Andai Fathan bisa memilih kepada siapa dia melabuhkan cintanya. Fathan lebih memilih mencintai perempuan dari kalangan biasa bukan sosok Malika yang dari segi manapun jauh di atasnya.
Fathan sadar diri dia hanya seorang sopir di rumah Malika. Kasta...
Tak usah khawatir, Tuhan menciptakan kita begitu adil. Jika ada kelebihan pasti ada kekurangan, begitupun sebaliknya.
***
Hampir satu jam Fathan menunggu di Bandara tapi sosok yang di tunggunya belum menampakkan dirinya. Sebelumnya Ia diperintahkan majikannya untuk menjemput anak gadisnya yang saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu Universitas di kota Malang. Sehingga di sinilah Ia berakhir menunggu dengan bosan.
Fathan mencoba sekali lagi mengedarkan pandangan ke sekitar berharap menemukan keberadaan anak majikannya walaupun Ia sendiri tak tahu bagaimana rupa anak majikannya. Fathan hanya tahu nama anak majikannya yaitu, Malika Rafa Khairiya.
"Assalamualaikum...mas Fathan?"
Fathan yang merasa ada yang memanggilnya seketika menolehkan kepalanya ke asal suara.
Seketika jantung Fathan berdetak begitu kencang melihat sosok ayu yang berdiri dihadapannya. Gadis dihadapannya ini sangat cantik dengan jilbab dan pakaian muslimah yang dikenakannya. Gadis ini mempunyai mata yang indah dengan bulu mata lentik, hidung mancung dan bentuk bibir yang begitu menggoda iman.
"Astaghfirullah" ucap Fathan beristighfar karna terlalu lama mengagumi gadis di hadapannya. Ia merutuki dirinya yang tidak dapat menjaga pandangannya.
Tapi tunggu gadis dihadapannya mengetahui namanya? Apakah dia anak majikannya yang akan di jemputnya? Karna tidak mungkin gadis ini teman sekolahnya dulu. Ia yakin tidak mempunyai teman secantik gadis di hadapannya saat ini. Sehingga daripada sibuk menerka-nerka Fathan memutuskan untuk bertanya saja
"Waalaikumsalam.. Maaf dengan nona siapa? Kenapa nona bisa tahu nama saya?"
Fathan heran bukannya menjawab pertanyaannya gadis di hadapannya malah tertawa. Apakah ucapannya tadi ada yang lucu padahal Ia tadi bertanya bukan melawak. Walaupun tak bisa Ia pungkiri gadis di hadapannya saat ini semakin cantik ketika tertawa.
Namun tak lama tawa itu terhenti ketika sang gadis sadar bahwa sedari tadi Ia diperhatikan oleh orang-orang di sekitarnya. Gadis itu menutup mukanya malu kemudian berdehem sebelum berkata
"Saya Malika tahu nama mas Fathan dari papan nama yang mas Fathan pakai"
Seketika Fathan menundukkan kepalanya melihat papan nama yang di maksud sang gadis. Ia baru sadar bahwa Ia menggunakan papan nama yang kemudian Ia jadikan kalung sebagai petunjuk memudahkan menjemput anak majikannya.
Di papan nama tersebut tertulis Saya Fathan mau menjemput Nona Malika Rafa Khairiya.
Sekarang gantian Fathan yang merasa malu. Saking malunya Ia ingin menenggelamkan dirinya ke dalam tanah sebentar saja. Fathan merutuki dirinya kenapa Ia tidak kepikiran dengan papan nama yang Ia gunakan sehingga gadis dihadapannya mengenalinya.
Mereka pun saling bertatapan sebentar sebelum kemudian tertawa bersama merutuki kecerobohan masing-masing.
*** Fathan Yazid Hermanta
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Malika Rafa Khairiya
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Assalamualaikum teman-teman😊 Ini cerita pertama yang saya buat semoga kalian suka... Sebenarnya dari dulu saya ingin menulis cerita tapi karna kesibukan dan rasanya saya masih amatir dalam hal ini sehingga memutuskan baru-baru ini menuliskan cerita yang selama ini berada dalam imajinasi saya.
Sekian dari saya sekali lagi semoga kalian suka dan jangan lupa vote dan comment dari kalian sangat ditunggu 😊