PART 1

114 7 0
                                        

Saat bel sekolah bunyi,gua langsung ngerapiin buku,siap-siap pulang.Setelah itu,gua langsung pergi ke halte bus.

Saat bus datang,gua segera naik ke bus,dan beberapa siswa di sekolah gua juga masuk ke dalam bus.

Saat perjalanan pulang,tiba-tiba gua terkejut ketika salah satu siswa nyebutin nama seseorang yang gua rasa gua kenal.

"Ehh Rav,besok jadi kerkel kan kita??Awas aja gak jadi gua penyet lu" kata siswa itu dengan candaan.

"Y" balasan dari seseorang itu.

"Hahh??Rav??Kayaknya gua pernah denger tu nama??Ohh temen TK gua!" ucap gua dalem hati.

Seketika gua beranikan diri tanya sama seseorang itu.....

"Nama lu Rava??" ucap gua ragu.

"Hmm??Gua??Y,napa?"

"Rava Putra kan??Lu kagak inget gua??"

"Emang lu sapa gua??" kata Rava dingin.

"Gua Vara Aulia,temen TK lu dulu" (yaelah ni bocah dingin amat kayak fajar,perasaan dulu dia kayak senja,kenapa sekarang kebalek njir)

"O temen TK,maaf gua lupa" (sambil main hp.

Beberapa saat kemudian,hening,yang terdengar hanya suara kendaraan lain di luar bus.

Saat Rava sampai halte pertama,ia segera turun dan ia segera berpamitan pada cewek yang ngaku temen TK dia dulu.

"Ehh lu,sapa lu tadi??Ohh ya Vara,gua duluan.Dahh" dengan nada dingin.

"Ehh iya makasih" (ternyata perhatian juga tu bocah).

Saat gua sampai rumah,gua langsung kepikiran dengan Rava.Gak nyangka,setelah 9 tahun pisah,ternyata mereka masih bertemu.Jujur,dia dulu itu senja gua,walaupun gua selalu ngeliat dia dari jauh.Dia itu hangat,suka ketawa,dan bikin orang bahagia.

Tapi entahlah,gua gak tau kenapa dia bisa sedingin itu.Rava yang dulu gua anggap senja gua,mungkin sekarang berubah,berubah menjadi fajar,fajar yang dingin.

"Apa dia ada masalah??Gua masih gak percaya dia sedingin itu" ucap gua penuh keraguan.

"Auuk ahh bomat lahhh,mending gua mandi,habis itu ngerjain tugas,habis itu persiapin buku buat besok,dan istirahat."

Akhirnya,gua pergi mandi dan ngelakuin apa yang udah gua rencanain sebelumnya.

Sementara itu di rumah Rava.....

"Kayaknya gua gak asing sama tuh cewek.Vara??Siapa ya dia??" (sambil ngerjain tugas).

Tiba-tiba Rava teringat sesuatu,ia teringat zaman TK nya.Setelah itu ia membokar album foto saat ia kecil dulu.Akhirnya benda yang ia cari-cari dapat ditemukannya.Foto saat dia TK.Kemudian.....

"Anjirrr anjirr!!Sumpah!!!Dia Vara Aulia???Sumpahh gua baru inget.Akhhh kenapa gua harus bertemu dia di saat kayak gini sihh??Vara Aulia,fajar gua yang jarang senyum,fajar gua yang susah diajak ngomong,fajar gua yang susah banget diajak kenalan,dan fajar gua yang bawa kedinginan.Kenapa kita harus ketemu lagi disaat kayak gini sihh??Hmm??" kata Rava sambil memandang foto mereka saat TK.

"Tapi..,kalau dipikir-pikir lagi,gua juga sihh yang salah,gua gak nyoba kenalan kek apa kek,gua pemalu banget waktu itu,jadi gua gak bisa kenalan langsung sama dia." Rava tersenyum sendiri saat mengenang masa TK nya.

Saat TK,Rava terkenal dengan anak yang pintar,rajin,baik,ramah,dan lainnya.Intinya Rava itu seperti senja yang selalu membawa kehangatan sebelum ada kedinginan yang melanda.Saat itu,dia kagum akan seorang anak perempuan yang ia tak tau namanya.Menurut Rava,anak perempuan itu imut,lucu,gemesin,pokok dia spesial di hati Rava.Hari pertama di sekolahnya,Rava segera mencari kelas nya yang tak kunjung ia temukan saat itu.Ketika dia masuk kelas,Rava kaget ketika temannya itu sekelas dengannya.Vara Aulia,nama anak perempuan yang dia kagumi.

Vara Aulia,seorang anak yang sangat lucu,gemas,pintar,tapi terkadang ia dingin pada hal tertentu,seperti fajar.Sebenarnya dia tidak terlalu peduli dengan keadaan sekitarnya,tapi ketika dia melihat seorang anak laki-laki,dia merasa ada yang aneh.Dia selalu merasa tenang dan bahagia ketika ia melihat senyuman anak itu.Dia ingin lebih terbuka lagi agar ia bisa mencari tau tentang anak laki-laki itu.Saat ia sudah ada di kelas,Vara kaget ketika anak itu masuk ke kelasnya.Akhirnya ia tau nama anak itu Rava Putra.

"Anjerrr!!bngs*t!!Mamposs gua flashback mampos!!!Kenapa sihh Var??Lu kembali saat gua punya pacar??Kenapa??" kata Rava masih menatap foto mereka saat TK.

Rava selalu berharap dia bertemu dengan Vara lagi.Entah kenapa,anak perempuan yang ia kagumi dulu,tidak bisa lepas dari ingatannya.

Sementara itu,hubungan Rava dengan pacarnya Okta Nayara,sedang tidak baik.Banyak temannya yang membicarakan hubungan mereka.

Banyak yang mengatakan bahwa Okta menerima Rava hanya sekedar kasihan saja,tetapi Rava segera menepis pemikiran buruk itu.Saat kejadian di bus tadi,Rava merasa ada yang aneh.Ia merasa bahwa pertemuannya dengan Vara adalah pertanda bahwa apa yang di ucapkan teman-temannya selama ini benar.

"Akhhh bodo amat lahhh.Mungkin pertemuan gua sama Vara tadi cuma kebetulan aja.Semoga aja semua yang dikatakan teman-teman gua gak bener.Tapi Var,gua harap kita bisa bertemu bahkan sekelas lagi nanti saat kenaikan kelas." ucap Rava masih memegang foto mereka saat TK.

Rava terlalu lelah hari ini.Entah itu karena pelajaran sekola atau karena ucapan teman-temannya.Kemudian,ia segera merapikan buku,dan segera mandi.

Selesai mandi,sebenarnya ia hendak tidur.Tetapi karena kejadian tadi yang tak kunjung henti mengganggunya,akhirnya Rava memutuskan untuk belajar dan mempersiapkan pelajaran besok.

"Kahhhh anj*ng,gua belajar pun lu selalu ada di pikiran gua.Gua heran sendiri,sebenernya pacar gua itu Okta apa Vara sehh??Pusing nihh kepala.Mending gua dengerin First Snow,biar ni hati kagak capek,kagak kesepian juga."sambil mengambil hp dan memutar video First Snow EXO.

Rava adalah penyuka lagu K-POP,terutama EXO.Dia sering mendengarkan lagu-lagu EXO saat dia sendiri atau butuh ketenangan.

Saat dia merasa mengantuk,ia segera menyiapkan buku pelajaran untuk besok dan segera ke tempat tidur.

Akhirnya,Rava dapat tidur dengan pulas.Tetapi sebelum ia tidur,ia berharap bahwa doa nya terkabul.Doa bahwa ia akan bertemu dengan Vara dan sekelas dengannya saat kenaikan kelas dapat terkabul.

Ketika Fajar dan Senja Jatuh CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang