《Y/N pov》
Gue melihat ke arah tubuh gue yang tak berdaya lagi di Ranjang rumah sakit yang empuk, disampingnya ada keluarga gue yang menangisi kepergian gue.
"Ja. Waktunya kamu pergi"
kata malaikat maut seraya natap gue
Gue menganggukan kepala gue sebelum sebuah suara pintu didobrak mengalihkan atensi gue untuk sebentar.
Itu Mingyu dengan baju setengah basah kuyup dari Hujan di depan dia lari ke arah ranjang gue peluk badan gue yang sudah tidak bernyawa sambil menangis.
"Noona wae?!"
Sebuah bunga putih di taruh di bahuku sebelum aku tangkap.
Bunga Lily
"Ayok! Kita tidak punya banyak waktu!"
Kata seorang wanita paruh baya sambil mengulurkan tangannya.
Aku sambut uluran tangannya dan aku pun di ajak pergi keluar ruangan itu untuk pergi ke sebuah mobil yang akan membawaku ke Jembatan reinkarnasi.
Sesampai gue di Jembatan itu gue pun mulai berjalan smabil memori gue tentang keluarga gue orang-orang yang gue cintai mulai terhapus satu per satu.
Saat memori milik Mingyu hati gue berteriak "Jangan!' Tetapi otak gue menyuruh gue untuk tetap jalan.
Tetapi langkah gue terhenti sejenak saat memori tentang gue membuat puisi berjudul "You" puisi yang gue pake buat ujian praktek yang gue tujukan buat Mingyu.
Everytime i come up with a poem called "You"
I want to memorize it so i can remember you.
Lalu gue pun lajut berjalan ke ingatan gue saat mengusir bully Mingyu dan selalu ada untuknya dan akhirnya menyatakan perasaan gue kedia
I will there to protect you when the sad time comes.
Do you feel my heart ?
Don't forget it.
Didepan gue udah akhir dari Jembatan reinkarnasi.
Sebelum gue bener-benar jalan melewati jembatan itu ke tempat reinkarnasi bibir gue sempat bergetar dan mengucapkan dengan lirih..
"Mingyu..."
-After reincarnation-
"Aku menyuka- ah tidak mencintaimu Mingyu!"
"A-ah noona! Aku yang seharusnya mengatakan itu! Baiklah! Noona-"
Kata orang tinggi itu sembari berposisi berlutut
"Will you be mine?"
Bibir gue terbuka untuk mengatakan sesuatu.
"Y/N BANGUN SEKARANG ATO EMAK BAKAR SEMUA ALBUM PUNYA KAMU!!!"
Gue langsung bangun melotot dengan raut wajah panik
"JANGAN MAK ㅜ.ㅜ IYA IYA INI AKU MANDI!!"
bisa hancur gue kalo sampe emak gue bakar koleksi album gue yang gue sudah tabung kian lama.
Selesai mandi gue makan roti di meja makan dan langsung pake sepatu roda gue.
Iya sepatu roda biar gue bisa lebih cepat sampai sekolah dan gue pun berteriak
YOU ARE READING
Seventeen Imagines {Accepting Request}
FanfictionThe re-born of Seventeen Imagines i made... I'll use my playlist as my inspiration. ;) And some are from some ss game or fanart Seventeen X Readers (Y/N) Member X Reader (Y/N) Member X Member (GS / Yaoi) Well mostly gonna be yaoi so homophobic ? Get...
