First (1)

135 8 4
                                        


Di pagi yang cerah ini... Eits, bukan pagi hari tepatnya siang hari. Siang hari adalah rutinitas bangun tidur dari seorang perempuan yang bernama Deviana Putri. Ya, Deviana Putri si wanita famous dan ditakuti oleh para siswa di sekolah SMA nya. Dia ditakuti karena sikapnya yang begitu buruk dan mulutnya yang begitu pedas nan nyolot.

Deviana Putri atau yang sering dipanggil Devi adalah satu-satunya cewek yang  paling dikagumi oleh para lelaki di sekolahnya terutama ketos ganteng yang bernama Alvino. Tetapi Deviana tidak pernah peduli tentang hal itu, tentu saja Deviana memang berbeda dengan cewek diluar sana yang sekali digombaliin langsung baper-baper melting kayak lilin dibakar. 

"non, ini sarapannya bibi taro meja belajar ya"

"eh... Ini hari apa ya?" sedang dalam keadaan mengucek-ucek matanya.

"ini hari minggu non, emangnya non ada acara apa?"

"gak ada" Deviana langsung melanjutkan tidurnya.

"non, tadi ibu nitip pesan. Katanya hari ini jangan pergi kemana-mana dulu"

"hmm"

Bi Surti langsung keluar kamar Deviana dan menutup pintunya rapat-rapat. Deviana yang tadinya melanjutkan tidurnya tiba-tiba terbangun entah karena apa. Sekarang ekspresinya seperti orang yang baru terbangun dari mimpi buruknya.

"gue laper bangsat" Deviana dengan cepat bergerak menuju meja belajar dan melahap semua makanan yang dibawakan bi Surti tadi.

Disaat sedang menyantap makanannya, terdengar suara ketukan dipintunya. Deviana pun memberhentikan aktivitas makannya.

"lagi sibuk" teriak Deviana dari dalam kamarnya.

Beberapa detik setelahnya pintu yang tadinya tertutup rapat menjadi sedikit demi sedikit terbuka sehingga menampakkan orang yang mengetuk pintu kamarnya.

"ini mama loh dev, ubah sikap kamu! jangan dipelihara sikap kayak gitu"

"seterah"

"ayo, keluar dulu, mama mau kenaliin kamu sama saudara baru"

"hah! Mama abis beranak?"

"ih kamu mah suka rada-rada, mama tuh baru pulang dari panti asuhan"

"lah? Ngapain kesana, santunan apa gimana?"

"udah ayo ikut mama keluar dulu"

"iya iya devi turutin"

Deviana langsung keluar kamar dengan mamanya dan menginggalkan sarapan siangnya. Ketika sampai di ruang tamu kedua mata Deviana langsung tertuju kepada lelaki yang putih dan sekilas memang agak tinggi darinya.

"dia siapa mah?"

"ini dia yang mau mama kenalkan kepada kamu. Dia itu saudara tiri kamu sekarang"

"mah, kan udah devi bilang, gak usah ngeadopsi anak orang"

"tapi mama yang mau"

Mama Devi menatap anak lelaki itu dan memintanya untuk memperkenalkan dirinya ke Devi.

"perkenalkan, nama saya Brave Pratama, umur saya 17 tahun dan saya akan menjadi saudara tiri anda"

"prfft, lo kayak memperkenalkan diri didepan kelas tau gak..."

"ma-maaf apa perlu saya ulang?"

"polos banget sih lo, jangan-jangan kurang asupan ya"

"asupan? Maksudnya makan, udah makan kok tadi"

"udah-udah perut gue sakit ngetawain orang yang gak jelas kayak lo"

Deviana membalikkan badannya dan berjalan kearah kamarnya dengan memegang pinggul sebelah kanannya.

My Step BrotherStories to obsess over. Discover now