Satu-satunya

23 4 0
                                        

"Dri, bangun udah siang ini." Pak Rama berusaha membangunkan sang anak yang sedang tertidur pulas entah memimpikan apa.
"Aelah yah, kan lagi libur sekolah." Ucap Andri dengan badan tengkurap dan mata yang masih menutup.
"Iya ayah tau ini libur sekolah, cuman biasakan lah bangun pagi." Semangat pak Rama dalam membangunkan anaknya itu tak luntur, sesekali dia menggoyangkan punggungnya.

Akhirnya Andri bangun dari tidurnya dan langsung duduk dengan mata menatap tajam kearah mata ayahnya.
"Untungnya bangun pagi buat apa sih ?" Tanya Andri.
"Ya kan, kalau bangun siang, kata orang dulu-dulu itu nanti rezeki kita dipatok a..."
Pak Rama mencoba menjelaskan dengan patokan penjelasannya dengan kata-kata orang dulu.
"Kuno!" Satu kata Andri yang dapat memberhentikan ucapan ayahnya, dan tatapan nya lebih tajam dari tatapan sebelumnya.
"Yaudah, ayah ganti, menurut agama kita, bangun siang tuh, dapat menghambat rezeki kita." Dengan sabar pak Rama memberikan penjelasan kedua dengan patokannya agama.
"Sejak kapan ayah perduli tentang agama ?" Kata-kata itu membuat pak Rama mengalihkan lirikannya kearah samping seakan-akan dia mulai berpikir tentang perkataan yang Andri ucap itu.

Andri lalu turun dari keranjangnya dan langsung menuju kamar mandi untuk bersih-bersih, sedangkan ayahnya berjalan keluar dari kamar Andri sembari memikirkan perkataan Andri tadi.

Andri telah selesai bersih-bersih, lalu mengenakan pakaian mahalnya untuk melakukan aktivitas nya hari ini.
Pakaian itu sudah menempel pada badannya, Andri duduk di atas ranjangnya lalu mengambil smartphone untuk memberi pesan kepada pacarnya Rani.
"P"
"Iya sayang ada apa ?"
"Nonton yuk ?"
"Boleh tuh, akunya juga bt nih di rumah mulu"
"Yaudah kita nonton di tempat biasa kita nonton aja ya?, Oh iya mau nonton apa ?"
"Aku mau nonton film horror yang baru keluar tuh"
"Ok, nanti aku jemput"
Kira-kira seperti itu lah isi pesan diantara keduanya.

Rani Aulia Kirana nama kekasih Andri, cewek yang selalu menuruti kemauan Andri, cewek yang selalu mendukung kegiatan Andri yang baik ataupun buruk, sehingga Andri merasa mendapatkan dukungan untuk berbuat sesuka hatinya.
"Mending gue siap-siap dulu."
Andri bersiap-siap untuk berangkat jalan bersama kekasihnya.
Persiapan itu telah selesai waktunya Andri untuk menjemput sang kekasih.
"Andri mau kemana ?" Tanya pak Rama yang sedang menonton acara kesukaannya di televisi.
"Mau jalan sama Rani yah." Jawab Andri yang sedang mengambil segelas air putih untuk dia minum sebelum berangkat.
"Iya, kemana jalannya ?" Tak puas dengan jawaban Andri tadi, pak Rama kembali bertanya.
"Kemana aja lah, ngapain ayah nanya kaya gitu ? Peduli apa ?, Dah ah kebanyakan nanya, Andri berangkat dulu." Andri mempercepat minum nya karena bibirnya itu sudah gatal ingin menjawab pertanyaan dari ayahnya.
"Ya, yaudah hati-hati." Volume suara pak Rama menjadi lebih rendah karena lagi-lagi ucapan Andri lah yang membuat pak Rama menjadi seperti itu.

Andri tak menjawab apa-apa, dia malah berlari keluar menuju bagasi mobilnya.
"Pak Heru tolong bukain gerbang, saya mau keluar." Pinta Andri kepada pak Heru ketika dia sedang berlari menuju bagasi mobilnya.
"Oke siap den." Pak Heru mengiyakan pinta Andri dan langsung membukakan pintu gerbang.
Andri masuk kedalam mobilnya dan langsung tancap gas menuju rumah kekasihnya.

Disepanjang jalan dia sesekali berkaca lewat handphone nya untuk memastikan bahwa tampilan outfitnya sudah ok, setelah berkaca dia memutarkan lagu Ed Sheeran - Thinking out loud yang merupakan lagu favoritnya saat itu, dan sesekali dia bernyanyi mengikuti alunan musik yang ia putar, walaupun dia memiliki suara yang bisa dibilang pas-pasan.

"Permisi, Rani." Andri telah sampai di rumah kekasihnya, dia keluar dari mobilnya dan langsung berjalan menuju depan pintu rumah kekasihnya untuk memberi tanda bahwa dia sudah sampai dan sudah siap untuk jalan bersamanya.
"Iya, sebentar." Rani menjawab, lalu dia membukakan pintu untuk memastikan siapa orang yang sedang ada didepan pintunya.
"Hai sayang." Sapa manis dengan senyum manis dari Andri untuk sang kekasih.
"Oh, hai sayang." Rani membalas sapaan Andri dengan cara memeluknya hangat seperti sepasang kekasih yang sudah tak lama jumpa.
"Udah siap belum ?" Tanya Andri.
"Udah dong, ayok berangkat yang." Rani melepaskan pelukannya yang hangat itu, dan langsung menutup pintu rumahnya.
Sepasang kekasih itu berjalan menuju mobil yang akan mengantarkan mereka menuju tujuan mereka.

Sepanjang jalan, didalam mobil mereka saling tatap, sesekali Andri mencium kening kekasihnya itu.
Rani memutarkan lagu my heart, yang merupakan lagu lama, yang menjadi lagu wajib bila mereka ada didalam satu mobil, mereka pun bernyanyi bersama-sama.

Dua sejoli itu telah sampai tempat yang dijadikan tujuan mereka. Andri keluar duluan dari mobil, lalu membukakan pintu untuk sang kekasih.
"Makasih sayang." Sambil keluar Rani mengucapkan terimakasih nya kepada kekasihnya dengan senyum manis yang keluar dari bibirnya.
"Sama-sama sayang."

Mereka berjalan menuju tempat pembelian tiket bioskop dengan tangan yang saling bergandengan.
"Mau menonton film apa mba ?" Ketika mereka telah sampai ke tempat pembelian tiket, mereka langsung ditawarkan oleh kasir untuk, ingin menonton apa mereka pada hari itu.
"Film horor yang baru keluar aja mba." Jawab Rani dengan senyum ramah.
"Untuk dua orang ?" Pertanyaan kembali dilontarkan oleh kasir.
"Iya dong mba, kan saya cuman berdua gimana sih." Jawab canda Rani.
"Oh iya, silahkan pilih waktu menontonnya." Kasir menunjukkan daftar waktu tayang film yang akan mereka tonton
"Jam 13.15 aja mba." Jawab Rani sambil menunjuk daftarnya itu.
"Silahkan pilih tempat duduknya." Kali ini kasir menunjukkan daftar tempat duduk.
"Ini aja mba, yang ditengah." Rani menjawab dengan tangan kembali menunjuk daftar yang ditawarkan oleh sang kasir.
"Oke, totalnya jadi Rp.100.000,-" Kasir memberitahukan harga tiket yang mereka pesan.
"Ini mba uangnya." Rani mengasikan uangnya kepada sang kasir.
Setelah membayar sang kasir memberikan tiketnya kepada mereka.
"Sayang, kan sekarang masih jam 12.00, mending kita shopping dulu yuk, aku bosen tas aku ini-ini aja." Rayu Rani kepada Andri agar dia mau menuruti permintaannya.
"Oh iya masih lama, yaudah ayok kita shopping, tapi jangan tas aja kalau kamu mau yang lain ambil aja nanti aku bayar."
Seperti terhipnotis Andri mengiyakan permintaan Rani itu.

Mereka berdua pun berbelanja sampai saat waktu jam tayang film yang akan mereka tonton tiba.
Dua sejoli itupun masuk kedalam studio yang memutarkan film yang akan mereka tonton itu.
Setelah asyik menonton film, berbelanja, makan-makan.

Waktu mereka pulang pun tiba.
Saat dijalan pulang Andri tak sengaja menyenggol seorang cewek yang sedang mengendarai motor, Andri pun keluar dari mobilnya dan langsung menyimpulkan bahwa pengemudi motor itulah yang salah.

"Heh lu bisa nyetir motor kagak ?" Bentak Andri kepada sang pengemudi motor itu.
"Permisi ya mas saya sudah ngasih sen kiri, dan saya sudah ngasih sen kiri jauh-jauh."
Seperti itulah penjelasan seorang gadis yang disalahkan oleh Andri.
"Ohhh, jadi lu nyalahin gua ?"
"Saya tidak menyalahkan mas, terus mas juga bisa lihat motor saya yang lecet, mobilnya mas kan gak papa." Dengan sabar gadis ini menjawab dengan lembut, gadis itu bernama Aisyah Putri Zahara.
"Oh lu minta ganti rugi ke gua ?, Sebentar." Andri mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang sejumlah Rp.1000.000,-
"Nih uangnya buat servis tuh motor jadul lu, cukup kan ? Lebih malah ya ?." Andri memberikan uangnya.
"Terimakasih." Aisyah menerima uangnya.
"Beres kan ? Dasar orang miskin pura-pura kalau minta duit, tinggal ngomong apa susahnya." Ocehan Andri ketika berjalan menuju mobilnya.

Aisyah meminggirkan motornya ke tepi jalan dan berjalan menuju depan mobil Andri, lalu dia menaburkan uang yang diberi Andri kepadanya.
"Saya belum selesai bicara!" Ucap keras Aisyah.
Andri pun keluar lagi dari mobilnya dan langsung menghampiri Aisyah.
"Songong banget lu, uang segitu dihamburin, belum selesai bicara apa ?, Mau minta duit lagi ? Kurang ? Atau mau kartu ATM gua ? Nanti gua kasih pin nya."
Dengan sombong Andri mengucapkan hal itu.
Dan ucapan itu membuat emosi Aisyah keluar.
"Saya belum selesai bicara, maksud saya terimakasih karena, anda telah meyakinkan saya bahwa orang kaya hanya bisa menindas orang miskin, sebesar apapun anda menawarkan saya uang, saya tidak akan terima, saya tidak sudi menerima uang dari orang sombong seperti anda. Wassalamu'alaikum."
Omongan tajam dengan tatapan tajam itu membuat mulut Andri bungkam tak bisa berkata apa-apa. Aisyah segera menuju motornya dan kembali melanjutkan perjalanannya, begitu pula Andri, dia juga kembali masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan, tidak ada percakapan apapun sepanjang jalan antara Andri dengan Rani.

Andri telah mengantarkan Rani pulang dengan selamat, disepanjang Andri pulang kerumahnya dia sesekali memikirkan kejadian tadi.

' Siapa sih tuh cewek, cuman dia satu-satunya orang yang berani ngebentak gua, guru gua aja gak berani bentak gua '
Seperti itulah isi benak Andri yang sedang memikirkan kejadian tadi.


Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Oct 04, 2019 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

IdentityHistórias para pegar e não largar. Descubra agora