awal perjalanan ku

5 2 0
                                        

Disuatu waktu aku duduk termenung di jendela kamarku menatap indahnya ciptaan yang Maha Kuasa. Aku mulai berfikir tentang masa depan dan kemana aku melanjutkan sekolah, aku mempunya 2 pilihan yaitu masuk ke MAN aja atau masuk Pasantren aja. Itu ada pilihan yang sangat menggalaukan bagiku, karena keinginan ku hanya satu yaitu masuk ke pasantren. Tapi apalah dayaku, aku berasal dari keluarga yang kurang mampu jadi aku harus memilih melanjutkan belajarku di MAN.

Selang beberapa hari setalah aku mendaftar di MAN, datanglah seorang yang kukenal dan sudah seperti saudara ke rumah ku. Beliau bernama mai, kak mai datang menawarkan ku untuk masuk sebuah Pasantren tempat beliau mengajar sambil menunjukkan sebuah brosur kepada ku. Seketika itu aku mulai tertarik dan berkeingin masuk di tempat tersebut, namun ku urungkan lagi niat tersebut karna aku tau kondisi keuangan orang tua ku. Tapi Allah berkehendak lain, ternyata aku masuk Pasantren ini dngan cara yang tak di duga2. Ya bagaimana tidak, aku masuk dengan jalur beasiswa dibantu oleh guru yang tinggal dan ngajar di pasantren tersebut. Dengan senang hati aku meminta izin kepada kedua orang tua ku yang sangat aku sayangi, dan dengan semangat aku mulai mengurus segala persyaratan yang diminta dan akhirnya aku mendaftarkan diri di pasantren. Kini nama ku sudah terdaftar di data santri baru dan tertulis sebuah nama di atas map yg berwarna merah dengan tulisan MIKA SALSABILA.

Tibalah hari dimana aku mulai mengikuti tes dan saat itu jantungku berdegup kencang seakan mau copot,hehe. Kini tiba giliran nama ku yg dipanggil oleh penguji, "mika salsabila, silahkan masuk". Dan akhirnya aku masuk dengan berbagai perasaan yang abur radur dan sedikit grogi sih, karena kebetulan yang mengetes aku saat itu adalah seorang ustad. Dengan wajah yg tertunduk malu aku masuk dan duduk dihadapannya, dan mulailah beliau menyuruhku membaca ayat suci Al Qur'an yg telah disediakan. Setelah selesai dilanjutkan dgn beberapa pertanyaan yg sudah disiapkan.

Dua minggu telah berlalu kini tibalah penguman tes kelulusan. Tepat jam 15.00 siang aku mendapat telpon dari paniti penerimaan santri baru, dan dengan izin Allah akhirnya aku lulus dan diterima di Pasantren Al Hijrah tersebut. Aku langsung sujud syukur karena merasa bahagia sebab keinginanku untuk menjadi seorang santri sudah terkabulkan. Begitu juga dengan ayah dan ibu mereka menangis bahagia kerena keinginan putrinya tercapai dan mereka berharap agar kelak aku kan menjadi seorang wanita sholeha yg selalu berbakti, penuh sopan santun dan menjadi seorang yang lemah lembut. Hari itu sungguh mengahrukan bagi diriku dan keluarga ku, yang dipenuhi dengan tangisan kebahagiaan.

Assalamua'laikum warohmatullahi wabarokatu,, maaf sebelumnya jika ceritanya masih amburadul dan kurang menari soalnya ini cerita pertama ku. Jika ada kata2 yg salah atau masih banyak kesalahan dalam penulisanku mohon dimaklumi aja yaa.😉

Jika ada saran silahkan coment saja,, selamat membaca dan semoga menyenangkan..🙂

Assalamua'laikum warohmatullohi wabarokatu..

haruskah aku menantiHistórias para pegar e não largar. Descubra agora