1]Meet Mamat

25 0 0
                                        

HAPPY READING!

🎡

Disinilah sekarang Teo berada, kantin dengan keramaian serta segala keributannya.

Menemani seorang over percaya diri yang sialnya menjadi teman dari seorang most wanted sekolah, Kenandra Alvianno.

"Budhe beli es nya yang rasa jeruk peras ya, lagi nggak mau yang manis-manis soalnya hari ini saya lagi kelewatan manisnya"

Teo memutar bola mata malas, masih merasa tak percaya bahwa orang disampingnya ini adalah salah satu teman dekatnya.

"Agak cepet bisa nggak sih ndra, gue masih mau belajar buat Ulangan bahasa nanti"

"Sabar bro, orang sabar disayang Tuhan" jawab Andra sembari membantu budhe es melayani pembeli, biar cepet selesai katanya kasihan budhenya. Padahal mah biar dikasih es gratis.

"Mending lo bantuin gue sama budhe ngejualin es nya, pada lo nggak ada kerjaan nangkring disitu kayak orang kelaparan yang tak memiliki uang"

"Bacot Andra cepet gw tinggal nih nanti"

"Iya iya ini gw udahan". Andra mengambil es jeruk perasnya yang sebelumnya ia taruh di gelas, setelah berterimakasih mereka beranjak ke arah pintu keluar kantin.

"Lo ni ndra kek kekurangan uang aja, maunya gratisan mulu"

"Abang Teo yang paling ganteng seantero, ini namanya penghematan. Lapi pula gue bantuin budhe juga kan"

"Iya berati itu sama aja lo nggak ikhlas"

"Yee si Lele". Iya lele, Shaquil-le. Teo yang tak terima nama keren nan membahananya di ubah menjadi ikan berkumis itu menendang Andra dari arah samping, tak terlalu kuat namun mampu membuat Andra oleng hingga

"HE HE PANAS ADUH GILA SUMPAH"

Badan Andra yang oleng menyenggol seorang cewek yang sedang membawa satu mangkok soto, sehingga kuah dengan suhu khas air baru saja mendidih itu tumpah mengenai tangan si cewek.

"TEO BODO" teriak Andra. Teo yang kaget Andra berteriak seperti itu lantas menoleh.

"Eh gue nggak sengaja beneran" kata Teo menyesal sambil terus melihat ke tangan si cewek yang sedikit kemerahan karna kuah soto yang panas.

"Ih makanya kalo maenan tuh hati-hati dong"

"Iya maaf Teo ini nih, gak jelas nendang-nendang"

"Oh ya mau gue obatin?"

"Eh nggak nggak usah— Andra"

"KOK LO TAU NAMA GUE?!". Teo memutar bola matanya malas. Cewek didepannya pun sedikit terlonjak, kaget.

"Name tag lo" jawabnya sambil menunjuk kearah dada kanan Andra.

"Hee, oh iya. Lupa sorry"

"Ah yaudah deh, masih perih ni gue duluan ya. Bye Andra, Mamat" cewek melambaikan tanggannya dan berbalik. Yang tanpa disadarinya,

Teo Spechless, Mamat?

🎡

ⓣⓗⓐⓝⓚ ⓨⓞⓤ ⓕⓞⓡ ⓡⓔⓐⓓⓘⓝⓖ
—•¤¤¤•—

MadorWhere stories live. Discover now