Mereka bilang aku tanpa warna. Hidupku monoton hanya ada hitam dan putih. Bukan aku tak menginginkan warna. Tapi kadang pergi ke dunia luar membuatku sadar. Warna itu kadang menyakiti menyilaukan mata. Aku mungkin punya warna sendiri dan mereka tak perlu tahu warna apa saja yang ada dalam hidupku. Karena bagi mereka sama saja aku ini tanpa warna hanya ada hitam dan putih.
Dulu aku selalu ingin seperti mereka. Diterima di mana tempat mereka berada. Tapi bagiku sekarang itu tidaklah penting. Karena yang terpenting bukan siapa yang akan mau menerimamu. Tapi siapa yang akan kau terima. Karena aku lelah untuk selalu mengikuti mereka. Lelah untuk tampil tanpa cela di hadapan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Introvet
PoetryKumpulan puisi dan prosa puitis yang ditulis oleh seorang gadis yang introvet
