Gadis itu berjalan terseok-seok diantara gang sempit, tidak menghiraukan kondisi kumuh daerah yang ia lewati.
"Berhenti kau disana!"
Sempat ia menoleh hanya untuk memastikan bahwa masih adakah jarak antara mereka walaupun hanya satu dua meter. Pandangannya mulai mengabur diantara tetesan darah yang tak kunjung berhenti. Kepalanya mulai berputar, menggoda untuk sejenak memejamkan mata, namun ia tak bisa.
"Aku harus..lari.." batin gadis itu berusaha berlari menahan sakit yang ada disekujur tubuhnya.
"Cut!" suara seseorang memecah suasana tegang dengan tepukan riuh orang-orang.
"Akting yang bagus, Seoyun" pria separuh baya itu memuji gadis bernama Seoyun, yang tak lain adalah tokoh utama drama ini.
"Anda hanya berkata bagus saja, seharusnya anda menaikkan juga feeku kamdok-nim" ucap Seoyun sembari menghapus keringat beserta darah buatan dari seluruh tubuhnya.
"Aku akan memberikanmu liburan, bagaimana?" balas pria itu sambil tertawa mengejek.
"Lupakanlah, aku bahkan tak tahu kapan terakhir kali aku hibernasi, ya kan manager-nim?" guraunya sambil berjalan menuju van "Aku pulang dulu semuanya, sugo~" lanjut Seoyun seraya mengangkat tangannya membentuk huruf V diatas kepala.
💌
Seoyun POV
"Schedule hari ini sudah selesaikan eonnie?" tanyaku kepada manager, yang sebenarnya adalah sahabatku dari kecil.
"Untuk saat ini mungkin cukup, tetapi jangan tertidur lagi! Kau ada janji makan malam nanti untuk membahas tentang variety show yang mungkin akan kau setujui. Kau akan menyetujuinya kan?" managerku memberikan tatapan memelas andalannya.
"Eonnie aku ingin istirahat barang satu minggu saja. Lagipula variety show macam itu bisa membuat aku diberondong caci maki" ucapku sembari menatap keluar jendela van.
"Mungkin beberapa tahun lalu begitu, tapi sekarang kemungkinan suksesnya besar. Kau takkan pernah tahu Seoyun-ah, lagian idol sekarang fansnya sudah jinak, tidak seperti dahulu lagi" terang managerku sambil tetap mengemudi mobil van ini ke apartemenku.
"Jia eonnie, dengarkan, aku actress dan pasanganku yang entah siapa mereka mengharapkan dia seorang idol papan atas. Aku bisa-bisa terkena amukkan sasaeng fans! Atau mungkin semua fandom idol itu! Eonnie tidak ingat kasus-kasus lalu? Mungkin aku akan ikut apabila lawan mainku juga actor, itu lebih aman" jelasku panjang lebar.
Jia eonnie, managerku, hanya terdiam mendengarkan keluh kesahku.
Aku bukannya pengecut ataupun penakut. Aku juga bukan seorang actress dengan banyak haters. Malahan aku adalah actress dengan embel-embel National Sister. Tapi aku tidak membual masalah apabila terlibat scandal apapun itu dengan idol, apalagi idol yang sedang naik daun. Hal baik apapun itu bisa jadi senjata untuk menghujat dan mencaci maki kita. Kecuali kau adalah sesama gender dengan idol tersebut.
Menghela nafas panjang, aku bersiap untuk turun dari van, "Eonnie, akan kuhubungi nanti malam. Aku akan menyetir sendiri, janji deh nggak ketiduran" ucapku sambil menjauh memasuki gerbang apartemen.
"Awas sampai ingkar janji!!" sayup-sayup suara Jia eonnie terdengar, sebelum aku benar-benar memasuki halaman apartemen ku.
💌
ESTÁS LEYENDO
The Unpredictable Prediction
RomanceSebenarnya apasih untungnya menjadi terkenal? Tak bisa bergerak dan diawasi, selalu diprediksi, dan selalu terjadwal. Namun ketika semua yang sudah diatur matang-matang malah tidak terprediksi?
