Mila adalah cewek pinter, baik, culun. Dia mempunyai 3 sahabat yg setia selalu ada untuknya. Yaitu Sinta, Yuni, dan Rara. Mereka satu kelas mereka kelas 10. Mereka sekolah di SMAN Harapan Indonesia.
Setiap pulang sekolah mereka berempat selalu jalan kaki. Dan ngobrol, becanda sepanjang jalan pulang.
"Eh, kalian tau kak Deni kan" tanya Sinta
"Siapa yang gak tau sama kek Deni? Semuanya satu sekolah tau lah" jawab Yuni
Deni adalah Kaka kelas. Dia duduk di bangku kelas 11. Orangnya yang ganteng, cool, baik. Semua cewek terpukau melihat dia. Tak terkecuali Mila.
Dan Mila merasakan jatuh cinta pertamanya ke Deni, tapi dia malu untuk cerita ke temen2nya. Karena dia sadar, dengan penampilan dia yg culun, berkacamata, dan tidak pernah berdandan.
Suatu hari, saat mereka jalan pulang, mereka mampir ke toko kue. Dan mereka nongkrong dulu di toko itu. Saat itu pula kak Deni, si tampan itu melintas membawa motor. Dan berhenti karena lampu merah.
Karena itu hal yang langka dan mungkin gak bakalan terjadi lagi. Mila memanfaatkan itu. Dia terus memperhatikan Deni di balik Jendela toko.
Temen2nya yg menyadari itu langsung menepuk pundak Mila, yg sedari tadi fokus ke kak Deni yg tampan itu.
"Oy.!"
Sontak Mila kaget karena pundaknya di tepuk Sinta.
"Cieee.!! Kamu suka ka Deni ya?"
"Gak" jawab singkat Mila
"Terus, kamu perhatiin apa dari tadi hah? Selain merhatiin kak Deni" sambil tertawa dan menggoda Mila.
"Gak ih. Apaan sih, aku tuh merhatiin jalanan aja" elak Mila
"Iya iya" temen2nya sambil tertawa karena gak percaya dengan Mila.
Malam hari Mila susah tidur karena kepikiran Deni terus. Akhirnya dia menulis di buku diary nya. Tentang perasaan yg dia rasakan, Karena dia tidak pernah merasakannya sebelumnya.
...
"Selamat pagi, berhubung hari ini ada rapat guru, jadi kalian belajar di rumah ya" kata pak Maman kepala sekolah
"Yeeeeeee!!!!"
Sorak murid2.
"Eh kita ke toko kue kemarin lagi yuk" ajak Mila ke temen2nya
"Tumben, ada apa?" Tanya Rara
"Aaaaaaah. Cieee. Kamu pasti berharap kak Deni lewat lagi ya. Terus kamu bisa perhatiin dia" goda Rara
Mila pun tak bisa menyembunyikan ekspresi mukanya yg malu. Itu pipinya memerah.
"Ciee.!!!" Ketiga temannya tertawa melihat raut wajah Mila.
Mereka pun nongkrong lagi di toko kue itu. Tapi ternyata kak Deni tidak lewat situ. Mila pun merasa sedih karena gak bisa liat Deni lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Love
Teen FictionKebahagiaan akan datang pada diri kita. Dengan waktu yang tepat. Takdir tidak bisa kita rubah, tapi nasib bisa kita rubah.
