"Widyana mardana!" Wanita jangkung itu mendongak, menatap ibu guru yang tadi memanggilnya.
"Saya Bu," ucap Ody sembari mengacungkan tangan.
Ibu Lika wati, guru Bahasa Indonesia agak kiler, tapi mudah masuk ke otak saat mengajar.
"Ini puisi punya kamu tadi jatuh, untung ketemu sama saya, tapi ini bagus banget loh Dy," ucapnya dengan senyum yang semakin tampak. Tatapan kini berpusat pada Ody. Sedangkan Ody yang tak suka dijadikan bahan tontonan hanya bisa berusaha agar tetap biasa, karna nervous adalah salah satu penyebab dirinya pernah gagal.
"Ody bacain dong, saya pengen lihat bagaimana kamu menghayati puisi ini, karna biasanya pembuat lebih tau bagaimana cara menghayatinya."
Ody terkesiap, apa? baca? Sungguh Ody tidak berani melakukan itu, apalagi.... Puisi ini.......ah sial.
"Ba_baca Bu," ucapnya gugup setengah mati.
"Baca baca baca!!!" ucap teman teman sekelas serempak.
Ody maju ke depan, dengan hati yang sudah yakin akan kegagalan.
👀
Halo semua...
Semoga suka dengan cerita ini.
Bagaimana kesan kalian saat membaca cerita ini?
Apakah sudah ada gambaran untuk kedepannya?
Maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan.
Harap tunggu saya Update yah!!
By: Kak Cin
YOU ARE READING
Widya
Teen FictionSebuah figura Dengan sebuah kata yang bisa dibaca oleh dua buah harapan Antara aku yang akan tersedu dengan dia yang akan menutup wajah terharu. Sebuah rasa Yang sudah terputuskan tanpa sengaja Menjatuhkan hati tanpa khawatir seberapa dalam ia akan...
