bagian 1

65 6 2
                                        

Tidak selamanya yang kamu lihat didepan adalah jati diri seseorang yang aslinya, tidak selamanya yang kamu anggap pacar dia juga menganggapmu pacar,
mungkin dia mengangggapmu hanya teman disaat dia kesepian dan butuh pelarian.

Kamu terlalu percaya bahwa dia benar-benar mecintaimu seutuhnya. 

"Mau sampe kapan kamu jomblo lu?"

Lulu yang hanya terdiam mendengar ucapan dari sahabatnya yang belum lama ia kenal itu, Ya Lulu baru menjalin pertemanan dua bulan yang lalu dengan Seli awal masuk SMA. Belum banyak yang ia tau tentang Seli mungkin seiring perjalanan ia akan mengenalnya, seli juga terlihat tulus berteman dengan Lulu.

Lulu gadis imut walaupun sudah SMA mungkin karena matanya yang hitam besar dan bulat disertai kulit putih dan ukuran tubuh yang mungil diantara teman-temannya jadi ia terlihat lebih muda dan imut, apalagi saat berjalan dengan Seli ia akan terlihat lebih pendek.

Selain Seli, Lulu juga mempunyai sahabat yang sudah ia kenal dari kecil yaitu Reza. Setiap pagi pasti Reza menjemputnya tidak heran jika ibu nya lulu mengenalnya bahkan sampai menganggapnya seperti anak sendiri.

Pasti di setiap pertemanan selalu ada permusuhan wajar kan saling salah paham satu sama lain.  Untungnya Lulu lebih dewasa dari pada Reza ia selalu mengalah meskipun bukan dia yang salah.

Kedekatan antara Reza dan Lulu selalu dianggap salah paham oleh sebagian orang bahkan banyak yang menganggap bahwa mereka berpacaran. 

Reza tidak bisa mengantar Lulu pulang karena akhir-akhir ini ia sibuk berlatih bola basket karena akan diadakan pertandingan bola basket antar sekolah.

Tapi jika Lulu tidak ada pr sekolah ia akan menunggu Reza selesai berlatih.

Hari ini pulang lebih cepat dari biasanya dikarenakan guru-guru sedang rapat tentang tempat dan apa saja yang harus disiapkan untuk menjadi tuan rumah di perlombaan bola basket.

Reza juga sedang sibuk untuk acara yang akan diselenggarakan besok semua panitia dan peserta lomba juga sibuk mempersiapkan acara supaya semua berjalan sesuai rencana.

"Lu berhubung pulang cepet kita jalan-jalan ke mall dulu yu"

"Ayok lah lagian Reza juga lagi sibuk"

Setelah bertemu Reza untuk bilang ia akan pulang duluan Lulu dan Seli langsung pergi ke Mall.

Kebetulan sekali di Mall sedang ada konser musik, Lulu yang penasaran siapa dibalik suara merdu langsung mengajak Seli ke tempat suara tersebut berasal. Tapi Seli menolak karna ia ingin membeli baju yang sedang diskon   besar-besaran.

Lulu semakin terbawa suasana oleh alunan musik dan vokalis yang tampan siapa perempuan  yang tidak betah melihat pria tampan ditambah lagi ia bisa memainkan gitar dan bernyanyi secara bersamaan.

Setelah konsernya selesai Lulu berniat meminta foto bareng dengan vokalis tersebut. Disaat sedang berfoto tiba-tiba suara perut Lulu bunyi ia baru ingat terakhir ia makan tadi pagi.

"Kamu lapar?"

Tanya vokalis itu sambil menggandeng tangan Lulu dan melambaikan tangan kepada temannya bahwa ia akan pergi duluan.

Lulu hanya mengikuti langkah kaki sang vokalis tersebut membawanya ke resto terdekat. Lulu percaya saja kepada vokalis yang baru ia kenal padahal namanya pun belum ia ketahui.

Disaat ditanya oleh pelayan resto ingin pesan makanan apa keduanya menjawab secara bersamaan.

"Nasi goreng sosis!" (Jawab lulu dan vokalis)

"Pesan minum apa?"

"Air putih" (jawab lulu dan vokalis)

"Aduh pasangan serasi banget si kalian" (ucap pelayan resto sambil memberikan senyum)

Lulu membantah dan terlihat salah tingkah didepan vokalis yang baru ia kenalnya. Vokalis hanya tersenyum melihat lulu yang wajahnya terlihat memerah karena malu.

Di saat sedang makan sang vokalis baru ingat bahwa mereka belum berkenalan dari tadi. Sambil menjulurkan tangan disertai dengan senyuman sang vokalis memberi tahu namanya.

"Kenalin namaku Andy, maaf ya tadi langsung menarik tanganmu"

Lulu membalas menjabat tangan sang vokalis yang bernama Andy sambil memberi tau namanya.

"Namaku Lulu" (sambil memberikan senyum)

Hari sudah semakin larut Seli yang dari tadi dihubungi tidak ada jawaban. Akhirnya Andy meminta Lulu untuk menemaninya satu kali lagi.

Andy mengajak Lulu ke basemanent atas melihat senja. Disaat Lulu sedang melihat keatas menikmati senja andy langsung meraih tangan Lulu.

"Aku ingin ini yang terakhir untuk kita berteman aku ingin lebih dekat denganmu menjalani hidup bersama. Mau kah kamu menjadi pacarku?"

Lulu masih terkejut mendengar ucapan Andy.

"Aku tau ini terlalu cepat tapi saat pertama kali melihatmu aku langsung jatuh cinta padamu"

Andy masih menunggu jawaban dari mulut Lulu jatungnya berdebar kencang dari biasanya.

Tanpa berpikir panjang Lulu langsung menjawab pertanyaan Andy.

"Maaf aku tidak mau menjadi paca..."

Belum selesai Lulu berbicara Andy langsung memotong pembicaraan. Jatungnya yang tadi berdegup kencang tiba-tiba berhenti seketika sakit menusuk ke dalam hati.

Andy mencoba menguatkan diri ia tidak mau meneteskan air mata ia malu pada dirinya sendiri ia menyesal telah mengatakan hal tadi.

Tapi ada rasa lega sesudah mengucapkan perasaan tapi rasa sakit yang menusuk hati tak bisa ia alihkan.

"Maaf ini terlalu cepat memang"

Andy menguatkan dan berbicara seperti tak ada rasa sesesak di hati padahal Lulu tau dari mata Andy ia tak bisa berbohong.

Lulu melanjutkan ucapan yang tadi Andy potong.

"Iya aku tidak mau menjadi pacarmu tapi aku mau menjadi teman hidupmu"

Andy langsung memeluk Lulu.

"Jangan lupa abis ini anterin aku pulang"

Ucap lulu dengan senyuman.

"Siap tuan putri"

Sambil mengacak-ngajak rambut Lulu.


You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 12, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HilangWhere stories live. Discover now