Adiba Afsheen Myesha
"Aku itu pusing Hana,dia itu cuek banget sih"
Bibirnya yang mungil berwarna pink itu terus mengoceh kesal mengadu pada sahabatnya,padahal matahari berangsur angsur mulai meninggalkan tempatnya,memilih untuk tenggelam menuju ufuk barat namun ternyata gadis ini masih belum meninggalkan keluh kesahnya bersamaan dengan matahri yang mulai meninggalkan bumi menuju bagian bumi yang lain.
Hana hanya terkekeh,ia sangat memahami sifat sahabanya sedari kecil itu
"Salah kamu sendiri,suka kok sama cowok cuek ,gak bakalan di responlah"
"Lagipula kenapa bisa sih Myesha,kamu suka sama cowok itu ?"tanya Hana
"Aku gak suka sama dia melainkan hanya penasaran,setidaknya hanya itu yang kini kurasakan"
Setelah mengatakan itu Myesha mengambil langkah untuk meninggalkan Hana yang tengah terpaku tapi belum setengah jalan ia berbalik dan menatap Hana kembali
"Kamu tau kan aku enggak gampang suka sama orang,bahkan belum pernah,lagipula saat dekat dengannya tak pernah kurasa jantungku berpacu lebih cepat seperti ceritamu itu,bukankah itu bukti yang kuat kalau aku tak menyukai nya?"
Dan setelah itu benar benar dipastikan Myesha meninggalkan Hana yang tengah lemot itu,dasar sepasang sahabat sama sama lemot.
// // // //
Adiba Afsheen Myesha gadis manis berumur 16 tahun ini memilik arti nama yang sangat bagus yakni anak perempuan cerdas sebagai karunia kehidupan yang senantiasa bersinar seperti bintang di langit,bagus bukan.
Layaknya namanya gadis yang disapa Myesha ini cerdas dan bersinar,namun sayang nya sinarnya hanya mampu menyilaukan orang orang di sekitarnya bukan menerangi orang orang disekitarnya setidaknya untuk saat ini tidak tau kedepannya.
Gadis ini memiliki sifat cuek serta tidak peduli pada siapapun di dekatnya,hingga itulah kekurangannya.
"Gimana?" Myesha mengernyitkan dahinya bingung atas pertanyaan Hana.Bagaimana tidak bingung,Hana tiba tiba datang dari belakang Myesha dan memberikan pertanyaan singkat yang tak ia mengerti maksudnya.
"Apanya yang gimana ?"
"Hedeh ingetnya pas waktu main ninggalin orang tapi waktu pelajaran gak inget sama sekali"
Myesha menyengir kecil ke arah Hana namun ia sama sekali tak menjawab pertanyaan Hana,ia hanya menaikkan alis lalu berlalu dari hadapan Hana.
"Myesha,kok ditinggal lagi sih"
"Hehehe,ayo ke kantin" hanya itu jawabnya sambil kembali melangkah.
Sebelum benar benar ia meninggalkan kelasnya yang ia lihat adalah sorakan menggoda teman teman nya kepada Kinar,cewek berparas cantik dan manis itu,cewek dengan segala kehumorisannya dan sikap humble nya itu selalu membuat orang orang nyaman dengannya,setidaknya hanya itu yang ia tau.
Myesha cukup paham setelah pandangan nya teralihkan kepada obyek yang berdiri di depan kelasnya,
'Oh rupanya dia'batinnya
Dan setelah itu ia benar benar meninggalkan kelas itu,serta tanpa ia tau seseorang menatapnya dengan senyuman manis.
YOU ARE READING
Myesha
Teen Fiction"Aku tidak berharap pada dia,karena yang kutau berharap pada manusia itu mengecewakan lebih baik aku berharap pada Dia penguasa langit dan bumi,Allah.karena saat aku berharap padaNya tak pernah sedikitpun ku kecewa" "Aku tak pernah berfikir untuk me...
