1

17 3 0
                                        

Kau tau semesta tidak bercanda atas kesempatan. Maka pergunakan dengan baik
-Boo
______________________________________________

Setiap orang berhak memiliki mimpi dan rencana atas hidupnya terlebih lagi jika mampu merelisasikannya dengan baik maka mimpi akan mudah diraih, dari kecil aku selalu mendapatkan sekolah terbaik di Kotaku bahkan dari TK aku sudah mendapatkan TK yang katanya sekolah perjuangan karena banyak orang tua yang berjuang agar anak kesayangannya dapat bersekolah disana.

Saat ini aku sudah menginjak kelas 3 SMP dimana aku harus merencanakan sekolah terbaik mana yang akan kudatangi untuk melihat kelas mana yang akan kutempati.

Bicara mengenai rencanaku, teringat pagi tadi sisil menegajaku ke acara tahunan SMK di Kotaku didalam nya aku bisa melihat jurusan dan konser musik.

"Nalaaa, jadikan hari ini?"
"Sisil aku udah nunggu kamu dari tadi, kemana saja?"
"Biasa aku harus terlihat cantik nih hihi"
"Dasar pantas saja lama!"

Yaa, namaku anala putri winaya teman temanku biasa memanggilku nala.

Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit aku dan sisil sampai pada sekolah yang memiliki gelar sekolah terbaik se-Jawa Barat ini, aku dan sisil berhenti beberapa detik memandangi gapura besar yang menyambut kedatangan kami, sungguh kami menginginkan sekolah ini menjadi tempat tujuan selanjutnya menimba ilmu.

"Sil ayooo masuk!"
"Laa aku sudah sangat mantap ingin sekolah disini!"
"Kamu kaya yang tidak tahu berapa orang yang menginginkan seperti itu juga"
"Laa harus optimis, aku yakin aku bisa!"
"Iyaaa kita juga harus cari tahu, kita masuk yuk!"

Langkah pertamaku memasuki gerbang disambut ramah oleh para manusia berpakaian PDH yang aku yakini mereka panitia pemandu yang akan membantuku memahami isi sekolah ini.

"Hallo, selamat siang saya nata yang akan membantu kalian untuk mengetahui setiap sudut sekolah ini"

Didepanku ternyata sudah ada rombongan tour yang akan berjalan, aku mengikuti dari belakang karena jika tidak ikut aku akan menunggu untuk kelompok selanjutnya.

Pemandu itu menjelaskan sangat detail setiap sudut sekolah ini, terlebih lagi dia sangat mahir menjelaskan setiap komponen dan mesin yang digunakan siswa dalam menghadapi praktek ternyata dia siswa teknik otomasi industri kelas 10 artinya hanya beda setahun denganku tapi kerennya dia dapat menguasai materi yang ada.

Setelah tour selesai aku mengisi tanda tangan dan menulis pesan kesan yang disediakan oleh panitia dan berjalan keluar gedung tak lama kemudian seseorang ada yang memanggilku.

"Anala putri winaya"

Jantungku seperti diremas dan waktu berhenti berputar aku merasakan atmosfir yang begitu dingin, aku berbalik perlahan melihat siapa yang berlari kecil sambil memanggil namaku.

"Kamu anala kan?"
"Iya, kenapa?"
"Masih mau melihat jurusan lain? Boleh saya antar?"
"Tidak usah, saya sama sisil saja"
"1000 hektar tanah dan kamu akan lelah jika tidak tahu mau kemana"
"Saya antar ya"

Aku hanya mengangguk kecil dan sisil mulai seperti cacing kepanasan membenarkan rambut dan jalan seperti model melirikku lalu berkedip tanda ia sangat menyetujuinya

Setelah mengunjungi beberapa jurusan aku menyimpulkan bahwa pemandu ini sangat cerdas atas segala kata yang dia miliki dan mampu menghipnotis seluruh manusia yang mendengarnya.

"Anala ini jurusan terakhir"
"Iya, terima kasih"
"Sebagai bayarannya, apa boleh saya meminta instagram kamu?"
"Apaaa bayaran??? Aku tidak meminta kamu untuk mengantarkanku, kamu yang memintanya"
"Jawab pertanyaanku dan kamu tidak harus membayarnya"
"Apa?"
"Siapa namaku?"

Sial kenapa dia bisa tahu bahwa kelemahanku adalah mengingat nama seseorang!

"Lana?"
"Tana?"
"Andi?"
"Aku tidak memperhatikanmu, tujuanku kesini hanya ingin tahu soal sekolah ini bukan namamu"

Dia mengulurkan tangan

"Anatha luthfan winata"
"Anala putri winaya"
"Jika tidak mau memberi id instagrammu juga tidak apa-apa, aku akan menemukanmu"

AsvathamaWhere stories live. Discover now