Buta

212 13 3
                                    

Aku adalah seorang tuna netra (alias buta), aku selalu memakai kacamata dimana pun aku berada, sebenarnya aku masih bisa melihat, hanya saja pandanganku  benar-benar samar, teman temanku tidak tahu tentang hal itu, mereka hanya tahu aku min.

Suatu hari aku diajak 3 temanku untuk pergi ke rumah kosong di ujung jalan gang paling ujung perumahanku, aku mengiyakan saja, tapi aku tidak pernah kesana, jadi sepanjang jalan aku hanya menggenggam tangan temanku.

"Kenapa kamu memegang tanganku terus sih?"
"Tidak apa hehe"

Saat sampai di depan pintu rumah, aku mendengar temanku mengetuk pintu, aku mendengar suara membuka pintu rumah itu, mungkin karena tidak terkunci, aku mendengar temanku bertanya

"Halo, apakah ada orang disini?"

Tiba-tiba salah satu temanku berteriak, aku tidak tahu apa yang terjadi, tiba tiba temanku melepaskan genggamanku dan berteriak

"Tidakk!!!"

Sesaat kemudian tanganku digenggam oleh tangan yang dingin, dia berkata kepadaku

"Zzt, kjshejo, jegrvvt,bbbsg hatysoo,kennek!!!"

Aku pun terkejut, aku melepaskan genggamannya dan lari ke arah pinu masuk, aku bisa seperti itu karena sudah terlatih mengenali tempat dengan cepat

Aku terus berlari ke rumahku dan berkata kepada ibuku tentang apa yang terjadi pada teman temanku dan aku langsung diantar kesana bersama para polisi

Aku menunggu di mobil dengan was was tiba-tiba tanganku ditepuk oleh polisi dan ia berkata

"Maaf dik, teman temanmu terbunuh secara sadis, tubuh mereka terpotong, saya yakin yang melakukan ini bukanlah manusia, melainkan iblis!"

Aku sangat terpukul saat itu ,tapi sejenak aku berpikir.

Apa yang terjadi seandainya aku bisa melihat  apa yang dilihat teman temanku?

Malam Jumat HororTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang