1

27 6 0
                                        

Hai gue Amara anak SMA 20 bakti bapak, gw sekarang kelas 12 intinya bentar lagi mau lulus dan fokus kuliah.

Satu hari sebelum kelulusan pak Danu mengumpulkan kami di lapangan belakang.
"Hei ayo kumpul cepat-cepat!"-begitulah kata pak Danu, dan anak-anak langsung bertebaran lari menuju lapangan
"Ayo cepat kumpul, lari-lari!"-pak Danu
"Mar ayo"-kata Deira temen deket gw dari kelas 10
"Bentar dei"-belum selesai gw ngomong Deira langsung narik tangan gw
"Soleh mana soleh?eko?lukman?sohib? Kumpul semua!"-ujar pak Danu yg sedang mencari salah satu kumpulan anak yg bobrok di sekolah
"Assalamulaikum wrb."- pak danu
"Waalaikumsalam"- siswa
"Dipagi yang cerah ini, bapak melihat wajah-wajah yang penuh dengan senyuman, penuh harapan, penuh optimisme, serta keyakinan yang tinggi, AKAN TETAPI! bapak akan memberi tahukan sebuah kabar yang sangat tidak menyenangkan! Bahwasanya 80% dari kalian diNYATAKAN TIDAK LULUS!"-pak Danu
"Wah masa sih!"-salah satu murid
Semua murid tampaknya sedih dan sampai ada yang menangis bahkan pingsan
Lalu pak Danu mengatakan
"Nah itu salah satu berita yg hoax!"-pak Danu dengan santai mengatakan hal tsb
Ekspresi semua murid sangat tidak percaya dan menyoraki pak Danu
"Anggap aja itu balasan dari kalian generasi micin yg kerjaanya cuma maen sosmed doang waktu pelajaran di kelas!"-pak Danu
*Duk...duk..duk...
Suara salah seorang berlari ternyata itu Derren
"Bapak memberitahukan bahwa SMA kita dinyatakan lulus 100%!"-pak Danu
"Eh Derren!"-pak Danu yang menegur Derren
Lalu Derren stop dan melihat pak Danu
"Tunggu! Kamu tu kalo punya hobi yg bermanfaat dong, mancing, memasak kek, ini kok hobinya telat!?"-pak Danu
"Kesiangan pak"-Derren
"Sana masuk barisan!"-pak Danu
"Makasih pak"-Derren langsung berlari
"Oke bapak hanya memberi tahukan kabar ini saja silahkan bubar!"-pak Danu

Keesokan harinya...
Kami merayakan kelulusan ini dengan ya tahulahya corat coret hehe.
"Haduhh"-Derren yg kelelahan abis berlari
"Ini lulus sekolah pada mau jadi atlet asian games apa ya?"-bobi terengah-engah
"Eh lo aja yang gapernah olahraga jadinya gini"-Deira angkat bicara
"Eh ngomong-ngomong kembaran gw si Derren jadi ga nih kuliah bareng Amara?"-tanya bobi
"Jadi dong!"-Amara
"Iyakan?"-Amara menatap Derren
"Iya jadi..gw blm siap"-Derren
"Hah?"-bobi
"Belum siap gimana?"-Deira
"Belum siap kuliah bareng gw?"-tanya Amarah
"Belum siap pisah haha"-Derren
"Hahahhha lucu bet"-bobi
Tiba tiba kedua orang tua Derren datang
"Baik baik kan kamu?"-tanya mama Derren
"Baik mak"-Derren
"Ren hasil tes kamu sudah keluar, kamu diterima di universitas Amsterdam"-papa Derren
"Ih papa"-mama Derren
"Gapapala bangga papa pokoknya di Belanda kan"-papa Derren
Muka Amara dan teman-temannya heran sekaligus ingin marah
"Eh kita sakit perut kan ya?"-tanya Dena mencari alasan untuk pergi
"Eh iya kita pamit dulu ya om"-bobi pergi

Kelas
"Mar jangan marah sama gw yah"-Sam salah satu sahabat Derren
"Jadi waktu itu Derren nemenin gw ke universitas itu, dan gw iseng-iseng ngajakin dia untuk ikut tes masuk kuliah di Belanda"-Jelas Sam
Lalu Amara angkat bicara
"Iseng-iseng?"-Amara
"Lagian juga gw mana tau Derren bisa lulus di sana"-Sam
"Ya bisalah! Si Derren kan pinter!"-Amara
Lalu tiba-tiba roman dateng dan duduk di samping Amara
"Huftt.."-Amara menarik napas panjang
"Amara, gw minta maaf yah, gw ga cerita, lo marah ya?"-Derren
"Ngapain gw marah?gara-gara lo dapet kesempatan buat masa depan lo?"-Amara
"Yah tapikan, kita udah janji kuliah bakal bareng"-Derren
"Gimana yah? Trus gimana lagi?udah ah walaupun di Belanda masih tetep bareng kan? Lo gabakal lupain gw kan ren?"-Amara
"Mar, Belanda belum cukup jauh untuk bikin lo hilang dari ingatan gw"-Derren
Amara hanya bisa mengiyakan kata-kata Derren
"Hmm.."-kata bobi yg tibatiba masuk kelas sama Deira dan Dena
"Ee.. ren mar sam, ini kan hari terakhir kita bareng-bareng nih, karna sebentar lagi kan Derren sama Sam udah mau berangkat ke Belanda, gimana kalo pulang ini kita Dinner bareng? Gw yg traktir!"-Dena
"Siapa sih yang ga mau gratis"-Amara bersenang ria
*Skip...

9 bulan kemudian di Belanda mereka menuju kampus dengan berjalan kaki
"Happy dikit kali jangan manyun mulu"-Sam
"Lo enak, kuliah gw harus cepet kelar nih"-Derren
"Mangkanya belajar jangan galau mulu!"-Sam
"Ya gimana gw ga galau, gw tu kepikiran Sam, kuliah gw harus kelar disini, bokap gw udah abis-abisan jual ini jual itu, demi biaya gw disini kan"-Derren
"Lo ga kangen Amara?"-Sam
"Rindu itu sunyi tak perlu ada bunyi"-Derren
"Dih"-Sam
"Ya cari temen lah disini!"-Sam
"Ya semoga dapet"-yakin Derren
"Semoga? Haha"-Sam
"Dah udah kita harus berpisah disini gw mau ke Amsterdam"-Sam
"Oke gw balik ke apartement"-Derren
"Good luck!"-Sam

Saat sedang menuju pulang dengan menaiki kereta cepat Derren memikirkan untuk mengechat Amara

*Chatroom
Derren: Aku lebih memilih malam, meski kelam. Aku lebih memilih luka, meski sakit. Dan aku telah memilih kamu, meski rindu.

Keesokan harinya di kelas
"Oke pelajaran sampai disini dulu, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya, terima kasih"-Dosen
"Hm Derren?"-Dosen
"Iya pak?"-Derren
"Kamu harus belajar lebih giat lagi, lihat hasil ini tidak dapat diterima"-Dosen lalu memberikan hasil tes Derren tsb
Sedangkan Derren hanya mengangguk paksa sambil mengecek kembali kesalahannya itu.
"Ini toilet cewek!"-salah satu Mahasiswi ternyata Derren salah masuk gara-gara kurang aqua, eh ga kurang fokus wkwk
Alhasil Derren di gebukin sama cewe itu dan lalu ada seseorang yg melihat kejadian itu
"Cukup cukup! dia sudah minta maaf"-ujar orang yg melihat itu
Lalu Derren berlari ngacir dan duduk di tangga
Dia lupa bahwa hasil tesnya itu berhamburan
"Aduh sakit"-Derren memegang bibirnya yang terluka akibat tadi
Lalu perempuan yang melihat kejadian tadi langsung menemui Derren
"Eh sorry sorry"-Derren ketakutan
"Hah? Kalo semua laki-laki indonesia lemah kaya lo, mereka bisa jajah kita lagi!"-ujar Perempuan itu yg juga berasal dari Indonesia
"Nih buat bibir"-memberikan sapu tangan untuk mengobati luka Derren
"Tuh kertasnya jatoh tadi!"-ujar perempuan itu lalu pergi, Derren hanya bisa terdiam
Tiba tiba "woi! Itu sapu tangan cuma gw pinjemin bukan berarti jadi hak milik lo!"
Saat mau di kembaliin eh perempuan itu pergi
Sombwong amat mbanya-author cantikz
Rela tidak rela Derren hanya bisa mengejar perempuan itu
"WOI!"-Derren
"Meira!"-ucap perempuan itu memberitahukan namanya
"Derren"-ucap deren mengenalkan dirinya
"Sapu tangan lo gw cuci dulu aja ya baru gw balikin"-Derren
"Lo baru disini?"-Meira
"Iya"-Derren
"Disinituh mahasiswa Indonesianya memang sedikit ya?"-Derren
"Banyak yang mati"-Meira
"Inalillahi wainailaihi rojiun, kenapa?"-Derren
"Salah masuk toilet"-Meira
"Haha kek gw itu"-Derren
"Jgn ketawa! Gw gabisa tiap hari jagain lo kaya tadi"-Meira
"Ya tapikan gw gaminta tolong sama lo"-Derren
"Haha yagalah becanda kali"-Meira
"Hah? Apasi haha"-Derren
"Udah cukup ketawanya, omongan gw ga selucu itu"-Meira
Derren hanya bisa terdiam
"Haha ga lah omongan gw lucu banget kali"-Meira
"Halah sekalinya ketemu orang Indonesia begini! Sinting!"-Derren

Spaak koffie&koers
"Jadi lo jurusan apa?"-Meira
"Internasionalnya manajemen"-Derren
"Dulu gw juga ambil jurusan itu"-Meira
"Hah? Dulu?"-Derren
"Iya sekarang masternya lanjutin itu juga sih"-Meira
"S2?"-Derren
"Tau benjamin banten?"-Meira
"Benda apa itu?"-Derren
"Film"-Meira dan dibalas anggukan kecil oleh Derren
"Ya jadi gw terinspirasi dari film itu, umur makin tua, badan makin muda"-Meira
"Yaampun cepet sembuh ya Mei"-Derren
"Haha ya ga lah, jadi gw masuk aksesklarasi dua kali, lo gampang banget si ditipu!"-Meira
"Gw lebih percaya lo sakit daripada lo pinter"-Derren
"Tapi kaya nya kita bakal jadi temen deh"-Meira
"Dengan sangat terpaksa, iya"-Derren
"Kok gitu?"-Meira
"Mahasiswa Indo yg lain udah mati"-Derren
"Oh ya gw jadi inget, hp lo mana, nih nomor gw telpon aja kalo nyawa lo terancam kaya tadi"-Meira
"Trus ngapa masih disini, pergi sana! Bye"-Meira yg dadah dadah

07 agustus 2019

Tbc; "Happy WANNAONE day, aku nyesel ga jadi wannable dari dulu, so emang penyesalan terjadi di akhir ya gitulah:v semoga mereka lengkap sebelas lagi meski satu hari doang♥️"

TOLONG ITU YG BACA TAPI GA VOTE DIMUSNAHKAN AJA YA:')
MAAP CERITA YANG SATUNYA UDAH VAKUM



FRIENDSHITDonde viven las historias. Descúbrelo ahora