PROLOG !

28 4 0
                                        

01 Januari 2018
"3, 2, 1 happy new year !!!" Sorak semua orang yang sedang merayakan malam tahun baru.
"Selamat tahun baru, sayang." Andri memeluk dan mencium kening Rani dengan penuh kehangatan.
"Selamat tahun baru juga sayang." Balasan Rani.
"Udah gak usah ngapel malem-malem awas kebablasan." Rendi menghampiri sepasang kekasih itu dengan penuh candaan, dengan tangan yang sedang memegang segelas beer.
"Enak bener lu minum, ambilin buat gue segelas dong." Andri melepaskan pelukannya dengan Rani dan meminta Rendi untuk mengambilkan dia segelas beer.
"Oke siap pak boss." Rendi mengiyakan permintaan Andri dengan memberi tanda mengacungkan jempolnya.

Malam itu, malam yang sangat menyenangkan bagi mereka yang terbiasa, dan bagi mereka yang tak terbiasa malam itu, malam yang sangat kacau, dimana banyak sekali manusia yang sedang mabuk, meminum minuman yang tak pantas diminum, musik keras dimana-mana.
Setelah berpesta malam tahun baru berjam-jam mereka pulang dengan keadaan yang tidak normal.
---------------------------------
"Makasih ya udah mau jemput sama nganterin aku pulang." Rani membuka pintu mobil.
"Apa sih yang nggak buat kesayangannya aku, oh iya makasih juga atas malam ini, sangat menyenangkan." Kata manis yang keluar dari mulut seorang pemabuk. Tak puas hanya memberi kata manis, Andri pun keluar dari mobilnya lalu menghampiri Rani, dan dia mengecup manis keningnya.
"Dah aku pulang dulu sayang." Setelah mendapatkan apa yang dia mau, dia kembali lagi kedalam mobil dan melambaikan tangannya mengisyaratkan jika mereka berdua harus berpisah jarak pada malam itu.
Andri pun pulang dengan keadaan mabuk, mengendarai mobil dengan melampaui batas kecepatan, untungnya dia masih diberi kesempatan hidup oleh tuhan.
Tiiin, tiiin, tiiin......
"Woy satpam! Buka gerbangnya, bukannya jaga rumah yang bener malah keenakan tidur lu!" Andri telah sampai dirumahnya, melihat gerbang rumahnya belum dibuka, amarah dia muncul. Seperti itulah seorang pemabuk bisa dengan mudah mengeluarkan amarahnya.
"Maaf den, maaf." Permohonan maaf satpam itu membuat Andri berhenti dihadapan satpam itu.
"Apa ? Maaf ? Udah miskin, kerjaannya tidur mulu, ngaca lu !" Cacian dari Andri adalah makanan sehari-hari bagi Pak Heru, satpam yang bekerja pada rumahnya itu.
Untungnya pak Heru adalah orang yang sabar dan paham betul sikap yang dimiliki Andri.
Andri menjalankan kembali mobilnya dan memasukannya kedalam bagasi mobil.
Andri keluar dari mobilnya dan berjalan menuju pintu rumahnya dengan keadaan masih mabuk.
"Bagus pulang-pulang keadaan mabuk lagi, sudah berapa kali ayah bilang jangan ma.."
Omelan pak Rama yakni ayah kandung dari Andri kepada sang anak dihentikan dengan satu jari telunjuk yang menghadap tepat dihadapan wajahnya.
"Stttt, gak usah banyak ngomong, awas Andri mau tidur udah ngantuk nih, kalau mau ceramah gih ke masjid." Celotehan Andri itu membuat hati ayahnya menjadi terluka, bagaimana tidak seorang anak yang didiknya dari kecil menjadi rusak di masa remajanya.
Andri menaiki tangga, karena kamarnya ada dilantai dua.
"Hufft akhirnya bisa tidur juga." Pemabuk itu sudah tertidur pulas.

IdentityStories to obsess over. Discover now