Jangkar

19 4 0
                                        

Bahkan harum kenanganmu masih tertempel di dinding-dinding kamar ku.
Kemeja putih abu-abu mu membuat aku kembali berkaca-kaca.
Kurasakan retak di dalam hati, rapuh bagaikan mau pecah.
Dunia kembali tertawa atas rasa sedih ku yang berkelanjutan.
Bukan salahku kan, bila aku tak sanggup melupakan senyum manis mu?

Bukan aku namanya bila tidak bisa hidup tanpa mu.
Rasanya kehadiran mu selalu menjadi bayang-bayang ku.
Walaupun semuanya tau, engkau telah meninggalkan ku.

Sisa-sisa napas ini ku gunakan untuk kembali balik ke atas.
Akhirnya aku sadar.
Tidak seharusnya aku tenggelam bagaikan jangkar.

-Cleo jory

Bila Hatimu Tenang, Tutup MataHistórias para pegar e não largar. Descubra agora