1.awal semua

100 0 0
                                        

"nggak ada alasan buat aku nolak kamu van."

***

"Van...kamu dimana sih,nggak usah usil deh".Naura merinding karena ditinggal Revan sendirian ditempat yang sangat sepi.

'bau apaan ini?. Kok kaya lavender yah?. Masa hantu lebih wangi daripada aku sih?" Batin Naura.

"Van...udah Dong petak umpetnya kamu menang deh,pulang yuk" kaki Naura mulai gemetar menahan ketakutannya itu.

Tiba-tiba dibelakang Naura lampu menyala terang.
'apa jangan-jangan ini kaya adegan film goblin yah?'

Naura memberanikan diri untuk melihat kebelakang. Naura terkejut melihat pria yang sejak tadi dicarinya berada didepannya sambil membawa sebuket bunga berwarna ungu kesukaannya.

"Van...ka..mu...mau...ke...mak...am...?"
Kaki Naura masih gemetaran tangannya juga dingin karena ketakutan.

Revan hanya tersenyum sambil menyeka keringat di dahi Naura."Ra aku nggak mau banyak ngomong,kamu mau nggak jadi pacar aku?."

Naura menggeleng.

" Kamu nggak mau Ra?"wajah Revan berubah menjadi muram.

"Bu...bukan gi...gitu aa...ku mau kok"
Saat Revan ingin mendekat,Naura malah menjauh "kenapa Ra?"

"Aku....ngompol Van" sontak Revan melihat ke arah celana Naura membuatnya tertawa karena tingkah naura.

🏫🏫🏫

Kali ini Naura terlambat ke sekolah karena kakaknya sedang tidak ada di rumah."aduh telat aku telat"

Naura menggunakan sepatunya dan berlari kearah gerbang rumahnya,saat gerbangnya terbuka sudah ada seseorang di atas motor sedang menatap handphone.

"Mas tukang ojol yah?"tanya Naura.

Naura terkejut ternyata orang itu adalah Revan."kamu ngapain disini Van?".

"Jemput pacar saya mba." Naura ber-oh-ria.

"Kamu pacarnya mba Bella Van?".tanya Naura

"Pacar kamu lah Ra" jawab Revan.

"Oh iya yah lupa aku".

Itulah Naura si pelupa dan penakut walaupun begitu Naura anak yang ramah,dan penuh perhatian,Tapi Naura juga menjadi orang yang sulit ditebak bahkan tidak ada yang bisa menandingi dirinya.

~~~~
Sampai disekolah Naura tidak langsung ke kelas dia pergi menuju kantin,sudah pasti Revan ikut.
"Kok nggak ke kelas Ra?"

"Kamu pasti belum makan Van mending kita ke kantin dulu aja biar perut kamu diisi,ok?" Revan mengangguk sambil tersenyum.

Kantin.

"Kamu mau makan apa Van?" Tanya Naura.

"Ayam geprek aja"Naura mengangguk.

"Aku pesenin dulu kamu duduk disitu ya" Revan mengangguk.

"Ayam gepreknya mana Ra kok nggak ada?" Revan hanya melihat bubur ayam,dan susu coklat saja.

"Kalo pagi jangan makan yang pedes nanti perut kamu mules"Naura menyodorkan bubur ayam ke depan Revan.

"Aaaaa.." Revan membuka mulutnya seperti ingin disuapi,Naura akhirnya menyuapi Revan sampai habis tak bersisa.

Sampai dikelas ternyata guru pelajaran sudah masuk. Naura memberanikan diri mengetuk pintu kelas.

Tok..tok

"Permisi Bu Rina , maaf saya telat." Naura mendekati Bu Rina dan mencium tangannya.

"Kenapa kamu telat Naura? Sudah jam berapa ini?."tanya Bu Rina dengan nada ketus.

"Maaf Bu tadi saya habis dari kantin nemenin Revan makan Bu soalnya dia belum makan." Jawab naura

" Kenapa harus kamu yang nemenin? Memangnya dia nggak punya temen selain kamu?." Jawab Bu Rina.

"Kan saya bukan temannya Bu,saya kan pacarnya."jawab Naura.

Bu Rina hanya bisa menggelengkan kepala mendengar jawaban Naura.
"Untuk kali ini ibu maafkan tapi, kalo lain kali kaya gini lagi jangan harap bisa masuk jam pelajaran ibu."

"Baik Bu." Naura pergi ketempat duduknya yang berada di pojok tengah.




RevanStories to obsess over. Discover now