Assalamualaikum wr.wb.
Voment nya tanteee.
Happy Reading🤍
Cek cek tipooo
✨
Sinar mentari yang membawa angin panas, ya! Bulan Mei ini sudah memasuki musim kemarau yang membuat siapapun merasa dehidrasi berat.
Di terik panas seperti ini, kebanyakan orang memilih untuk berlibur ke pantai dan pergi berenang, tak sedikit dari mereka yang mempunyai kehidupan berkecukupan memilih untuk mengunjungi negara dengan cuaca yang lebih sejuk.
Memang musim kemarau di tahun ini terkesan lebih panas dari tahun tahun sebelumnya. Namun, itu tak menyurutkan semangat para santri di pesantren ini untuk beraktivitas dan belajar syariat agama islam.
"Maula ya sholli wa sallim daiman abada," lantunan sholawat seketika mendinginkan suasana di sebuah kamar pondok paling pojok di lantai ke-dua.
Satu persatu baju dilipatnya dengan rapi. Gadis satu ini memang gila kebersihan, dia akan marah marah tak jelas ketika melihat ruangannya kotor.
Tak heran kamarnya ini sering memenangkan lomba kamar ter-rapi.
Setiap tahunnya banyak lomba lomba yang diadakan di pesantren ini. Mulai dari lomba kamar terbersih, lomba makan kerupuk ngga pake nasi, lomba memindahkan gajah eh belut ke dalam botol, hingga lomba untuk melupakan 'dirinya' dan memikirkan Allah.
Ada ada saja.
"Alhamdulillah akhirnya selesai, sekarang mandi," gadis itu bermonolog, lalu beranjak pergi membawa perlengkapan mandinya ke kamar mandi pesantren.
Dia berangkat ke sana sendirian, karena ke-tiga teman sekamarnya sudah lebih dahulu pergi ke kamar mandi.
Deretan santriwati berjejer di depan pintu setiap kamar mandi, total ada 20 kamar mandi di pesantren itu, dan semuanya sudah dipenuhi barisan para manusia yang ingin cepat cepat menyejukkan diri mereka dari panasnya cuaca.
"Yahh, baru jam setengah tiga sore udah penuh aja nih kamar mandi," gadis itu menghela napas panjang.
"Salsa!" gadis itu menujukan pandangannya pada sumber suara yang menyapanya.
"Risa? Kamu udah selesai?" tanya Salsa.
"Ya udah dong, gue kan anak rajin dan teladan," mendengar hal itu, Salsa menaikkan satu alisnya.
"Kamu tau ngga? Teladan itu singkatan dari apa?" Salsa menampakkan senyum jahatnya, lawan bicaranya hanya menggelengkan kepalanya seolah sudah tau bahwa Salsa akan mengejeknya.
"Teladan itu singkatan dari TErLAlu eDAN," Salsa tertawa puas setelah mengatakan itu.
"Sal, krispi tau, garing," Risa balik mengejek Salsa.
"Dih, ada temennya ngelawak itu hargain kek, ketawa dikit napa sih," Salsa berlalu pergi mencari kamar mandi dengan antrean lebih pendek.
"Ehh Sal, yah merajuk tuh anak," guman Risa.
"Yamaap ya Sal, gue mau balik ke kamar dulu," Teriakan khas Risa hanya dibalas anggukan oleh Salsa yang berjalan menuju kamar mandi nomer 4.
✨
Malam telah larut, jam dinding kamar pojok itu menunjukkan pukul 23.00 WIB.
Pengajian rutin telah selesai satu jam yang lalu. Namun ke-empat gadis ini masih berkutat dengan buku buku matematika yang akan di ujikan besok.
"Cepet banget sih tiba tiba udah ujian, argh aku gapahaammm," Qila yang biasanya pendiam dan jarang bicara dapat berteriak dengan keras karena matematika.
Ya, memang matematika itu ilmu yang menyenangkan.
Siapapun yang belajar matematika akan diajak untuk berpikir kritis dan tak hanya menghafal teori, tapi juga memahami.
Iyaaa, belajar memahami dia. Em.. Maksudnya matematika.
"Haduh, gimana sih ini soal nomer lima, ngga ngerti sama sekali lah gue matematika ni," keluh gadis blesteran Betawi-London yang mempunyai sifat macho di sebelah Salsa.
"Yang mana Ki?" tanya Salsa pada manusia blesteran itu.
"Ini, yang nomer 5, mana bisa gue dapet nilai bagus besok," gadis yang bernama Kiki itu mengetuk ngetuk dahinya menggunakan bolpoint kesukaannya yang diimpor dari London.
Salsa menengok kertas yang ada di meja belajar Kiki.
"Oh yang ini, ini kan masih bentuk pecahan Ki, kamu harus ngerubah dulu ke bentuk desimal, gini nih," Salsa mulai menjelaskan apa yang dia mengerti kepada Kiki.
Dia juga sering mengajari teman temannya yang lain.
Namanya, ASYIFA SALSABILA AFRA, selama dua tahun terakhir, belum ada yang bisa menggeser kedudukannya menjadi yang pertama di 'The Best Three' Ponpes Al-Qolbu.
Salsa memang gadis yang pandai, baik, pengertian, dan cantik.
Satu sikapnya yang tidak di sukai teman temannya, ia adalah gadis yang aneh, melihat ruangan kotor ia marah, melihat baju kotor ia marah, melihat lantai kotor ia marah.
Ke-tiga sahabatnya menjulukinya sebagai 'Maniak Sapu'
"Eh Salsa, ajarin kita juga napa," teriak Risa.
"Ini yang nomer 8 susah juga Sal," gadis yang paling pendiam di kamar itu mulai membuka bicara dan meminta Salsa untuk mengajarinya.
"Yaudah ayo bahas bareng bareng, mulai nomer lima ya," saran Salsa.
Ke-tiga teman sekamarnya itu mengacungkan jempol mereka pertanda setuju.
✨
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Holla gaes!!!
Sebenernya author udah pernah publish cerita ini
Tapi di akun yang satunya, @Fakhmidakurrotussalwa, tapi wp ku kehapus, trus aku download lagi, eh ternyata lupa sandinya, terpaksa deh buat akun baru
Jadi gitu ceritanya
Jangan lupa vote and coment yaaa
Kalian kan baekk! Okehh
Maaf kalau terlalu pendek.. Masih mencari inspirasi nihh..
Okedeh see you di chapter selanjutnya..
HAVE A NICE DAY🌈
YOU ARE READING
Mencintaimu Dalam Diamku [UNPUBLISH, REVISI]
Teen FictionSalsa, seorang gadis peraih penghargaan peringkat pertama THE BEST THREE di pesantrennya, yang ceria, pandai, dan berakhlak mulia. Bersaing prestasi dengan seorang Alfa, yang dingin, tampan, cerdas dan menduduki peringkat kedua. Dengan semua hal fi...
![Mencintaimu Dalam Diamku [UNPUBLISH, REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/201993418-64-k471285.jpg)