Tujuh anak muda yang mempunyai konten youtube bertema horor. Mereka sering mengunjungi tempat-tempat angker yang ada di sekitar Jakarta. Untuk menaikan viewers mereka berani untuk membuat challenge yang bahkan sangat beresiko terlebih lagi mereka hanya anak muda biasa tanpa ada dasar kepekaan dan pemahaman yang kuat soal makhluk gaib.
"Van, gimana udah dapet tempat yang cocok buat penelusuran selanjutnya?" tanya Andrea.
"Untuk saat ini sih gue penasaran sama rumah terbengkalai yang ada di Depok." ucap Irvan sembari memainkan mouse-nya.
"Lu udah dapet info lengkap soal rumah itu?"
"Sebagian besar udah, rencana nanti sore gue mau liat kesana buat cek lokasi sama Aldo."
"Oke deh. Kabari gue secepatnya sekalian persiapan buat nanti. Anak-anak yang lain pada kemana?" tanya Andrea lagi yang hanya dibalas gelengan kepala oleh Irvan "Ya udah gue cabut dulu ada jadwal kuliah siang, bye." lanjut Andrea sambil berlalu meninggalkan Irvan di ruang editing.
"Hoaammsss..."
Irvan menguap melepaskan lelah serta meregangkan tubuhnya. Tak terasa sudah hampir 2 jam dia duduk di depan komputer mencari informasi soal rumah angker yang akan dia dan temannya kunjungi nanti.
"Hah! Bosen juga kerja beginian. Aldo tumben banget belom kesini. Dah lah mending bikin kopi dulu." Irvan beranjak dari meja kerjanya menuju dapur. Saat melewati ruang tamu Irvan melihat Nanda sedang duduk sendiri di sofa, dia pun lalu menghampirinya.
"Loh, Nan. Lu sejak kapan disini? Kok ga langsung ke ruang editing?" Tanya Irvan kepada Nanda yang duduk termenung tak menggubris pertanyaannya.
"Dih diem-diem bae. Pms lu?" tanya Irvan lagi dan tetap tak ada jawaban. Irvan melihat wajah Nanda yang pucat pasi "Nan, lu sakit?"
Nanda hanya menggelengkan kepala tanpa berkata sedikitpun.
"Ribet emang cewek." Irvan melengos menuju dapur meninggalkan Nanda. Tak lama Irvan kembali dengan segelas kopi ditangannya. Terlihat Nanda masih di posisi yang sama tak bergerak sedikitpun dan Irvan masuk ke ruang editing tanpa menyapa Nanda kembali.
Drrtt.. Drrtt..
Suara getar handphone milik Irvan yang tergeletak di meja kerja terdengar nyaring. Terlihat nama Nanda tertera di layar ponselnya, dia tertegun sejenak dan mencoba menerima panggilan tersebut dengan gugup.
"Hallo..." sapa Irvan dengan nada pelan.
"Cepet bukain pintu pagar sekarang, gue kagak bisa masuk nih. Mana panas pula!" suara Nanda terdengar lantang "Van, hallo? Kok lu diem, denger suara gue kagak sih?"
"I i iya tunggu, tunggu bentar gue nyari kuncinya dulu."
Irvan beringsut menuju laci ruang tamu dan mengambil kunci pintu pagar. Dan sosok menyerupai Nanda yang ia lihat tadi sudah tak ada lagi di tempatnya. Dia lalu bergegas keluar rumah dan menghampiri Nanda yg sudah menunggu diluar gerbang.
"Lama banget sih lu! Sengaja ya bikin gue kepanasan." Nanda menggerutu sembari mengibas-ngibaskan tangannya kearah leher. Lalu dia berjalan menuju rumah, ia duduk di sofa tepat ditempat sosok yang Irvan liat tadi.
"Ambilin gue air dingin dong, Van."
"Ogah! Ambil aja sendiri. Seenaknya aja lu nyuruh-nyuruh gue."
"Cepetan!"
"Gak. Gue mau lanjut kerja. Lu ambil aja sendiri ke dapur."
"Irvan sialan!" teriak Nanda sambil melempar bantal sofa kearah Irvan namun tidak kena.
VOUS LISEZ
MALAPETAKA
HorreurPetualangan 7 anak muda yang mempunyai ketertarikan akan dunia alam gaib. Tak disangka mereka akan terjebak dalam masalah besar yang bahkan bisa merenggut nyawa mereka.
