We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Belanda Stories

Refine by tag:
belanda
WpAddkonsep
WpAdderopa
WpAddlandscape
WpAddjepang
WpAddtaman
WpAddklasik
WpAddamerican
WpAddminimalis
WpAddmelati
WpAddmawar
WpAddjati
WpAddwisata
WpAddbunga
WpAddkayu
WpAddindah
WpAddmodern
WpAddmediterania
WpAddtropis
WpAddmeter
belanda
WpAddkonsep
WpAdderopa
WpAddlandscape
WpAddjepang
WpAddtaman
WpAddklasik
WpAddamerican
WpAddminimalis
WpAddmelati
WpAddmawar
WpAddjati
WpAddwisata
WpAddbunga
WpAddkayu
WpAddindah
WpAddmodern
WpAddmediterania
WpAddtropis
WpAddmeter

128 Stories

  • dibawah langit yang sama  by opik_hakim
    opik_hakim
    • WpView
      Reads 31
    • WpPart
      Parts 8
    Pemberitahuan: Novel ini adalah karya fiksi. Seluruh tokoh, dialog, dan peristiwa merupakan hasil imajinasi penulis. Latar waktu yang digunakan hanya sebagai pendukung cerita dan tidak dimaksudkan sebagai representasi atau rekonstruksi sejarah.* --- **"Apakah persahabatan mampu bertahan ketika sejarah memaksa dua sahabat berdiri di sisi yang berbeda?"** Bandung, tahun 1930-an. Di tengah Hindia Belanda, seorang anak pribumi bernama **Surya** bertemu dengan **Willem van Dijk**, putra keluarga Belanda yang lahir dan tumbuh di tanah yang sama. Berawal dari bangku sekolah, keduanya menjalin persahabatan yang tak mengenal perbedaan bangsa maupun status. Surya dikenal sebagai pemuda jenius yang percaya bahwa ilmu pengetahuan dapat mengubah masa depan, sementara Willem adalah sahabat yang mencintai kedamaian dan meyakini bahwa tidak ada perang yang benar-benar membawa kemenangan. Namun waktu terus berjalan. Perubahan zaman perlahan memaksa mereka menempuh jalan yang berbeda. Bukan karena mereka saling membenci, melainkan karena sejarah menempatkan mereka pada pilihan yang tak pernah mereka inginkan. Dikisahkan melalui sudut pandang Willem, **Di Bawah Langit yang Sama** adalah kisah tentang persahabatan, harapan, dan kemanusiaan. Sebuah cerita yang mengingatkan bahwa sebelum manusia dibedakan oleh bangsa, bahasa, atau warna kulit, mereka terlebih dahulu adalah sesama manusia. Karena pada akhirnya, mereka hanya dua sahabat yang sejak kecil hidup **di bawah langit yang sama**.
  • Peter van Khan by SultanSulaiman
    SultanSulaiman
    • WpView
      Reads 46
    • WpPart
      Parts 1
    Peter van Khan adalah lelaki keturunan Belanda yang memiliki perkebunan keluarga di Palembang. Peter muda mempunyai hobi berburu gajah. Suatu hari, saat hujan telah reda, Peter bersama senapan riflenya beranjak seorang diri, membelah setapak, menaklukkan rimba Sumatera. Di ke dalaman rimba, Peter amat terpesona. Pohon-pohon kayu raksasa menjulang bak tiang-tiang langit, udara-udara perawan, dan bau tanah yang semerbak menghadirkan panorama belantara yang khas. Kaki kokoh Peter terus melangkah, matanya tetap awas mengecek jejak gajah pada pada tanah-tanah basah. Tak terasa, Peter sudah amat jauh melangkah, meninggalkan perkampungan. Meninggalkan keluarganya. Tiba-tiba, terdengar lenguh gajah, suara-suara tapak kaki bergemuruh, tanah bergetar, Peter semakin penasaran, lekas dia awas, mempersiapkan senapan, lalu matanya terus menyeledik ke segala penjuru. Hingga pada satu titik, dia merekam gerombolan gajak yang asik bermain air di pinggiran sungai. Sungguh pemandangan yang amat langka. Peter membatu, tatapan matanya runcing, senapannya siaga, napasnya tertahan. Tingal menghitung detik, maka sasaran yang ditujunya dengan mudah ditaklukkan. Dan...? "Doorrr...!" Suara senapan rifle menderu, memecah belantara yang syahdu. Seketika, kekacauan di tengah hutan amat dominan. Naas, lontara peluru tak membididik sasaran secara tepat, hanya sedikit melukai. Hanya dalam hitungan detik, gerombolan gajah blingsatan, mengendus sumber suara, dan... Seekor gajah paling besar kalap. Peter tersudut, berusaha menghindar, mencari perlindungan, terlambat. Di belantara ini, Gajah adalah petualang yang digdaya. Para pengganggu tak akan dilepas begitu saja. Manusia adalah musuh yang paling buyut. Sejak saat itu, Peter tak pernah lagi kembali dari belantara. Istrinya: Norma, dan kedua anaknya terus menunggu. Pencarian terus dilakukan, hingga kering air mata, hingga segala harapan pupus sudah. namun, Norma dan anaknya masih percaya, Peter masih hidup. Apa yang terjadi pada Peter?
  • COMITEM by vulcanious
    vulcanious
    • WpView
      Reads 329
    • WpPart
      Parts 2
    Anneliese, comitem tandem carissimi. - Parjo, Anneliese, Charvi - 1940 cover by cinamoomin ♡
  • So I Say, My Captain! by LinTieFer
    LinTieFer
    • WpView
      Reads 176
    • WpPart
      Parts 1
    Gia, cewek populer sekolahnya tersandung masalah saat ia bertengkar hebat dengan mantan terburuknya yang secara kebetulan berpacaran dengan musuhnya sejak masuk sekolah. Dengan situasinya itu, Gia berharap dapat pergi sejauh-jauhnya bahkan jika bisa ia ingin menghilang dari tempat itu. Seperti kata pepatah, Be careful of what you wish for. Akhirnya, Gia justru kembali ke jaman kerajaan yang sudah masuk ke penjajahan belanda dulu. Disana, Ia tak sengaja bertemu Captain Wick. Kapten dari salah satu kapal VOC, ia juga petinggi di sana. Tapi, bagaimana bisa Captain Wick mengetahui bahwa ia dari masa dan depan? Bagaimanakah kisah cintanya?
  • Fuck Off! by SiKoko
    SiKoko
    • WpView
      Reads 69
    • WpPart
      Parts 1
    "Apa kamu perempuan?" "Ya. aku perempuan. apa maksudmu bilang kayak gitu? "Tidak. tidak maksud apa-apa. hanya saja kamu mirip seperti Ibuku," Perempuan itu bersemu merah. "Oh, ya?" "Ya. Ibuku juga perempuan," Dan ia menyesal karena pipinya terlanjur memerah.
  • Long Time No See Gazza by Lululalaayu
    Lululalaayu
    • WpView
      Reads 7
    • WpPart
      Parts 1
    Seribu cara selalu dimiliki Gazza Mahatma untuk membuat Kaniya Petra tertawa, menciptakan kenangan yang mustahil untuk dilupakan. Gadis itu-adik kelas yang satu tahun lebih muda-adalah sosok pemberani yang dulunya dengan riang mengungkapkan cinta di hadapan banyak orang. Waktu seolah selalu memberi ruang bagi hubungan mereka di masa abu-abu putih ini. Namun, tak dapat dimungkiri, ada kekhawatiran yang menyelubungi benak keduanya: bagaimana jika suatu saat waktu enggan meluangkan ruang untuk mereka bertemu? Entah sanggup atau tidak untuk merelakan, takdir selalu memiliki titik nadirnya sendiri bagi setiap insan yang dinaunginya. Di sinilah mereka sekarang, di gazebo depan SMA Pelita Bangsa. Tempat yang menjadi saksi bisu saat Kaniya mengutarakan cintanya, dan tempat yang kini kembali menjadi saksi saat ia harus melepas sosok paling berharga dalam hidupnya setelah dua tahun menjalin kasih. Gazza menggenggam erat kedua tangan Kaniya, menatap netra indahnya untuk terakhir kali sebelum ia harus terbang menuju belahan bumi yang lain untuk waktu yang cukup lama. Kali ini, bukan untuk mengakui kesalahan, melainkan untuk menitipkan sebuah harap. "Kalau pun nanti dunia berubah dan kita menjadi orang asing, aku akan tetap mengenali matamu di keramaian mana pun," ucap Gazza lirih. "Kita hanya berpisah sebentar untuk menjemput masa depan kita masing-masing. Berjanjilah padaku, saat kita bertemu nanti, kamu sudah menjadi lawyer yang keren." Gazza terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih dalam, "Aku yakin Kaniya, jika dua orang memang ditakdirkan untuk melengkapi, ia pasti akan pulang ke arah yang benar. Dan arah itu adalah aku. Kita pasti akan bertemu lagi, Kaniya." Gazza merogoh sakunya, mengeluarkan gelang yang diam-diam ia susun sendiri model bracelet kesukaan Kaniya. Dengan telaten, ia memasangkannya di pergelangan tangan gadis itu, sebelum akhirnya memberikan pelukan terakhir. Ia harus segera pergi menuju bandara, menuju negeri kincir angin itu. Belanda
  • Unexpected by dilaeijustynA
    dilaeijustynA
    • WpView
      Reads 34
    • WpPart
      Parts 1
    Haii, ini karya pertama aku.. semoga suka yaa;) jangan lupa kasih aku bintang sama comment nya yaa.. hehe tunggu Chapter-chapter selanjutnya yaa Ig : @dilaeijustyn
  • Rosidi: Memayu Hayuning Negara by justforvan
    justforvan
    • WpView
      Reads 18
    • WpPart
      Parts 1
    Kisah Rosidi dan kawan-kawannya dalam hidup keseharian mereka di Kampung Dokelan, di pinggir Sungai Code. Pergulatan batin Rosidi berkenaan cinta pada pacarnya atau cinta pada negara. Sepenggal cerita nonsejarah di sekitaran Agresi Militer Belanda kedua. Catatan: Semua tokoh, tempat, dan kejadian pada kisah ini adalah rekaan. Penggalan sejarah yang ada hanya sebagai latar. Tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.