1❄️

28 3 0
                                        

Sabtu, 10 Agustus 2019•

        Ku pandang punggung seseorang, berjalan menjauh dari ku. Hingga akhirnya sudah tak terlihat lagi.

        Apakah ini akhir dari segalanya? Ku tak ingin berpisah dengan mu. Sangat.

        Tetapi, takdir berkata lain. Ku harap kita bisa bersama seperti dahulu lagi.

        Maaf.

.

.

.

•Kamis, 14 Februari 2019•

        Hai, nama ku Song Hyerim. Aku asli orang Korea tapi aku dari Korea Utara, bukan Korea Selatan. Hari ini adalah hari pertama aku bersekolah di kampus BigHit. Bukan pilihan ku, ini pilihan ibuku. Kata ibuku, aku harus sekolah disini karena lelaki-lelaki di kampus ini tampan-tampan dan mapan. Kalian pasti sudah tahu mengapa ibuku mendaftarkan ku kesana. Ya, karena ibuku ingin aku memiliki seorang kekasih. Dari dulu aku tidak pernah berkencan dengan siapapun. Walaupun wajah ku berparas cantik, tetapi aku tak ingin berkencan dengan lelaki mana pun karena yang aku dengar itu kalau lelaki sangat berengsek. Aku tak ingin.

        Aku tinggal sendiri di Seoul. Ibuku menyewakan ku apartemen, agak jauh dari kampusku. Naik bus akan memakan waktu kurang lebih 15 menit dan jika jalan kaki, akan memakan waktu 30 menit. Peracayalah. Apartemen ku tidak buruk, bahkan lebih bagus dari rumahku sendiri. Karena sejak dulu inilah yang aku inginkan, mempunyai tempat tinggal sendiri tanpa ada pengganggu. Aku tinggal di atap apartemen itu, maka dari itu aku jauh dari tetangga-tetangga apartemen ku.

        Sekarang, aku sedang berada di bus menuju kampus ku. Aku memasang airpods ku dan mendengar kan lagu Mood Child karya RM BTS. Jujur, aku sangat mengagguminya karena dia sangat jenius dan tampan.

        Aku terlalu menghayati lagu itu hingga aku menutup mata ku agar aku lebih fokus terhadap lirik yang ditulis oleh RM. Namun, supir bus itu mengerem secara mendadak hingga aku terkejut dan tubuh ke terbawa kedepan. Tapi, lelaki yang berdiri disampingku juga terjatuh menimpa ku. Dia menahan tubuhnya dengan tangannya yang ditumpu ke jendela bus. Mata kami bertatapan namun itu hanya bertahan beberapa detik saja.

        "Maaf" Ucapnya dengan suara berat dan khasnya, dia pun berdiri kembali. Aku mengangguk kecil lalu membenarkan duduk ku. Tanpa sadar jantung ku berdetak dengan kencang.

        Ada apa dengan ku?

🐻

        Aku sudah sampai di kampus BigHit. Besar juga kampus ini dan ramai sekali terutama perempuannya, apa benar yang dikatakan ibu?

        Aku tidak sendiri disini, aku mempunyai teman. Dia bernama Hwang Mikha. Dia sudah menjadi teman sejak tadi pagi, kami baru saja berkenalan tadi. Aku rasa kita cocok satu sama lain maka dari itu, aku ingin menjadi temannya. Dan kami juga sudah bertukar nomor telepon, jadi aku yakin kita akan menjadi teman baik.

        Sayangnya, kita berbeda jurusan. Jadi aku akan tetap sendiri ketika masa orientasi. Aku dan Mikha pun berjalan terpisah karena tempat pendaftaran kita berbeda arah.

        Aku sudah daftar dan aku melihat sekumpulan mahasiswa dan mahasiswi sedang berkumpul yang sepertinya satu jurusan dengan ku. Aku pun menghampiri mereka dan sedikit perkenalan.

My Winter BearDonde viven las historias. Descúbrelo ahora