prolog

54 4 4
                                        

aku melangkahkan kakiku kedepan. Dengan perlahan, sangat lambat. Aku melihat di sekelilingku anak anak lain yang sedang belajar menggunakan magis mereka masing masing.

Setiap aku melalui ruangan ini aku merasa minder. Mereka akan mengejeku , karena aku payah dalam urusan magis. Aku sudah berusaha mengeluarkan magis dari dalam tubuhku. Ku ayunkan tongkatku dan berkata "abra abra magis bangkitlah" tapi semua itu sia sia. Yang keluar hanyalah percikan cahaya kecil.

Walaupun aku payah dan selalu di bully oleh anak anak lain, aku bersyukur karena disini ada anak anak yang belum pandai menggunakan magis. Jadi nasib mereka sama denganku.

Mereka juga mengalami bully sepertiku. Mereka adalah teman teman sekaligus sahabatku di sini. Mereka yaitu , Bayu, Novi, Vinda, Dela,  Lina, Aya dan Ani.

Kami selalu belajar menggunakan magis bersama. Oh iya namaku Rendi. Salken yah

Nah di sinilah kisah kami di mulai.

FIM Dipeluk KegelapanStories to obsess over. Discover now