga memeluk nya dengan erat melepas rindu kepada sesorang yang sudah lama tak ia temui ini

"Astaga angel,bisa ngga,ngga usah teriak teriak ini itu di rumah bukan dihutan"

omel sang kakak terhadap adiknya itu

"ishhh kakak ini ade nya pulang bukannya di sambut malah di omelin" gerutu sang adik dengan bibir yg di manyunkan mungkin sekitar maju 5 cm

kakak nya pun hanya terkekeh melihat adiknya yg tidak pernah berubah dari 6 tahun lalu,adik nya yg cepat sekali marah namun lucu ini

"kamu ini udah gede juga ngga pernah berubah" kata sang kakak dengan mengelus rambut adik nya yg lembut mungkin sedikit kasar yang berada dipelukannya ini

"ishhh ud,,,
mamaaaa angel kangen mama "

gadis itu pun kembali berteriak dan segera melepaskan pelukan sang kaka dengan paksa sambil berlari untuk memeluk ibunya yg sangat dirindukan ini

"angel kebiasaan deh suka teriak teriak ini di rumah sayang bukan di hutan"omel sang ibu namun juga kembali memeluk sang anak dengan eratt

"heheh iya mamaku yang cantik"

"kamu ini bisa aja,yaudah sana ke kamar bersih bersih dulu abis itu istirahat " kata sang mama yang mengerti akan keadaan anaknya yg mungkin sangat lelah diperjalan menuju kesini

Love TriangleWhere stories live. Discover now