When I look into your eyes, You set me free
Just look into my eyes, I'll let you see everything
We don't need anything in our secret world
Nobody's invited, it's just you and me, always
***
Setiap hari yang aku kerjakan hanya duduk di kursi taman ini, aku mengamati setiap detail yang ada di taman ini. Kemudian aku tuangkan ke dalam goresan-goresan pensil diatas kertas. Sehingga aku menyadari tiap detiknya perubahan-perubahan yang terjadi. Aku mengamati setiap hari gambar yang aku buat lalu aku baru menyadari, siapakah wanita ini?
Suatu hari di sore hari yang cerah di musim semi, ya, aku sangat menyukai musim semi. Bunga-bunga yang tumbuh dengan cantik, suara burung berkicauan dan suara anak kecil yang sedang tertawa berlarian. Aku tersenyum. Aku kembali mengambil buku sketsaku di dalam tas. Dan membuka lembaran baru, seperti biasa aku mencari titik fokus yang pertama akan ku gambar. Aku terpaku dengan satu titik lalu aku mulai menggoreskan pensilku di atas kertas putih ini. Helai demi helai rambutnya yang berwarna kekuningan menghiasi kertas ini. Alis matanya, bentuk mata sayunya yang sangat cantik, bola matanya yang berwarna coklat gelap membuat sketsa ini semakin tampak nyata. Raut senyum bibirnya yang sangat manis lalu bentuk tubuhnya yang sangat indah serta bentuk kakinya yang jenjang memenuhi sketsa ini.
"Noona." Seorang anak kecil berlari ke arahnya.
Dia membuka kedua tangannya lalu memeluk anak kecil itu. Dia memeluk erat anak itu, aku memperhatikannya tanpa mengedipkan kedua mataku.
"Boomie noona, ayo belikan jagung itu untukku." Rayu anak kecil itu.
"Ne, kajja taehyunie." Suara wanita itu terdengar merdu di telingaku.
Ya, semenjak hari itu, aku tidak bisa melupakannya. Semenjak hari itu juga, aku merasakan ada yang aneh di dalam hatiku. Entah apa rasanya karna aku belum pernah merasakan ini sebelumnya. Setiap malam aku memandang sketsa wajahny ayang ku gambar. Suara itu selalu ku ulang-ulang, semakin aku mengulangnya semakin aku merindukannya.
***
Dua minggu berlalu aku selalu menunggunya di taman itu namun dia tidak muncul dihadapanku. Rasa rindu ini tidak dapat aku bendung lagi. Aku mengalah pada rasa ini karna aku tidak mengetahui siapa wanita ini dan dimana tempat tinggalnya. Aku menghela nafasku, dengan langkah kaki yang berat aku beranjak meninggalkan tempat ini.
Bruuuukkkkkkkkk.............. Aku sepertinya menabrak seseorang...
"Oooh, mian hamnida. Kau tidak apa-apa?" Suara itu membuat detak jantungku berdetak lebih cepat.
Aku perlahan-lahan mengangkat wajahku lalu pandangan mata kami saling bertemu. Aku memandangnya tanpa mengedipkan kedua mataku, dia tersenyum menatapku. Jantungku rasanya ingin melompat keluar, bibirku terasa kaku untuk membalas senyumannya. Apa yang harus aku lakukan?
"Apa kau tidak apa-apa?" Suaranya membuyarkan lamunanku.
"Ah, ye. Apa kau sendiri tidak apa-apa?" Kataku terbata-bata.
Dia hanya tersenyum lalu membantuku berdiri, tangannya bersentuhan dengan lenganku. Aku seperti tersengat arus listrik, aku terkejut. Dia menatapku dengan tatapan yang sama. Tanpa berpikir panjang aku mendekapnya ke pelukanku. Tubuhnya yang sempurna berada dipelukanku, aku menghirup aroma rambutnya yang tergerai sempurna dan aroma tubuhnya yang sangat manis. Detak jantungku dan aliran darahku mengalir dengan derasnya.
"Apa kau merindukanku?" Suara itu mengembalikan alam bawah sadarku.
Aku melepaskan pelukanku kepadanya lalu menatapnya dalam-dalam. Kenapa dia bisa tau bahwa aku merindukannya?
"Chaerin ah, apa kau benar-benar merindukanku?" Pertanyaannya membuatku terkejut.
Bagaimana dia bisa tau namaku? Siapa kah dia? Apa kah dia orang yang kukenal sebelumnya? Dari dia menyebutkan namaku sepertinya kami sudah lama saling mengenal. Tapi aku baru melihatnya beberapa hari ini namun perasaanku berkata lain.
"Bagaimana kau bisa tau namaku?" Kataku dalam kebingungan.
Wajahnya berubah menjadi sedih, aku melihat ada air mata yang tertahan disudut mata itu. Entah kenapa aku merasa bersalah dan perasaan ini sangat menyakitkan.
"Kau ingat ini?" Dia mengeluarkan boneka berbentuk kelinci yang memiliki hidung babi lalu di dadanya ada inisial C&B.
Aku memandang lama boneka itu, aku baru mengingatnya. Aku juga memilikinya di kamarku. Sekarang aku yang bingung, ada apa denganku?
"Aku tahu kau pasti secepatnya akan pulih. Tapi aku tidak mau memaksakannya. Aku juga merindukanmu." Suaranya menggetarkan relung hatiku yang paling dalam.
Dia tersenyum menatapku lalu perlahan dia mundur dan membalikkan tubuhnya lalu meninggalkanku dalam kebingungan. Apa yang sebenarnya terjadi?
***
To be continued to chapter 2
Yeay, kembali lagi nih aku dengan genre sedikit berbeda.
Dulu aku dan sampe sekarang itu BOMRIN atau CHAEBOM shipper di group 2NE1.
Engga tau kenapa aura mereka berdua cocok banget kalo buat di shipperin hohoho >.<
Mohon comment dan vote nya. Terima Kasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE DAY
Fiksi PenggemarChaerin adalah seseorang yang pandai melukis, pada suatu hari dia berjalan dan duduk di suatu taman. Lalu munculah seseorang yang menarik perhatiannya dan tangannya tanpa sadar sudah menggoreskan wajah orang itu. Dan kenapa orang itu membuat perasaa...
