Chapter 1

24 3 1
                                        

Pada suatu hari disebuah rumah tua yang sudah tidak ditempati dan kotor.  Ada seorang gadis yang sangat ingin menempati rumah tua itu.

"Wah rumahnya besar juga ya, dan bagus juga. "Ucap sang gadis ketika melihat rumah itu  secara langsung.

"Gimana mau beli mbak"tanya si pemilikrumah dengan senyuman manisnya.

"Ya,  saya mau beli rumah ini. "Ucap gadis itu dengan antusias.

"Ok, langsung bayar ya mbak...... "Ucap pemilik rumah itu terhenti karena tidak mengetahui nama si gadis yang ingin membeli rumah itu.

"Aini... Panggil saya Aini... "Ucap gadis itu seakan mengetahui pemikiran pemilik rumah.

"Ah,  iya mbak Aini"ucap si pemilik rumah itu dengan menundukkan kepalanya.

"Ok buk, maksih ya, ini uangnya. "Ucap Aini sambil memberi uang ke pemilik rumahnya.

"Sama sama, ya saya terima uangnya ya mbak. "Ucap si penjual dengan mengambil uangnya.

"Ya, makasihya bukkarena sudah membantu saya"ucap Aini dengan senyuman manisnya.

Aini pun mulai beres beres, setelah beres beres merapikan barang barang yang diperlukan sementara waktu, ia berjalan menyusuri dapur untuk mengambil air dingin yang berada pada kulkas.

"Duh aku haus, lah kok langitnya warna hitam?, oh sudah malam ternyata. "Ucap Aini dengan polosnya.
Setelah selesai denganurusan dahaganya, Aini memutuskan untuk menonton film yang dapat membuat imajinasinya melayang -layang (Drakor).

"Aku bosen film nya gak ada yang bagus. "Ucap Aini dengan menggeram kesal.

Ketika mengeluh tentang flim yang kurang menarik, tiba tiba listrik padam yang makin membuat Aini semakin kesal.

"Duh kok lampunya mati sih, eh eh kebalik harusnya mati lampu, kok mati lampu sih!!!!! "Ucap Aini yang kesal karena tidak dapat melihat apapun.
.
.
.
.
~~~~~~~~~~
Tbc..
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENT
YA, MAAF KALAU ADA KESALAHAN DALAM TULISAN ATAU PERKATAAN NYA😂😂😊😉

Kembar tak seiras ( Hiatus) Stories to obsess over. Discover now