Prolog

10 1 0
                                        

  Aku ambil benda besar itu dan segera menuju ketempat yang sudah dijanjikan.

  Cukup berjalan kaki dan hanya dalam waktu 2 menit aku sudah sampai ditempat dimana ia duduk disana.

  Aku melihat dia sangat senang bertemu denganku, dia bergerak-gerak dengan cepat seolah ingin memelukku karena kegirangan bertemu denganku.

  Aku mendekatinya dan berbicara dengannya.

   "Akhirnya kita bertemu, senang sekali rasanya, oh iya namaku-"

  Belum selesai perkenalan, dia menggerakan kakinya ke perutku dan setelah itu aku terjatuh.

   "Mungkin dia sangat senang sampai terlalu bersemangat begini"

  Begitu gumamku, mengingat dia sudah tak sabar aku kerahkan kekuatan ku untuk menggerakkan benda besar itu.

  Tapi aku terlalu bersemangat dan akhirnya benda besar itu menyentuh kepala dia, setelah itu dia menutup matanya.

  Aku kira dia hanya berpura-pura menutup matanya, ternyata setelah ku sentuh dan kuguncang tubuhnya sedikit dia tak membuka matanya.

  Karena begitu kesal, aku terus menggerakkan benda besar itu ke arah kepalanya tetapi ia tak kunjung bangun.

   "Kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu tak bergerak! Padahal aku sudah susah payah mencarikan kursi tempat duduk mu ini, atau kamu memang sudah meninggalkan ku?"

  Ucapku sembari meninggalkan mayat wanita itu.











Kritik dan saran sangat kuperlukan lho^^

Sang Pengaggum Darah yang MembisuStories to obsess over. Discover now