1

48 2 0
                                        

Gadis berambut panjang hitam lurus itu kini menatapi sneakers putihnya. Sambil memikirkan untuk terus melangkah atau terdiam lagi beberapa menit. Tangan kirinya mengenggam erat koper hitam besarnya. Gadis itu tidak hanya berdiri, tapi juga mendengarkan lagu Page 0 - MeloMance ft Taeyeon di telinganya yang sedari tadi di sumpal dengan earphone ungunya.

gadis itu berdiri diantara para penumpang yang baru saja keluar dari pintu keluar bandara. Gadis itu kini melirik semua orang yang berlalu lalang di depannya. Baginya orang-orang itu memiliki muka yang mirip 1 sama lain seperti sedang melakukan jurus seribu bayang milik naruto.

setelah berdebat yang cukup lama dengan dirinya sendiri. Kini gadis itu melangkah maju di awali dengan hembusan nafasnya yang sedikit berat.

Gadis itu kini memilih untuk duduk di dunkin donuts sambil memainkan hpnya untuk menelfon seseorang yang seharusnya sudah ada untuk menjemputnya disini. Di bandara incheon.

Sambil menunggu telepon itu tersambung, gadis itu memakan donut dengan gemasnya karena saking kesalnya menunggu sedari tadi dan tidak di angkat-angkat pula. Gadis itu juga tidak lupa untuk terus-terusan menggoyangkan kaki kiri. Gadis itu selalu seperti itu jika sedang kesal. Dan akhirnya..

"Oppaaaa..." panggilnya dengan sedikit nada tinggi karena telpnya yang ke10 akhirnya diangkat juga

"yoboseyo" jawab lelaki disebrang sana

"oppa, oediseo?"

"Jibeseo" jawabnya singkat

"oppa, lupa? Aku ada dibandara sekarang. Menunggu mu. Aigoo" gadis itu kini meminum sedikit es coklatnya untuk tenang

"aniya, aku sudah mengutus jungkook untuk menjemputmu disana. Mungkin dia sudah sampai sekarang. Aku akan memberimu nomernya. Posisi dimana sekarang?"

"Dunkin"

"Ok"

telepon pun terputus dan gadis itu pun kembali menunggu

--

Lelaki itu berlari kecil sambil melirik sekeliling orang yang datang dari pintu keluar bandara. Sesekali melihat walpaper hpnya yang bernampakan seorang gadis dengan rambut panjang hitam lurusnya sambil memakai earphone ungu dengan senyum kecilnya.

Setelah sekian lama mencari akhirnya dia memutuskan untuk menelpon nomer yang baru saja di kirimkan oleh hyung yang mengutusnya kesini.

"yoboseyo" jawab seorang gadis

"oediseo?" tanya lelaki itu singkat

"dunkin"

Lelaki itu pun langsung mematikan pangilannya dan langsung menuju tujuan sambil berlari kecil lagi.

Setelah beberapa menit berlari akhirnya mereka bertemu satu sama lain. Dengan tatapan asing karena baru pertama kali bertemu di campur kesal di kedua mata mereka masing-masing.

Yang satu lelah menunggu yang satu lelah mencari.
--

hening

itu yang terjadi sekarang di dalam mobil. Kedua orang itu hanya diam tidak ada percakapan sama sekali tidak ada lagu tidak ada apapun.

gadis itu pun hanya menatap jendela yang kini menunjukan kota seoul yang sudah sangat berbeda dari yang dulu gadis itu ingat.

dengan penasaran gadis itu pun menurunkan sedikit kaca jendela mobil itu membiarkan angin masuk ke dalam mobil dengan bebasnya. Tangan kananya dibiarkan keluar untuk merasakan hembusan angin dan udara yang berbeda dari beberapa jam yang lalu.

"aw" teriak gadis itu karena tangan kanannya kini terjepit di jendela yang hampir menutup

"ya! Apa yang kau lakukan" lirik gadis itu sarkas dengan tangan kirinya menurunkan kembali kacanya untuk menarik masuk tangan kananya lalu menutup kacanya kembali ketika tangan kanan ya sudah aman

"menutup kaca" jawab lelaki disebelahnya yang sedari tadi menyetir dalam diam seperti robot

"Kau kan bisa bilang dulu kepadaku. Kenapa tiba-tiba? Kau ingin memotong tanganku? Hah?" Serang gadis itu

"Berisik" singkatnya dan malah mengebot mobilnya

"dasar gila" umpat gadis itu pelan sambil mengusap-usap tangannya dan kembali melirik keluar jendela mobil.

--

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 22, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BEGIN | JJKWhere stories live. Discover now