26 Desember 2019 - 28 April 2022
Bermula saat seseorang memberinya hadiah setiap minggunya membuat yerin penasaran siapa gerangan yang melakukan itu semua padanya, hingga membuat yerin jatuh dalam kehidupannya dan terkurung bersama 'Sang Iblis' yang...
Seorang gadis tengah menangis dengan mulut yang disumpal oleh kain,sedangkan kedua tangan dan kakinya pun diikat disebuah bangku disana.
"Halo cantik"ucap pria dihadapan gadis tersebut.
Gadis tersebut terus menerus menangis dan mencoba melepaskan dirinya,walaupun pada akhirnya nihil.
Pria itu tersenyum sinis dan mencengkeram kedua pipinya dengan kasar.
"Mphttt!!!"
"Lemah!,jika saja kau tidak menolak ku saat itu,aku tidak mungkin melakukan ini!"ucap pria tersebut dengan sedikit meninggikannya.
Airmata gadis itu semakin deras hingga kain yang berada di sela mulutnya pun ikut basah karenanya.
Pria itu lantas mengelus sebelah pipi tersebut dengan lembut dan tatapannya pun berubah seketika,yang tadinya tajam menyalang,kini berubah menjadi penuh kelembutan dan kehangatan.
"Jangan menangis...aku tidak menyukainya"ucapnya sangat lembut.
Gadis itu lantas memalingkan wajahnya ke pinggir,seperti enggan untuk melihatnya.
Tak lama pun pria itu melepaskan kain yang berada dimulut gadis tersebut hingga terdengarlah isakan pilu yang keluar disana.
"Hiks..hiks.."
"Jangan menagis sayang.."pria itu mengelap airmatanya dengan penuh kelembutan.
Gadis itu tetap menghiraukannya,hingga membuat pria itu menggeram kesal.
"KUBILANG BERHENTILAH MENANGIS!"bentaknya.
Gadis itu spontan diam dan meredam tangisannya,namun masih tetap mengeluarkan airmatanya sedikit.
"Sepertinya kau menguji kesabaranku sayang.."
Ctass!
"Akh sakit hiks...."pekik gadis itu saat tiba-tiba sebuah cambukan mengenai paha mulusnya,hingga menimbulkan sedikit darah disana.
"Mau lagi?"
Gadis itu menggelengkan kepalanya "tidak hiks..tidak..ampun.."
Pria itu tersenyum dan berjongkok dihadapannya lalu mengusap bekas cambukan tersebut.
"Awh sakit..."lirih gadis itu.
"Ini akibatnya jika kau tidak menurut padaku,mengerti?"pria itu menatap gadis itu dengan tatapan dinginnya.
Gadis itu lantas diam dan masih sesenggukan.
Dengan sengaja pria itu menekankan jarinya tepat diluka gadis itu.
"Akh!..iya aku paham hiks..sakit"ucap gadis itu.
Dengan wajah tanpa ekspresinya pria itu melepaskan semua ikatan yang berada ditangan dan kaki gadis tersebut.
"Jangan membantah atau melarikan diri atau aku akan menyayat semua tubuhmu!"ancam pria itu.
Tubuh gadis tersebut menegang dan bergetar ketakutan.
Tanpa babibu pria itu mengangkat tubuhnya dengan menggendongnya ala bridal style menuju sebuah ruangan yang bernuasa klasik dan modern.
Pria itu membaringkan tubuh gadis tersebut dengan perlahan disebuah king size berwarna abu-abu lalu berjalan menuju kamar mandi dan beberapa menit kemudian dia pun kembali dengan sebuah anduk kecil dan baskom yang berisi air.
Gadis itu masih diam dan matanya tak henti-hentinya menatap pergerakan dari pria dihadapannya.
"Buka bajumu"
Perintah tersebut sontak membuat gadis itu melototkan kedua matanya,kaget.
"Kau mau kubuka paksa atau ku buka dengan perlahan?"tanyanya.
"U-untuk apa?a-apa yang kau lakukan?"pertanyaan itu tiba-tiba terlontar begitu saja dari mulut gadis itu.
"Tentu saja membersihkan tubuhmu"jawabnya.
"Ta-tapi a-aku bisa sendiri,aku akan mandi se-"
"Kau mandi maka lukamu lama kering dan kau akan semakin kesakitan bodoh!"ucap pria itu.
"A-aku bi-bisa sendiri.."
"Menolak sama dengan dua sayatan dengan kedalaman 1cm"
Gadis itu tersentak kaget "ba-baiklah,aku akan membuka pakaianku sendiri"ucap gadis itu dengan penuh ketakutan.
"Kuberi 1menit,aku tidak suka menunggu,apalagi menunggu hal sepele!"
Gadis itu pun menelan ludahnya kasar lalu menatap kearah tubuhnya dengan keraguan yang sangat besar.
"20detik"
Gadis itu pun segera melepaskan pakaiannya dengan cepat,sayangnya rasa ketakutan mengalahkan keraguannya jadi dia memutuskan untuk menurutinya.
Kini hanya tersisa pakaian dalam yang masih melekat ditubuhnya,dengan berani dia pun menatap pria dihadapannya.
"Apa aku harus membukanya?"tanya gadis itu.
"Apa pendengaranmu tidak berfungsi?aku mengatakan buka pakaianmu,jadi buka semuanya!"ucapan menusuk itu pun keluar dari mulut pria itu.
Gadis itu pun menundukkan kepalanya dan langsung membuka semuanya yang melekat ditubuhnya hingga kini ia sudah bertelanjang dihadapan pria itu.
Pria itu tersenyum miring.
"Aku tidak akan melepaskanmu..."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.