Suasana kokokan ayam jantan telah bersahut sahutan di kala fajar itu, jiwa jiwa manusia yang masih lagi terlelap kini satu persatu sudah mulai terjaga
Suasana kota yang tadinya sunyi senyap, kini mulai di isi oleh berbagai aktivitas, ada yang melenggangkan kakinya menuju masjid, ada yang pergi ke pusat pasar untuk berbelanja, dan ada juga angkutan umum, becak, penarik ojek yang tampaknya telah mulai lalu lalang di jalanan kota Jakarta.
Semua pekerjaan yang di lakukan itu,tak lain mereka lakukan hanyala untuk mengais rezeki demi kebutuhan keluarganya. Walau pun tak seberapa pendapatannya,hal itu tak membuat mereka berkecil hati, mereka masih bersyukur karena masih bisa menghasilkan rezeki yang halal bagi keluarganya.
Dari pada harus menjadi perampok, pembegal, atau seperti koruptor yang menghasilkan rezeki yang tidak halal dan bahkan harus merugikan orang lain atas tindakannya itu.
Dari tadi kayaknya ngomong terus yaa
Ni kenalin, Nama gua Putrayandi atau lebih di kenal lagi dengan sapaan Yandi, umurku 17 tahun dan kini aku tengah duduk di Kelas XI di salah satu SMA yang ada di jakarta
Dulunya sih aku itu sekolahnya Di Medan,namun kakekku menawariku agar tinggal bersamanya dan bersekolah di sini, ayah dan ibuku turut menyetujui begitu pula dengan aku.
Aku berasal dari kota Medan
( sumatra Utara) ayahku bekerha sebagai seorang petani, namanya Rusli, dulu itu sewaktu masih SMP
Di saat aku pulang sekolah setiap harinya gua tuh paling sering pergi ke sawah bersama dengan..
Ooh iya tadi gua lupa ngenalin ibu gua
Ni dia Ibu gua namanya Halimatun Sakdiyah kami setiap hari
Bekerja di sawah bersama sama membantu pekerjaan Ayah
Melihat titikan demi titikan keringat yang mencurah di seluruh tubuh mereka, membuat aku lebih giat lagi membantunya dan memotivasi aku agar bisa menjadi anak yang suskses suatu saat nanti
Kedua orang ini adalah sosok yang paling aku syangi, cintai,hormati di muka bumi ini
Yang tiada satu pun,, dapat aku jadikab bandingan atas segala pengorbanan yang telah mereka berikab terhadapku
Namun kini, waktu tak mengizinkan kami untuk tetap terus dapat bersama
Gua harus berpisah, seperti yang gua jelasin tadi
Yaa bersekolah di Jakarta
Nii dia gua kenalin lagi
Nurhasanah adik gua satu satunya
Salah satu yang paling berat untuk aku tinggalkan.
Dia sangat pintar dan rajin,bnyak penghargaan yang telah ia peroleh dari hasil belajarnya.
" Kulihat sinaran rembulan
Malam ini, menerangi langit malam dan seisi bumi
Apakah bulan tak kesepian di sana..
Sndirian
Tanpa ada bintang yang menemaninya untuk kali ini
Ingin rasa nya ku mencurahkan padanya
Akan rasa kerinduanku yang semakin berat
Semoga kekuatan sabar tetap menjadu teman sejatiku
Dalam memikul rasa kerinduan ini
Dalam melawan sedih
Dan tetap kuat dalam mengais hari hari
Aku rindu kalian keluarga kecilku tercinta..
Nantikan yaa teman teman
Lanjutannya..
Jangan lupa berikan dukungan
Dan komentar dan kritikan yang membangun
#sepucuk Surat Di 08 July
YOU ARE READING
Sepucuk Surat Di 08 July
RomancePerjuangan hidup Perjalanan cinta Pendidikan Dan tantangan
